alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Dana Pusat Tak Kunjung Turun, Proyek Jembatan Pulau Laut Setop

KOTABARU – Jumat (31/8) petang kemarin, Radar Banjarmasin mengunjungi lokasi proyek jembatan di Tanjung Serdang Pulau Laut, Kotabaru Kalsel. Lokasi jembatan berdekatan dengan pelabuhan fery penyeberangan, dari Pulau Laut ke Pulau Kalimantan.

Ada yang berbeda. Awal tahun tadi areal pesisir tempat kontaktor bekerja dikelilingi dinding seng. Kemarin dinding itu tidak ada pos jaga terbuat dari pondok kayu.

Di kaki jembatan beberapa buah truk molen parkir. “Sudah tiga bulan lalu rasanya tidak kerja lagi,” ujar penjaga alat di sana dengan logat Bugis.

Dia mengatakan, informasi dari para pekerja, mereka pulang karena tahun ini tidak ada pekerjaan jembatan. Juga sisa pekerjaan tahun kemarin masih belum dibayar pemerintah daerah.

Dari pantauan wartawan, di darat sudah dibangun kaki jembatan. Di atas laut sudah ada puluhan tiang pancang berdiri. Selebihnya hanya deretan alat berat, onggokan batu kerikil.

Sayangnya belum ada keterangan terbaru dari pemerintah daerah terkait pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia itu. Pagi Jumat kemarin, saat wartawan mencoba mencari informasi, petugas penerima tamu mengatakan semua sedang rapat. Sore hari, keterangan yang sama masih diberikan.

Namun dari informasi sebelumnya yang sudah diketahui publik, tahun ini pemerintah daerah Kotabaru membatalkan lelang proyek jembatan senilai Rp50 miliar. Alasannya anggaran daerah 2018 mengalami defisit. Ditambah belum ada kucuran dana pemerintah pusat untuk membantu pekerjaan jembatan.

Sudah dua tahun anggaran berjalan, jembatan itu dikerjakan. Dari tahun 2016 sampai 2017 Pemkab Kotabaru mengalokasikan dana senilai Rp50 miliar. Sayang di tahun 2016 pekerjaan di lapangan hanya selesai 50 persen. Tahun 2017 dianggarkan lagi, di akhir tahun hanya selesai 30 persen, tapi kontrak diperpanjang sampai Februari 2018.

Wabup Burhanudin dan unsur pimpinan DPRD Kotabaru belum lama tadi mencoba meminta pemerintah pusat untuk mengucurkan dana. Seperti kesepakatan yang sudah dilakukan pada tahun 2015 tadi. Tapi sampai sekarang, belum ada kepastian terkait anggaran tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel Roy Rizali Anwar MT memastikan pembangunan jembatan tersebut akan tetap dilanjutkan.

Soal tidak adanya pekerjaan di lapangan saat ini, ia menjelaskan pihaknya masih menunggu proses sertifikasi jembatan bentang panjangnya keluar dulu.

“Saat ini, proyek pembangunan jembatan tersebut memang dihentikan sementara. Tunggu sertifikasi dulu, setelah itu baru dilanjutkan,” kata Roy.

Untuk kelanjutan pembangunan nanti, proyek ini menurutnya masih akan dibiayai APBD Provinsi Kalsel. Sedangkan Kabupaten Tanbu dan Kotabaru besar kemungkinan ujarnya tidak akan menyuntikan dana.

“Tanah Bumbu rasanya belum ada. Kalau Kabupaten Kotabaru saya tidak tahu apakah menganggarkan atau tidak,” jelas Roy.

Sekadar mengingatkan, pada 2015 lalu pemerintah pusat, Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu dan Kotabaru sepakat patungan membangun jembatan. Groundbreaking jembatan pun dilaksanakan di dua tempat, di Pulau Laut dan Tanah Bumbu Pulau Kalimantan. Diperkirakan, biaya pembangunan sebesar Rp3,6 Triliun. Pemprov urunan Rp500 Miliar, Pemkab Tanah Bumbu dan Kotabaru masing-masing Rp250 Miliar, sisanya pemerintah pusat

Tahun 2017 Menteri PUPR M Basuki Hadimuldjono mengatakan, jembatan penghubung dari Pulau Kalimantan adalah amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Namun hingga sekarang anggaran jembatan belum ada turun dari APBN atau pemerintah pusat. Pembangunan pun mengandalkan anggaran Pemprov dan Pemkab selama dua tahun terakhir. Digunakan membangun kaki jembatan, tiang pancang sampai pembebasan lahan.

Jembatan yang akan menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut ini, akan memiliki panjang 3,7 kilometer dengan bentang utama 350 meter. Jembatan akan memiliki dua jalur roda empat dan dua jalur roda dua. (zal/kry/by/bin)

KOTABARU – Jumat (31/8) petang kemarin, Radar Banjarmasin mengunjungi lokasi proyek jembatan di Tanjung Serdang Pulau Laut, Kotabaru Kalsel. Lokasi jembatan berdekatan dengan pelabuhan fery penyeberangan, dari Pulau Laut ke Pulau Kalimantan.

Ada yang berbeda. Awal tahun tadi areal pesisir tempat kontaktor bekerja dikelilingi dinding seng. Kemarin dinding itu tidak ada pos jaga terbuat dari pondok kayu.

Di kaki jembatan beberapa buah truk molen parkir. “Sudah tiga bulan lalu rasanya tidak kerja lagi,” ujar penjaga alat di sana dengan logat Bugis.

Dia mengatakan, informasi dari para pekerja, mereka pulang karena tahun ini tidak ada pekerjaan jembatan. Juga sisa pekerjaan tahun kemarin masih belum dibayar pemerintah daerah.

Dari pantauan wartawan, di darat sudah dibangun kaki jembatan. Di atas laut sudah ada puluhan tiang pancang berdiri. Selebihnya hanya deretan alat berat, onggokan batu kerikil.

Sayangnya belum ada keterangan terbaru dari pemerintah daerah terkait pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia itu. Pagi Jumat kemarin, saat wartawan mencoba mencari informasi, petugas penerima tamu mengatakan semua sedang rapat. Sore hari, keterangan yang sama masih diberikan.

Namun dari informasi sebelumnya yang sudah diketahui publik, tahun ini pemerintah daerah Kotabaru membatalkan lelang proyek jembatan senilai Rp50 miliar. Alasannya anggaran daerah 2018 mengalami defisit. Ditambah belum ada kucuran dana pemerintah pusat untuk membantu pekerjaan jembatan.

Sudah dua tahun anggaran berjalan, jembatan itu dikerjakan. Dari tahun 2016 sampai 2017 Pemkab Kotabaru mengalokasikan dana senilai Rp50 miliar. Sayang di tahun 2016 pekerjaan di lapangan hanya selesai 50 persen. Tahun 2017 dianggarkan lagi, di akhir tahun hanya selesai 30 persen, tapi kontrak diperpanjang sampai Februari 2018.

Wabup Burhanudin dan unsur pimpinan DPRD Kotabaru belum lama tadi mencoba meminta pemerintah pusat untuk mengucurkan dana. Seperti kesepakatan yang sudah dilakukan pada tahun 2015 tadi. Tapi sampai sekarang, belum ada kepastian terkait anggaran tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel Roy Rizali Anwar MT memastikan pembangunan jembatan tersebut akan tetap dilanjutkan.

Soal tidak adanya pekerjaan di lapangan saat ini, ia menjelaskan pihaknya masih menunggu proses sertifikasi jembatan bentang panjangnya keluar dulu.

“Saat ini, proyek pembangunan jembatan tersebut memang dihentikan sementara. Tunggu sertifikasi dulu, setelah itu baru dilanjutkan,” kata Roy.

Untuk kelanjutan pembangunan nanti, proyek ini menurutnya masih akan dibiayai APBD Provinsi Kalsel. Sedangkan Kabupaten Tanbu dan Kotabaru besar kemungkinan ujarnya tidak akan menyuntikan dana.

“Tanah Bumbu rasanya belum ada. Kalau Kabupaten Kotabaru saya tidak tahu apakah menganggarkan atau tidak,” jelas Roy.

Sekadar mengingatkan, pada 2015 lalu pemerintah pusat, Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu dan Kotabaru sepakat patungan membangun jembatan. Groundbreaking jembatan pun dilaksanakan di dua tempat, di Pulau Laut dan Tanah Bumbu Pulau Kalimantan. Diperkirakan, biaya pembangunan sebesar Rp3,6 Triliun. Pemprov urunan Rp500 Miliar, Pemkab Tanah Bumbu dan Kotabaru masing-masing Rp250 Miliar, sisanya pemerintah pusat

Tahun 2017 Menteri PUPR M Basuki Hadimuldjono mengatakan, jembatan penghubung dari Pulau Kalimantan adalah amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Namun hingga sekarang anggaran jembatan belum ada turun dari APBN atau pemerintah pusat. Pembangunan pun mengandalkan anggaran Pemprov dan Pemkab selama dua tahun terakhir. Digunakan membangun kaki jembatan, tiang pancang sampai pembebasan lahan.

Jembatan yang akan menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut ini, akan memiliki panjang 3,7 kilometer dengan bentang utama 350 meter. Jembatan akan memiliki dua jalur roda empat dan dua jalur roda dua. (zal/kry/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/