alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Jelang Mudik, BPTD Cek dan Ricek Kelayakan Angkutan di Terminal Km 6

BANJARMASIN – Menjelang mudik Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalsel mengecek kelayakan angkutan di Terminal Induk Banjarmasin, Jalan Pramuka, kemarin (24/5).

Digelar selama dua hari, BPTD XV menargetkan setidaknya 150 angkutan bisa diperiksa. Dari angkutan antar kabupaten dan kota hingga angkutan antar provinsi. “Sepintas pandang, memang tak meyakinkan. Kebanyakan tampak sudah tua. Tapi pas dimasuki, secara teknis, detail-detailnya sudah oke. Contoh tabung apar yang bisa digunakan dengan baik,” kata Kepala BPTD Wilayah XV Kalsel, Ardono.

Hasil pemeriksaan awal, dari enam bus lintas provinsi yang dicek petugas, hanya satu yang tidak memenuhi syarat layak untuk dikemudikan. “Targetnya bukan mencari kesalahan. Yang terpenting, sopir dan pemilik angkutan tahu kesalahannya apa,” tegasnya.

Favehotel Banjarmasin

Ardono menegaskan, ini bukan pemeriksaan terakhir. Ke depan, bakal ada pemeriksaan kesehatan untuk para sopir. Kalau sopirnya bugar, tentu keselamatan penumpang kian terjamin.

Rata-rata sopir yang diperiksa mengeluhkan pendapatan yang terus menurun. Akibat kalah bersaing dengan kendaraan pribadi. Ditambah dengan gempuran transportasi online. Seretnya pemasukan menyebabkan mereka kesulitan meremajakan angkutannya.

Ardono mengaku maklum. Jika ada pengusaha angkutan yang kesulitan melengkapi semua persyaratan berstandar nasional tersebut. “Pendapatan mereka tak menentu. Pengin ganti lampu rem, duitnya sedang tak ada,” tukasnya.

Lalu, apa saja yang diperiksa? Penguji dari Dinas Perhubungan Banjarmasin, Candra memaparkan mereka mengecek roda, lampu depan, dan belakang, serta keandalan rem. Hingga kepemilikan tabung apar, kotak P3K dan segitiga pengaman. “Selain itu, juga dicek izin trayeknya, ada atau tidak. Terus buku KIR-nya, masih berlaku atau sudah kedaluwarsa,” jelasnya.

Jika terbukti layak, petugas akan menempelkan stiker khusus di kaca depan mobil. Sebagai tanda sudah menjalani pemeriksaan. Supaya bisa dilihat oleh penumpang untuk memberikan rasa aman.

BPTD juga melibatkan kepolisian. Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol Wibowo mengatakan tugas mereka adalah mengecek SIM dan STNK. Hasil sementara, semua surat-menyurat itu sudah dilengkapi sopir.

Wibowo menekankan kelayakan kendaraan bukan satu-satunya faktor keselamatan berkendara. “Banyak faktor kecelakaan. Dari kondisi jalan, cuaca, serta kesehatan pengemudi. Kalau tak fit, sulit mengambil keputusan logis dalam mengatasi tantangan di jalan,” jelasnya.(fud/at/dye)

BANJARMASIN – Menjelang mudik Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalsel mengecek kelayakan angkutan di Terminal Induk Banjarmasin, Jalan Pramuka, kemarin (24/5).

Digelar selama dua hari, BPTD XV menargetkan setidaknya 150 angkutan bisa diperiksa. Dari angkutan antar kabupaten dan kota hingga angkutan antar provinsi. “Sepintas pandang, memang tak meyakinkan. Kebanyakan tampak sudah tua. Tapi pas dimasuki, secara teknis, detail-detailnya sudah oke. Contoh tabung apar yang bisa digunakan dengan baik,” kata Kepala BPTD Wilayah XV Kalsel, Ardono.

Hasil pemeriksaan awal, dari enam bus lintas provinsi yang dicek petugas, hanya satu yang tidak memenuhi syarat layak untuk dikemudikan. “Targetnya bukan mencari kesalahan. Yang terpenting, sopir dan pemilik angkutan tahu kesalahannya apa,” tegasnya.

Favehotel Banjarmasin

Ardono menegaskan, ini bukan pemeriksaan terakhir. Ke depan, bakal ada pemeriksaan kesehatan untuk para sopir. Kalau sopirnya bugar, tentu keselamatan penumpang kian terjamin.

Rata-rata sopir yang diperiksa mengeluhkan pendapatan yang terus menurun. Akibat kalah bersaing dengan kendaraan pribadi. Ditambah dengan gempuran transportasi online. Seretnya pemasukan menyebabkan mereka kesulitan meremajakan angkutannya.

Ardono mengaku maklum. Jika ada pengusaha angkutan yang kesulitan melengkapi semua persyaratan berstandar nasional tersebut. “Pendapatan mereka tak menentu. Pengin ganti lampu rem, duitnya sedang tak ada,” tukasnya.

Lalu, apa saja yang diperiksa? Penguji dari Dinas Perhubungan Banjarmasin, Candra memaparkan mereka mengecek roda, lampu depan, dan belakang, serta keandalan rem. Hingga kepemilikan tabung apar, kotak P3K dan segitiga pengaman. “Selain itu, juga dicek izin trayeknya, ada atau tidak. Terus buku KIR-nya, masih berlaku atau sudah kedaluwarsa,” jelasnya.

Jika terbukti layak, petugas akan menempelkan stiker khusus di kaca depan mobil. Sebagai tanda sudah menjalani pemeriksaan. Supaya bisa dilihat oleh penumpang untuk memberikan rasa aman.

BPTD juga melibatkan kepolisian. Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol Wibowo mengatakan tugas mereka adalah mengecek SIM dan STNK. Hasil sementara, semua surat-menyurat itu sudah dilengkapi sopir.

Wibowo menekankan kelayakan kendaraan bukan satu-satunya faktor keselamatan berkendara. “Banyak faktor kecelakaan. Dari kondisi jalan, cuaca, serta kesehatan pengemudi. Kalau tak fit, sulit mengambil keputusan logis dalam mengatasi tantangan di jalan,” jelasnya.(fud/at/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/