alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Saturday, 25 June 2022

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN – Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa. Begitu pula di Masjid Al Jihad, Banjarmasin. Setiap hari tidak kurang dari 1.300 porsi disediakan di masjid tersebut.

Daus lebih memilih berbuka di Al Jihad karena menu bubur yang disajikan memang enak. “Dibandingkan dengan yang lain, bubur di Al Jihad memang lebih enak,” banding warga Jalan Kelayan B, Banjarmasin Selatan ini.

Menurut pria berusia sekitar 30 tahun ini, sajian menu berbuka di masjid yang terletak di Jalan Cempaka, Banjarmasin Tengah ini juga lebih gurih dan mempunyai cita rasa yang lezat. Ada taburan suwiran daging ayam kampung, potongan telur, dan bawang. Juga ada sajian takjil sepotong kue lapis, sebutir kurma, dan pisang. “Porsinya banyak. Rasanya juga lezat dibanding dengan bubur yang lain,” katanya.

Favehotel Banjarmasin

Lahman juga sudah sering berbuka puasa di sejumlah masjid yang ada di Banjarmasin. Namun, di Masjid Al Jihad ternyata memang lebih enak. Tidak jarang kalau ada lebih, bubur bisa dibawa pulang ke rumah. “Kalau dulu istri saya sering minta dibawakan. Sekarang tidak lagi, kalau mau biasanya saya ajak saja istri buka di Al Jihad,” ucapnya.

Sekretaris Pengurus Masjid Al Jihad, Khairil mengatakan tradisi berbuka puasa dengan menu bubur ayam ini sudah berlangsung sekitar 20 tahun. Menurutnya, berbuka puasa lebih enak dengan makanan yang nyaman di perut. Berhubung hampir seharian perut tidak diisi minuman maupun makanan, bubur ayam menjadi cocok untuk menu buka puasa.

Tidak terlalu banyak bumbu dan rempah yang digunakan, sehingga akan nyaman di perut. “Bubur ini makanan praktis, dan disukai semua kalangan dari anak-anak bahkan orang dewasa. Satu lagi mudah dicerna,” katanya.

Buka puasa bersama yang digelar Masjid Al Jihad untuk meningkatkan jalinan persaudaraan dan wujud solidaritas sebagai daerah mayoritas berpenduduk muslim. Sebelum buka puasa, diisi dengan ceramah agama. Ustaz yang menyampaikan setiap hari bergantian. “Kalau ada warga yang ingin mencicipi menu bubur untuk berbuka puasa bisa datang ke Masjid Al Jihad,” ucapnya.(gmp/az/dye)

BANJARMASIN – Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa. Begitu pula di Masjid Al Jihad, Banjarmasin. Setiap hari tidak kurang dari 1.300 porsi disediakan di masjid tersebut.

Daus lebih memilih berbuka di Al Jihad karena menu bubur yang disajikan memang enak. “Dibandingkan dengan yang lain, bubur di Al Jihad memang lebih enak,” banding warga Jalan Kelayan B, Banjarmasin Selatan ini.

Menurut pria berusia sekitar 30 tahun ini, sajian menu berbuka di masjid yang terletak di Jalan Cempaka, Banjarmasin Tengah ini juga lebih gurih dan mempunyai cita rasa yang lezat. Ada taburan suwiran daging ayam kampung, potongan telur, dan bawang. Juga ada sajian takjil sepotong kue lapis, sebutir kurma, dan pisang. “Porsinya banyak. Rasanya juga lezat dibanding dengan bubur yang lain,” katanya.

Favehotel Banjarmasin

Lahman juga sudah sering berbuka puasa di sejumlah masjid yang ada di Banjarmasin. Namun, di Masjid Al Jihad ternyata memang lebih enak. Tidak jarang kalau ada lebih, bubur bisa dibawa pulang ke rumah. “Kalau dulu istri saya sering minta dibawakan. Sekarang tidak lagi, kalau mau biasanya saya ajak saja istri buka di Al Jihad,” ucapnya.

Sekretaris Pengurus Masjid Al Jihad, Khairil mengatakan tradisi berbuka puasa dengan menu bubur ayam ini sudah berlangsung sekitar 20 tahun. Menurutnya, berbuka puasa lebih enak dengan makanan yang nyaman di perut. Berhubung hampir seharian perut tidak diisi minuman maupun makanan, bubur ayam menjadi cocok untuk menu buka puasa.

Tidak terlalu banyak bumbu dan rempah yang digunakan, sehingga akan nyaman di perut. “Bubur ini makanan praktis, dan disukai semua kalangan dari anak-anak bahkan orang dewasa. Satu lagi mudah dicerna,” katanya.

Buka puasa bersama yang digelar Masjid Al Jihad untuk meningkatkan jalinan persaudaraan dan wujud solidaritas sebagai daerah mayoritas berpenduduk muslim. Sebelum buka puasa, diisi dengan ceramah agama. Ustaz yang menyampaikan setiap hari bergantian. “Kalau ada warga yang ingin mencicipi menu bubur untuk berbuka puasa bisa datang ke Masjid Al Jihad,” ucapnya.(gmp/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/