alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Disdik Banjarmasin Perbaiki Sistem PPDB SMP dengan Skema Baru

BANJARMASIN – Berkaca tahun lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin berupaya berbenah. Memperbaiki sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMP.

Sebelumnya sistem yang diberlakukan menuai protes. Draf terbaru pun disusun untuk kemudian dikonsultasikan ke Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Jika mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 pasal 11 ayat 1. Yang menyebutkan penerimaan PPDB kelas 7 (SMP) mempertimbangkan beberapa aturan. Dengan urutan prioritas; zonasi, usia dan nilai.

Favehotel Banjarmasin

Urutan prioritas tersebut dianggap kurang pas. “Nilainya tinggi, sementara dari segi usia tidak memenuhi syarat. Akhirnya tidak bisa masuk di sekolah yang dikehendaki,” ujar Sahnan, Kabid Pembinaan SMP Disdik Banjarmasin.

Sistem urutan itulah yang ingin diubah Disdik. Dengan skema; zonasi, nilai dan usia. Perubahan hanya terjadi pada bagian usia dan nilai.

Kenapa zonasi tetap prioritas utama? Sahnan punya jawabnya; efektif. Dari segi waktu, pengamanan, pengawasan dan transportasi.

Soal keluhan orang tua lantaran anak-anaknya tak bisa bersekolah di sekolah favorit, Sahnan juga punya jawaban tegas. “Tak ada istilah sekolah favorit,” katanya. Pemerataan kualitas pendidikan sudah diupayakan agar stigma itu dapat dihilangkan.

Selain perubahan urutan prioritas. Disdik juga menentukan persentase penerimaan siswa. Yakni 80 persen lewat pendaftaran online, 5 persen melalui jalur prestasi akademik, 5 persen prestasi non akademik, 5 persen untuk siswa diluar Banjarmasin dan 5 persen sisanya untuk alasan khusus.

Khusus anak dengan nilai akhir tinggi rencananya juga akan diberi apresiasi. Terutama yang punya nilai akhir 27 dengan rata-rata 9 per mata pelajaran. Mereka akan diberi kesempatan memilih sekolahnya sendiri. “Semisal dia ingin sekolah yang agak jauh sedikit,” ujar Sahnan.

Skema ini bertujuan untuk memotivasi dan memberi penghargaan kepada sang anak. Menurut Sahnan, perlu dikawal oleh peraturan daerah. Oleh sebab itu, Disdik kemarin berencana mengkonsultasikan draf tersebut kepada wali kota. “Draf ini pastinya harus berdampingan dengan kebijakan pemko agar dapat diaplikasikan,” ujarnya.

Untuk diketahui, draf disusun oleh jajaran Disdik dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP se-Kota Banjarmasin. (mr-150/ma/nur)

BANJARMASIN – Berkaca tahun lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin berupaya berbenah. Memperbaiki sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMP.

Sebelumnya sistem yang diberlakukan menuai protes. Draf terbaru pun disusun untuk kemudian dikonsultasikan ke Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Jika mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 pasal 11 ayat 1. Yang menyebutkan penerimaan PPDB kelas 7 (SMP) mempertimbangkan beberapa aturan. Dengan urutan prioritas; zonasi, usia dan nilai.

Favehotel Banjarmasin

Urutan prioritas tersebut dianggap kurang pas. “Nilainya tinggi, sementara dari segi usia tidak memenuhi syarat. Akhirnya tidak bisa masuk di sekolah yang dikehendaki,” ujar Sahnan, Kabid Pembinaan SMP Disdik Banjarmasin.

Sistem urutan itulah yang ingin diubah Disdik. Dengan skema; zonasi, nilai dan usia. Perubahan hanya terjadi pada bagian usia dan nilai.

Kenapa zonasi tetap prioritas utama? Sahnan punya jawabnya; efektif. Dari segi waktu, pengamanan, pengawasan dan transportasi.

Soal keluhan orang tua lantaran anak-anaknya tak bisa bersekolah di sekolah favorit, Sahnan juga punya jawaban tegas. “Tak ada istilah sekolah favorit,” katanya. Pemerataan kualitas pendidikan sudah diupayakan agar stigma itu dapat dihilangkan.

Selain perubahan urutan prioritas. Disdik juga menentukan persentase penerimaan siswa. Yakni 80 persen lewat pendaftaran online, 5 persen melalui jalur prestasi akademik, 5 persen prestasi non akademik, 5 persen untuk siswa diluar Banjarmasin dan 5 persen sisanya untuk alasan khusus.

Khusus anak dengan nilai akhir tinggi rencananya juga akan diberi apresiasi. Terutama yang punya nilai akhir 27 dengan rata-rata 9 per mata pelajaran. Mereka akan diberi kesempatan memilih sekolahnya sendiri. “Semisal dia ingin sekolah yang agak jauh sedikit,” ujar Sahnan.

Skema ini bertujuan untuk memotivasi dan memberi penghargaan kepada sang anak. Menurut Sahnan, perlu dikawal oleh peraturan daerah. Oleh sebab itu, Disdik kemarin berencana mengkonsultasikan draf tersebut kepada wali kota. “Draf ini pastinya harus berdampingan dengan kebijakan pemko agar dapat diaplikasikan,” ujarnya.

Untuk diketahui, draf disusun oleh jajaran Disdik dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP se-Kota Banjarmasin. (mr-150/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/