alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Sita 1.613 Botol Miras di Pembatuan

BANJARBARU – Tim operasi gabungan dari Satpol PP Banjarbaru dan Polri serta TNI yang menyisir eks lokalisasi Pembatuan sempat dibuat kecele pada Sabtu (2/9) malam.

Pada operasi yang pertama, tim gabungan yang jumlahnya lebih dari 50 orang ini tidak menemukan apa-apa. Meskipun sempat mendata beberapa orang dan wanita yang tidak membawa kartu identitas. Operasi yang digelar puku 22.00 Wita ini tidak membuahkan apa-apa.

Tim melanjutkan penyisiran ke area Warung Jablai daerah Trikora. Sama seperti di Pembatuan. Warung-warung ini juga kondusif. Tidak ditemukan pelanggaran.

Namun, Sekretaris Satpol PP, Karmaini yang ikut meminpin operasi memutuskan tidak langsung balik kanan ke Mako Satpol PP di Murjani Banjarbaru. Namun kembali menyisir daerah Pembatuan.

Benar saja. Keputusan tim untuk kembali berbuah santapan besar. Sebuah rumah yang gelap dan terlihat tak berpenghuni ternyata menyimpan sesuatu yang besar.

Sempat dikunci dari dalam. Anggota Satpol PP akhirnya berhasil membuka pintu. Saat tim gabungan masuk. Seorang wanita yang berada di sebuah kamar tidak berkutik dikepung anggota dan hanya pasrah.

Di dalam kamar wanita ini petugas berhasil mengamankan dua dus minuman keras jenis bir. Kecurigaan tim tidak berhenti usai mendapati miras yang diklaim milik dari wanita tersebut.

Sebuah kamar di pojokan rumah dengan pintu tertutup rapat dan gelap jadi pusat perhatian petugas. Beberapa petugas berinisiatif mengintip apa yang ada di kamar tersebut lewat sabuah lubang ventilasi.

“Ada miras, jumlahnya banyak,” teriak seorang anggota Satpol PP Banjarbaru laki-laki yang mengintip di lubang ventilasi dengan bertengger di sebuah meja.

Tanpa basa basi, tim gabungan langsung mendobrak pintu tersebut. Ketika terbuka, tim operasi dikejutkan dengan puluhan dus lengkap dengan mirasnya yang tersusun rapi.

Saat ribuan miras berbagai merek itu ditemukan. Tim bergerak cepat mengamankan dengan cara mengangkut puluhan dus ke dalam mobil truk. Kurang lebih satu jam, semua miras berhasil dipindahkan ke mobil dan langsung dibawa ke Mako.

Usai melakukan pendataan dan perhitungan. Satpol PP Banjabaru mengungkapkan bahwa ada 1.613 botol miras berbagai merek yang ditemukan. Dari yang jenis bir hingga minuman beralkohol dengan merek yahut.

“Total temuan yang diamankan berjumlah 1.613 botol miras, untuk jumlahnya ditaksir lebih dari ratusan juta rupiah,” kata Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Main melalui PPNS Seksi Opdal Satpol PP Banjarbaru, Yanto Hidayat kepada wartawan.

Perihal siapa dalang di balik temuan terbesar sepanjang tahun 2018 ini. Untuk sementara Yanto mengatakan bahwa wanita berinisial NS (22) yang ikut diamankan di tempat yang sama mengaku hanya sebagai penjual.

“Untuk status kepemilikan dari ribuan miras ini akan kita kembangkan dan diselidiki secepatnya, soal wanita berinisial NS itu akan kita mintai keterangan dan juga masih didalami,” ungkap Yanto.

Sementara itu, Sekretaris Satpol Pp, Karmaini menyatakan bahwa tangkapan di awal bulan September ini merupakan yang terbesar.

“Kita memang rutin melakukan patroli atau razia di area eks lokalisasi Pembatuan, Alhamdulillah ini yang terbesar berkat bantuan juga dari tim gabungan lain yaitu Polri dan TNI,” bebernya.

Soal rencana operasi ini. Yanto menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya memang sudah melakukan pengintaian.

“Sebelumnya ada pengintaian dan diindikasi kuat, namun saat razia pertama kita kelepasan, namun setelah didatangi lagi sekitar satu jam berselang akhirnya memang benar ada temuannya,” pungkas Yanto. (rvn/al/bin)

BANJARBARU – Tim operasi gabungan dari Satpol PP Banjarbaru dan Polri serta TNI yang menyisir eks lokalisasi Pembatuan sempat dibuat kecele pada Sabtu (2/9) malam.

Pada operasi yang pertama, tim gabungan yang jumlahnya lebih dari 50 orang ini tidak menemukan apa-apa. Meskipun sempat mendata beberapa orang dan wanita yang tidak membawa kartu identitas. Operasi yang digelar puku 22.00 Wita ini tidak membuahkan apa-apa.

Tim melanjutkan penyisiran ke area Warung Jablai daerah Trikora. Sama seperti di Pembatuan. Warung-warung ini juga kondusif. Tidak ditemukan pelanggaran.

Namun, Sekretaris Satpol PP, Karmaini yang ikut meminpin operasi memutuskan tidak langsung balik kanan ke Mako Satpol PP di Murjani Banjarbaru. Namun kembali menyisir daerah Pembatuan.

Benar saja. Keputusan tim untuk kembali berbuah santapan besar. Sebuah rumah yang gelap dan terlihat tak berpenghuni ternyata menyimpan sesuatu yang besar.

Sempat dikunci dari dalam. Anggota Satpol PP akhirnya berhasil membuka pintu. Saat tim gabungan masuk. Seorang wanita yang berada di sebuah kamar tidak berkutik dikepung anggota dan hanya pasrah.

Di dalam kamar wanita ini petugas berhasil mengamankan dua dus minuman keras jenis bir. Kecurigaan tim tidak berhenti usai mendapati miras yang diklaim milik dari wanita tersebut.

Sebuah kamar di pojokan rumah dengan pintu tertutup rapat dan gelap jadi pusat perhatian petugas. Beberapa petugas berinisiatif mengintip apa yang ada di kamar tersebut lewat sabuah lubang ventilasi.

“Ada miras, jumlahnya banyak,” teriak seorang anggota Satpol PP Banjarbaru laki-laki yang mengintip di lubang ventilasi dengan bertengger di sebuah meja.

Tanpa basa basi, tim gabungan langsung mendobrak pintu tersebut. Ketika terbuka, tim operasi dikejutkan dengan puluhan dus lengkap dengan mirasnya yang tersusun rapi.

Saat ribuan miras berbagai merek itu ditemukan. Tim bergerak cepat mengamankan dengan cara mengangkut puluhan dus ke dalam mobil truk. Kurang lebih satu jam, semua miras berhasil dipindahkan ke mobil dan langsung dibawa ke Mako.

Usai melakukan pendataan dan perhitungan. Satpol PP Banjabaru mengungkapkan bahwa ada 1.613 botol miras berbagai merek yang ditemukan. Dari yang jenis bir hingga minuman beralkohol dengan merek yahut.

“Total temuan yang diamankan berjumlah 1.613 botol miras, untuk jumlahnya ditaksir lebih dari ratusan juta rupiah,” kata Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Main melalui PPNS Seksi Opdal Satpol PP Banjarbaru, Yanto Hidayat kepada wartawan.

Perihal siapa dalang di balik temuan terbesar sepanjang tahun 2018 ini. Untuk sementara Yanto mengatakan bahwa wanita berinisial NS (22) yang ikut diamankan di tempat yang sama mengaku hanya sebagai penjual.

“Untuk status kepemilikan dari ribuan miras ini akan kita kembangkan dan diselidiki secepatnya, soal wanita berinisial NS itu akan kita mintai keterangan dan juga masih didalami,” ungkap Yanto.

Sementara itu, Sekretaris Satpol Pp, Karmaini menyatakan bahwa tangkapan di awal bulan September ini merupakan yang terbesar.

“Kita memang rutin melakukan patroli atau razia di area eks lokalisasi Pembatuan, Alhamdulillah ini yang terbesar berkat bantuan juga dari tim gabungan lain yaitu Polri dan TNI,” bebernya.

Soal rencana operasi ini. Yanto menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya memang sudah melakukan pengintaian.

“Sebelumnya ada pengintaian dan diindikasi kuat, namun saat razia pertama kita kelepasan, namun setelah didatangi lagi sekitar satu jam berselang akhirnya memang benar ada temuannya,” pungkas Yanto. (rvn/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/