alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

DDDT Rendah, Pulau Laut Berisiko Krisis Air

BANJARMASIN – Mantan dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Karta Sirang dihadirkan Pemprov Kalsel pada sidang lanjutan gugatan PT Sebuku Group kepada Gubernur Kalsel di PTUN Banjarmasin, Kamis (24/5).

Karta dihadirkan sebagai saksi ahli untuk menjabarkan dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan batubara. Dihadapan Majelis Hakim, dia mengungkapkan, hasil penelitian timnya terkait daya dukung daya tampung (DDDT) Lingkungan Hidup di 13 kabupaten/kota se Kalsel, termasuk di Kabupaten Kotabaru yang dilakukan pada 2013 – 2015 lalu.

Khusus kawasan Pulau Laut, hasil penelitian pihaknya areal pertambangan batu bara yang dimiliki grup Sebuku, ada di zona rendah daya dukung dan daya tampung air Seehingga sangat berisiko bila dilakukan pertambangan.
“Daya tampung dan daya dukung di Pulau Laut, hanya 51,53 persen, masuk kategori rendah, karena lebih dari separo atau 50 persen. Disana akan krisis air,” ujar Karta.

Favehotel Banjarmasin

Dia menambahkan, daerah yang rendah daya dukung dan daya tampung ini, kalau pun menjadi areal pertambangan, pengusaha harus menghitung biaya air yang dimanfaatkan dan membayarnya kepada Pemerintah Daerah.
“Biayanya sangat besar dan diperkirakan perusahaan akan rugi menggarap tambang batu bara di Pulau Laut karena harus mematuhi aturan ini,” ujarnya. (mof)

BANJARMASIN – Mantan dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Karta Sirang dihadirkan Pemprov Kalsel pada sidang lanjutan gugatan PT Sebuku Group kepada Gubernur Kalsel di PTUN Banjarmasin, Kamis (24/5).

Karta dihadirkan sebagai saksi ahli untuk menjabarkan dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan batubara. Dihadapan Majelis Hakim, dia mengungkapkan, hasil penelitian timnya terkait daya dukung daya tampung (DDDT) Lingkungan Hidup di 13 kabupaten/kota se Kalsel, termasuk di Kabupaten Kotabaru yang dilakukan pada 2013 – 2015 lalu.

Khusus kawasan Pulau Laut, hasil penelitian pihaknya areal pertambangan batu bara yang dimiliki grup Sebuku, ada di zona rendah daya dukung dan daya tampung air Seehingga sangat berisiko bila dilakukan pertambangan.
“Daya tampung dan daya dukung di Pulau Laut, hanya 51,53 persen, masuk kategori rendah, karena lebih dari separo atau 50 persen. Disana akan krisis air,” ujar Karta.

Favehotel Banjarmasin

Dia menambahkan, daerah yang rendah daya dukung dan daya tampung ini, kalau pun menjadi areal pertambangan, pengusaha harus menghitung biaya air yang dimanfaatkan dan membayarnya kepada Pemerintah Daerah.
“Biayanya sangat besar dan diperkirakan perusahaan akan rugi menggarap tambang batu bara di Pulau Laut karena harus mematuhi aturan ini,” ujarnya. (mof)

Most Read

Artikel Terbaru

/