alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Disdik Tanbu Luncurkan Program Satu Desa Satu Kelompok Belajar

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Dinas Pendidikan meluncurkan program baru yang diberi nama Satu Desa Satu Pokja (Kelompok Belajar). Program tersebut merupakan strategi pemerintah daerah untuk mengejar peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). 

“Di dalam komponen IPM, salah satu kontribusi angkanya adalah rata-rata lama sekolah. Disini masih dibawah pemerintah provinsi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu Sartono, kemarin.

Menurutnya, untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah yang nantinya bermuara pada IPM itu adalah meningkatkan jumlah masyarakat yang lulus sekolah. Karena perhitungan IPM itu menggunakan rumus penduduk yang umurnya diatas 25 tahun.

Favehotel Banjarmasin

Harapannya, dengan Program Satu Desa Satu Pokja tersebut masyarakat yang tidak lulus sekolah akan mengambil kejar paket C.

“Arahnya (Program Satu Desa Satu Pokja) memang kesana, karena setelah kami evaluasi, sekarang kalau kejar paket A dan B sudah turun peminatnya. Justru yang meningkat kejar paket C, karena selama ini kalau ingin bekerja, minimal SMA atau sederajat,” papar Sartono.

Karena itu, Bupati Tanbu Mardani H Maming menggenjot program itu. Hanya saja, ujar 

Sartono, untuk tahun 2018 ini, pihaknya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) hanya mengakomodasi 3 desa per kecamatan. Total ada 30 desa yang akan melaksanakan program ini.

“Sementara tiga desa dulu per kecamatan, karena anggarannya terbatas. Tapi target kami satu desa satu pokja,” terang Sartono.

Untuk melaksanakan program ini, Dinas Pendidikan Tanbu menganggarkan biaya, dengan rincian honor guru, biaya operasional selama satu tahun, namun baru berjalan efektif selama 6 bulan.

“Di Kecamatan Kusan Hulu, pelaksanaan kejar paket C ini dilakukan dibangunan sekolah PGRI yang satu sekolah dengan SMKN. Mereka sangat antusias sekali mengikuti program ini,” katanya seraya mengatakan guru-guru kejar paket C ini berasal dari kecamatan masing-masing. 

Anggaran dana bersumber dari Program Satu Miliar Satu Desa di Dinas PMD. Namun, anggaran dana tersebut hanya untuk pembayaran honor guru, sementara untuk biaya operasional tetap di Dinas Pendidikan.

Dikatakannya, selama ini Program Pendidikan Masyarakat dibiarkan berjalan sendiri, kehadiran pemerintah tidak nyata, sudah swadaya, sewa kelola, beda dengan sekolah Formal. Karena itu, pihaknya mencoba untuk hadir dalam bentuk bantuan biaya operasional.

Peserta kejar paket C di Tanah Bumbu masih dikenakan biaya. Karena itu, pemerintah mencoba hadir, dengan membayar honor gurunya, biaya operasional juga dibantu, sehingga harapannya kedepan seluruh biaya peserta kejar paket C, tidak ada lagi.

Dia menegaskan, saat ini masyarakat jangan pernah bermimpi kejar paket C bisa diperjualbelikan seperti dulu.

“Jangan harap,” tegasnya.

Mulai masuk, peserta harus masuk data pokok pendidikan secara online, sehingga terdaftar sampai pusat. Kalau tidak, jangan harap bisa ikut ujian. “Kalau dulu kita pahamlah, makanya kejar paket C ini dipandang sebelah mata,” pungkasnya. (kry/ij/bin)

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Dinas Pendidikan meluncurkan program baru yang diberi nama Satu Desa Satu Pokja (Kelompok Belajar). Program tersebut merupakan strategi pemerintah daerah untuk mengejar peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). 

“Di dalam komponen IPM, salah satu kontribusi angkanya adalah rata-rata lama sekolah. Disini masih dibawah pemerintah provinsi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu Sartono, kemarin.

Menurutnya, untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah yang nantinya bermuara pada IPM itu adalah meningkatkan jumlah masyarakat yang lulus sekolah. Karena perhitungan IPM itu menggunakan rumus penduduk yang umurnya diatas 25 tahun.

Favehotel Banjarmasin

Harapannya, dengan Program Satu Desa Satu Pokja tersebut masyarakat yang tidak lulus sekolah akan mengambil kejar paket C.

“Arahnya (Program Satu Desa Satu Pokja) memang kesana, karena setelah kami evaluasi, sekarang kalau kejar paket A dan B sudah turun peminatnya. Justru yang meningkat kejar paket C, karena selama ini kalau ingin bekerja, minimal SMA atau sederajat,” papar Sartono.

Karena itu, Bupati Tanbu Mardani H Maming menggenjot program itu. Hanya saja, ujar 

Sartono, untuk tahun 2018 ini, pihaknya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) hanya mengakomodasi 3 desa per kecamatan. Total ada 30 desa yang akan melaksanakan program ini.

“Sementara tiga desa dulu per kecamatan, karena anggarannya terbatas. Tapi target kami satu desa satu pokja,” terang Sartono.

Untuk melaksanakan program ini, Dinas Pendidikan Tanbu menganggarkan biaya, dengan rincian honor guru, biaya operasional selama satu tahun, namun baru berjalan efektif selama 6 bulan.

“Di Kecamatan Kusan Hulu, pelaksanaan kejar paket C ini dilakukan dibangunan sekolah PGRI yang satu sekolah dengan SMKN. Mereka sangat antusias sekali mengikuti program ini,” katanya seraya mengatakan guru-guru kejar paket C ini berasal dari kecamatan masing-masing. 

Anggaran dana bersumber dari Program Satu Miliar Satu Desa di Dinas PMD. Namun, anggaran dana tersebut hanya untuk pembayaran honor guru, sementara untuk biaya operasional tetap di Dinas Pendidikan.

Dikatakannya, selama ini Program Pendidikan Masyarakat dibiarkan berjalan sendiri, kehadiran pemerintah tidak nyata, sudah swadaya, sewa kelola, beda dengan sekolah Formal. Karena itu, pihaknya mencoba untuk hadir dalam bentuk bantuan biaya operasional.

Peserta kejar paket C di Tanah Bumbu masih dikenakan biaya. Karena itu, pemerintah mencoba hadir, dengan membayar honor gurunya, biaya operasional juga dibantu, sehingga harapannya kedepan seluruh biaya peserta kejar paket C, tidak ada lagi.

Dia menegaskan, saat ini masyarakat jangan pernah bermimpi kejar paket C bisa diperjualbelikan seperti dulu.

“Jangan harap,” tegasnya.

Mulai masuk, peserta harus masuk data pokok pendidikan secara online, sehingga terdaftar sampai pusat. Kalau tidak, jangan harap bisa ikut ujian. “Kalau dulu kita pahamlah, makanya kejar paket C ini dipandang sebelah mata,” pungkasnya. (kry/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/