alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Harus Banyak Disediakan Tempat KTR

BANJARBARU – Perda nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah disahkan sejak 15 November 2017 lalu. Hingga sekarang Perda ini terus disosialisasikan oleh pemerintah kota Banjarbaru.

Menurut Sekretaris Komisi III DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari untuk mewujudkan Perda tentang KTR ini harus dilakukan secara bersama-sama. Artinya tidak hanya dari sisi pemerintah saja.

“Perda ini sangat penting dalam mewujudkan udara yang sehat, nah sejatinya kesehatan udara harus kita jaga sama-sama, termasuk masyarakat,” ucapnya.

Meskipun Perda tersebut sudah disosialisasikan. Nurkhalis mengaku agak miris dengan beberapa warga. Masalahnya katanya masih ada masyarakat yang tidak memperdulikan soal kesehatan udara ini dengan masih merokok di sembarang tempat.

“Sayangnya masih ada diantara masyarakat yang tidak peduli dengan hal tersebut, padahal udara yang sehat sangat penting bagi keberlangsungan hidup kita,” pesannya.

Dijelaskan oleh Nurkhalis, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau yang diberlakukan pada 7 tatanan.

“Tujuh tatanan itu yaitu Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tempat proses belajar mengajar, Tempat anak bermain, Tempat ibadah, Angkutan umum, Tempat kerja, Tempat umum dan Tempat lain yang ditetapkan,” bebernya.

Meskipun dalam Perda tersebut juga ada sanksi administratif dan sanksi pidana bagi yang melanggar. Nurkhalis berharap agar pemerintah lebih banyak menyediakan KTR di area Banjarbaru agar menegakkan Perda ini.

“Pemko juga harus banyak membuat tempat-tempat untuk para perokok, sehingga mereka dapat difasilitasi, soalnya saat ini sarana dan prasarana KTR masih minim,” pungkasnya yang mengimbau kepada masyarakat dan seluruh elemen untuk bersama-sama mendukung hidup sehat tanpa rokok. (rvn/al/bin)

BANJARBARU – Perda nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah disahkan sejak 15 November 2017 lalu. Hingga sekarang Perda ini terus disosialisasikan oleh pemerintah kota Banjarbaru.

Menurut Sekretaris Komisi III DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari untuk mewujudkan Perda tentang KTR ini harus dilakukan secara bersama-sama. Artinya tidak hanya dari sisi pemerintah saja.

“Perda ini sangat penting dalam mewujudkan udara yang sehat, nah sejatinya kesehatan udara harus kita jaga sama-sama, termasuk masyarakat,” ucapnya.

Meskipun Perda tersebut sudah disosialisasikan. Nurkhalis mengaku agak miris dengan beberapa warga. Masalahnya katanya masih ada masyarakat yang tidak memperdulikan soal kesehatan udara ini dengan masih merokok di sembarang tempat.

“Sayangnya masih ada diantara masyarakat yang tidak peduli dengan hal tersebut, padahal udara yang sehat sangat penting bagi keberlangsungan hidup kita,” pesannya.

Dijelaskan oleh Nurkhalis, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau yang diberlakukan pada 7 tatanan.

“Tujuh tatanan itu yaitu Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tempat proses belajar mengajar, Tempat anak bermain, Tempat ibadah, Angkutan umum, Tempat kerja, Tempat umum dan Tempat lain yang ditetapkan,” bebernya.

Meskipun dalam Perda tersebut juga ada sanksi administratif dan sanksi pidana bagi yang melanggar. Nurkhalis berharap agar pemerintah lebih banyak menyediakan KTR di area Banjarbaru agar menegakkan Perda ini.

“Pemko juga harus banyak membuat tempat-tempat untuk para perokok, sehingga mereka dapat difasilitasi, soalnya saat ini sarana dan prasarana KTR masih minim,” pungkasnya yang mengimbau kepada masyarakat dan seluruh elemen untuk bersama-sama mendukung hidup sehat tanpa rokok. (rvn/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/