alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Duka Keluarga Noor Aida, Jemaah yang Wafat Saat Tiba di Banua

Kepergian Noor Aida, 45 tahun, jemaah haji asal Banjarmasin menyisakan kesedihan bagi Kusriadi, sang suami serta ketiga anaknya.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.

Jenazah Noor Aida dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kubah Datu Amin Banua Anyar, Banjarmasin, sehabis salat Jumat kemarin.  Banyak sanak saudara, kerabat mengantarkan warga Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur ini ke peristirahatan terakhir. Termasuk suami dan tiga anak almarhumah, Yola, Yoli dan si bungsu Nabil.

“Ulun sudah ikhlas, sebelum meninggal almarhumah pesan agar anak-anak belajar mengaji lagi supaya lebih lancar,” kata Kusriadi kepada Radar Banjarmasin, Jumat (31/8).

Kusriadi yang ditemui Radar Banjarmasin usai pemakaman, mengaku tak menduga sama sekali. Karena selama di Tanah Suci, almarhumah yang berangkat haji bersama suami dan adik Kusriadi, Irfan Noor, dalam kondisi sehat.

“Paling batuk, karena cuaca di sana, hampir sebagian besar jemaah di sana batuk dan sakit tenggorokan,” tuturnya.

Selama 12 jam di pesawat, Aida juga terlihat ceria. Ia ramai berbincang dengan teman satu kloter mereka. “Tidak ada firasat sedikit pun, dia juga sempat foto-foto dalam pesawat,” ucapnya memperlihatkan hasil foto-foto grufie jepretan Aida kepada wartawan.

Kusriadi mengatakan, tidak mengetahui bagaimana istrinya sampai jatuh pingsan. Karena ia lebih dulu turun dari pesawat. Sementara Aida bersama dengan adiknya. “Saya  turun duluan, setelah tahu istri pingsan saya balik lagi,” tambahnya.

Sementara itu, adik ipar almarhumah, Irfan Noor, mengaku sempat heran ketika kakak iparnya itu mengenakan pakaian berlapis-lapis untuk pulang. Apalagi warnanya hitam. Melihat kondisi cuaca yang panas, Irfan sempat menyarankan supaya mengurangi lapisannya. Tetapi almarhumah bergeming. “Ternyata beliau mau pergi,” ucapnya lirih.

Irfan juga melihat, kondisi kesehatan almarhumah baik-baik saja. Sampai ketika mendarat di Bandara Syamsuddin Noor dan para jemaah mulai turun melalui tangga pesawat.

“Persis di anak tangga terakhir, tiba-tiba kakak jatuh pingsan, dibantu petugas haji langsung dibawa pakai ambulance,” ujarnya.

Adapun anak bungsu almarhumah, Nabil (14), siswa Kelas 8 MTs di Banjarmasin, juga tidak mendapat firasat apapun sebelum ibunya meninggal.

Tapi ia menuturkan, kakaknya Yoli sempat cerita bermimpi sang bunda meninggal dunia. “Ternyata benar, tiba di Banjarmasin, kami sekeluarga mendapat kabar, ibu meninggal di rumah sakit,” katanya polos.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan H Noor Fahmi menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga Hj Noor Aida yang meninggal, Kamis (30/8) sekitar pukul 19.40 Wita di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

“Meski berat bagi keluarga, ini sudah merupakan takdir Allah yang harus kita terima,” pesannya.

Fahmi pun mengaku melihat saat-saat almarhumah jatuh pingsan. Karena ia menyambut di depan tangga pesawat. “Mendadak beliau merasa pusing. Lalu dipapah menuruni anak tangga,” ungkapnya.

Ditemani suami dan keluarga, almarhumah langsung di evakuasi ke Poli Kesehatan Debarkasi Banjarmasin, seterusnya dirujuk ke RS Idaman Banjarbaru.

Dari hasil analisa tim kesehatan, penyebab meninggalnya Hj Aida disebabkan kekurangan cairan dan kelelahan.

“Riwayat kesehatan beliau dari pemberangkatan, menjalankan aktivitas ibadah di Arab Saudi tidak terindikasi ada sakit yang mengkhawatirkan. Hanya saja dari cerita keluarga, jelang kepulangan enggan untuk banyak minum,” jelas Fahmi yang juga sebagai Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin ini.

Salah satu petugas KKP Pelabuhan Kelas II Banjarmasin, dr H Khaidir juga menyampaikan hal yang sama. “Analisa kami, karena dehidrasi dan kelelahan mengakibatkan gangguan elektrolit dan irama jantung hingga terhenti,” katanya singkat.

Hingga saat kedatangan kloter BDJ 01, tercatat di data Sistem Komputer Haji Terpadu (SISKOHAT) ada 7 orang jamaah haji embarkasi Banjarmasin yang telah meninggal dunia dengan rincian 6 orang jamaah haji asal Kalsel dan 1 jamaah haji asal provinsi tetangga Kalimantan Tengah. (ij/bin)

Kepergian Noor Aida, 45 tahun, jemaah haji asal Banjarmasin menyisakan kesedihan bagi Kusriadi, sang suami serta ketiga anaknya.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.

Jenazah Noor Aida dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kubah Datu Amin Banua Anyar, Banjarmasin, sehabis salat Jumat kemarin.  Banyak sanak saudara, kerabat mengantarkan warga Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur ini ke peristirahatan terakhir. Termasuk suami dan tiga anak almarhumah, Yola, Yoli dan si bungsu Nabil.

“Ulun sudah ikhlas, sebelum meninggal almarhumah pesan agar anak-anak belajar mengaji lagi supaya lebih lancar,” kata Kusriadi kepada Radar Banjarmasin, Jumat (31/8).

Kusriadi yang ditemui Radar Banjarmasin usai pemakaman, mengaku tak menduga sama sekali. Karena selama di Tanah Suci, almarhumah yang berangkat haji bersama suami dan adik Kusriadi, Irfan Noor, dalam kondisi sehat.

“Paling batuk, karena cuaca di sana, hampir sebagian besar jemaah di sana batuk dan sakit tenggorokan,” tuturnya.

Selama 12 jam di pesawat, Aida juga terlihat ceria. Ia ramai berbincang dengan teman satu kloter mereka. “Tidak ada firasat sedikit pun, dia juga sempat foto-foto dalam pesawat,” ucapnya memperlihatkan hasil foto-foto grufie jepretan Aida kepada wartawan.

Kusriadi mengatakan, tidak mengetahui bagaimana istrinya sampai jatuh pingsan. Karena ia lebih dulu turun dari pesawat. Sementara Aida bersama dengan adiknya. “Saya  turun duluan, setelah tahu istri pingsan saya balik lagi,” tambahnya.

Sementara itu, adik ipar almarhumah, Irfan Noor, mengaku sempat heran ketika kakak iparnya itu mengenakan pakaian berlapis-lapis untuk pulang. Apalagi warnanya hitam. Melihat kondisi cuaca yang panas, Irfan sempat menyarankan supaya mengurangi lapisannya. Tetapi almarhumah bergeming. “Ternyata beliau mau pergi,” ucapnya lirih.

Irfan juga melihat, kondisi kesehatan almarhumah baik-baik saja. Sampai ketika mendarat di Bandara Syamsuddin Noor dan para jemaah mulai turun melalui tangga pesawat.

“Persis di anak tangga terakhir, tiba-tiba kakak jatuh pingsan, dibantu petugas haji langsung dibawa pakai ambulance,” ujarnya.

Adapun anak bungsu almarhumah, Nabil (14), siswa Kelas 8 MTs di Banjarmasin, juga tidak mendapat firasat apapun sebelum ibunya meninggal.

Tapi ia menuturkan, kakaknya Yoli sempat cerita bermimpi sang bunda meninggal dunia. “Ternyata benar, tiba di Banjarmasin, kami sekeluarga mendapat kabar, ibu meninggal di rumah sakit,” katanya polos.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan H Noor Fahmi menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga Hj Noor Aida yang meninggal, Kamis (30/8) sekitar pukul 19.40 Wita di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

“Meski berat bagi keluarga, ini sudah merupakan takdir Allah yang harus kita terima,” pesannya.

Fahmi pun mengaku melihat saat-saat almarhumah jatuh pingsan. Karena ia menyambut di depan tangga pesawat. “Mendadak beliau merasa pusing. Lalu dipapah menuruni anak tangga,” ungkapnya.

Ditemani suami dan keluarga, almarhumah langsung di evakuasi ke Poli Kesehatan Debarkasi Banjarmasin, seterusnya dirujuk ke RS Idaman Banjarbaru.

Dari hasil analisa tim kesehatan, penyebab meninggalnya Hj Aida disebabkan kekurangan cairan dan kelelahan.

“Riwayat kesehatan beliau dari pemberangkatan, menjalankan aktivitas ibadah di Arab Saudi tidak terindikasi ada sakit yang mengkhawatirkan. Hanya saja dari cerita keluarga, jelang kepulangan enggan untuk banyak minum,” jelas Fahmi yang juga sebagai Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin ini.

Salah satu petugas KKP Pelabuhan Kelas II Banjarmasin, dr H Khaidir juga menyampaikan hal yang sama. “Analisa kami, karena dehidrasi dan kelelahan mengakibatkan gangguan elektrolit dan irama jantung hingga terhenti,” katanya singkat.

Hingga saat kedatangan kloter BDJ 01, tercatat di data Sistem Komputer Haji Terpadu (SISKOHAT) ada 7 orang jamaah haji embarkasi Banjarmasin yang telah meninggal dunia dengan rincian 6 orang jamaah haji asal Kalsel dan 1 jamaah haji asal provinsi tetangga Kalimantan Tengah. (ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

PKS Gaet Para Mantan

Retak yang Bikin Khawatir

/