alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

PLN Kalsel-Teng Bangun Gardu Induk Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU – Apa jadinya jika Bandara Syamsudin Noor tidak dilengkapi daya kelistrikan yang memadai? Padahal pengembangan landasan pacu sudah ditetapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Presiden Joko Widodo. Itulah yang tengah menjadi pikiran PLN Kalsel-Teng.

Karena itulah, perusahaan pelat merah penyuplai listrik ini sudah membangun Gardu Induk 150 kilo volt (kV) khusus untuk Bandara Syamsudin Noor. Pengoperasiannya dimulai sejak kemarin (21/5). Diresmkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Gardu Induk Bandara Syamsudin Noor berlokasi di Jalan Pandarapan, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. Jarak antara pusat kelistrikan dan landasan pacu cuma 3,5 kilometer.

Favehotel Banjarmasin

Sebelumnya, kelistrikan bandara disuplai melalui Gardu Induk Mantuil yang berjarak 15 km. Ditambah, Gardu Induk Cempaka yang berjarak 13 km dari landasan pacu. Dua gardu listrik ini tentu kepalang jauh dan mempengaruhi suplai listrik bagi bandara.

Direktur Bisnis PT PLN Regional Kalimantan, Machnizon Masri mengatakan pembangunan gardu khusus untuk bandara tentu semakin membuat handal suplai listrik bagi bandara. “Saat ini daya yang tersambung ke bandara sebesar 2,1 Megawatt (MW). Dengan adanya pengembangan bandara, tentu suplai energi juga semakin bertambah,” kata Machnizon.

Mengapa kelengkapan proyek bandara perlu didukung? Machnizon merupakan salah satu orang yang optimistis bahwa bandara merupakan salah satu penopang pertumbuhan bisnis di suatu daerah. “Kalau sudah selesai, bandara menjadi penghubung bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Kalimantan Selatan,” tukasnya.

Dia membeberkan kondisi kelistikan terkini. Daya mampu sistem barito saat ini sudah mencapai 686 MV, dengan surplus sebesar 92 MW. “Saat ini kami memiliki kemampuan lebih untuk melayani permintaan suplai listrik baik dari masyarakat maupun industri. Jadi, kami turut mengundang semua calon investor untuk datang ke Kalsel,” kata dia.

Tidak cuma bertumpu dengan kondisi terkini, dibeberkannya, berdasarkan rencana usaha penyediaan tenaga listrik tahun 2018-2027 PLN Kalsel-Teng berupaya membangun pembangkit dengan total daya sebesar 896 megawatt (MW). “Ini sudah sesuai dengan misi kami untuk menjadikan tenaga listrik sebagai pendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuntas Machnizon.

Sementara itu, GM Bandara Syamsudin Noor, Wahyudi mengaku bersyukur PLN Kalsel-Teng sudah bersedia bersinergi bersama Angkasa Pura I untuk mendukung pengembangan bandara.

“Apalagi, proyek ini sudah memasuki PSN dan ditarget selesai tahun 2019 mendatang,” imbuh Wahyudi.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, juga mengucapkan terima kasih kepada pihak PLN Kalsel-Teng karena sudah ikut memperjuangkan proyek bandara Syamsudin Noor menuju kelas internasional.

“Penyelesaian bandara berarti satu langkah Kalimantan Selatan untuk menjemput dunia,” kata Sahbirin. Ia terharu ketika mengingat-ingat kembali momen dirinya dan rekan-rekan memperjuangkan pengembangan Bandara Syamsudin Noor menjadi PSN.

“Berulang kali bertemu dengan Presiden Jokowi. Tanya saja sama beliau, akhirnya sekarang sudah sampai sejauh ini,” tandasnya.(dom/ay/ran)

BANJARBARU – Apa jadinya jika Bandara Syamsudin Noor tidak dilengkapi daya kelistrikan yang memadai? Padahal pengembangan landasan pacu sudah ditetapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Presiden Joko Widodo. Itulah yang tengah menjadi pikiran PLN Kalsel-Teng.

Karena itulah, perusahaan pelat merah penyuplai listrik ini sudah membangun Gardu Induk 150 kilo volt (kV) khusus untuk Bandara Syamsudin Noor. Pengoperasiannya dimulai sejak kemarin (21/5). Diresmkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Gardu Induk Bandara Syamsudin Noor berlokasi di Jalan Pandarapan, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. Jarak antara pusat kelistrikan dan landasan pacu cuma 3,5 kilometer.

Favehotel Banjarmasin

Sebelumnya, kelistrikan bandara disuplai melalui Gardu Induk Mantuil yang berjarak 15 km. Ditambah, Gardu Induk Cempaka yang berjarak 13 km dari landasan pacu. Dua gardu listrik ini tentu kepalang jauh dan mempengaruhi suplai listrik bagi bandara.

Direktur Bisnis PT PLN Regional Kalimantan, Machnizon Masri mengatakan pembangunan gardu khusus untuk bandara tentu semakin membuat handal suplai listrik bagi bandara. “Saat ini daya yang tersambung ke bandara sebesar 2,1 Megawatt (MW). Dengan adanya pengembangan bandara, tentu suplai energi juga semakin bertambah,” kata Machnizon.

Mengapa kelengkapan proyek bandara perlu didukung? Machnizon merupakan salah satu orang yang optimistis bahwa bandara merupakan salah satu penopang pertumbuhan bisnis di suatu daerah. “Kalau sudah selesai, bandara menjadi penghubung bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Kalimantan Selatan,” tukasnya.

Dia membeberkan kondisi kelistikan terkini. Daya mampu sistem barito saat ini sudah mencapai 686 MV, dengan surplus sebesar 92 MW. “Saat ini kami memiliki kemampuan lebih untuk melayani permintaan suplai listrik baik dari masyarakat maupun industri. Jadi, kami turut mengundang semua calon investor untuk datang ke Kalsel,” kata dia.

Tidak cuma bertumpu dengan kondisi terkini, dibeberkannya, berdasarkan rencana usaha penyediaan tenaga listrik tahun 2018-2027 PLN Kalsel-Teng berupaya membangun pembangkit dengan total daya sebesar 896 megawatt (MW). “Ini sudah sesuai dengan misi kami untuk menjadikan tenaga listrik sebagai pendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuntas Machnizon.

Sementara itu, GM Bandara Syamsudin Noor, Wahyudi mengaku bersyukur PLN Kalsel-Teng sudah bersedia bersinergi bersama Angkasa Pura I untuk mendukung pengembangan bandara.

“Apalagi, proyek ini sudah memasuki PSN dan ditarget selesai tahun 2019 mendatang,” imbuh Wahyudi.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, juga mengucapkan terima kasih kepada pihak PLN Kalsel-Teng karena sudah ikut memperjuangkan proyek bandara Syamsudin Noor menuju kelas internasional.

“Penyelesaian bandara berarti satu langkah Kalimantan Selatan untuk menjemput dunia,” kata Sahbirin. Ia terharu ketika mengingat-ingat kembali momen dirinya dan rekan-rekan memperjuangkan pengembangan Bandara Syamsudin Noor menjadi PSN.

“Berulang kali bertemu dengan Presiden Jokowi. Tanya saja sama beliau, akhirnya sekarang sudah sampai sejauh ini,” tandasnya.(dom/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/