alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

1001 Kisah Pesantren: Setahun Tak Punya Rambut

Sistem poin diterapkan Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Halong, Kabupaten Balangan di bawah binaan KH M Syakhril Khasyi dalam menggembleng kedisiplinan santrinya.

Setiap pelanggaran ada poinnya masing-masing. Misalnya, keluar wilayah pondok tanpa izin maka poin pelanggarannya 2, tidak salat berjamaah di masjid tanpa alasan logis dapat 3 poin dan seterusnya.

Dalam sepekan, semua santri cuma punya jatah 8 poin.. Lebih dari itu, maka botak adalah salah satu wujud untuk memberi pertanggungjawaban yang harus dilakukan santri pelanggar.

Favehotel Banjarmasin

Suatu kali menjelang salat subuh, salah seorang Mu’alim keliling asrama santri untuk membangunkan para santri dari tidur, agar bersiap-siap pergi salat berjamaah ke masjid.

Seperti santri lainnya, Idris juga langsung duduk ketika dibangunkan.

“Ayo yang sudah bangun cuci muka, dan siap-siap pergi ke masjid,” imbuh Mu’alim tersebut.
“Iya Mu’alim,” sahut Idris.

Belum beberapa langkah sang Mu’alim berjalan, Idris lalu berbaring lagi. Saat terbangun, ikamah sudah dikumandangkan.

Ia pun bergegas menjumput sarung di atas lemari dan pergi ke masjid, tapi masbuk. Imam sudah memasuki rakaat kedua.Dia akhirnya dapat 3 poin lantaran terlambat.

Sore harinya, Idris melakukan pelanggaran lainnya, berbelanja keluar pondok tanpa izin dan kembali terlambat ke masjid untuk salat Magrib. Sudah 8 poin dikoleksi Idris, botak tak dapat dihindari.

Beradaptasi untuk bangun subuh tampaknya hal yang sangat susah bagi Idris pada masa-masa awalnya di pondok. Hari-hari berikutnya hampir sepekan penuh ia selalu masbuk saat salat subuh.

“Ia pun berhutang botak beberapa kali, jadi selama sekitar setahun tidak pernah punya rambut panjang. Tumbuh rambut seinci, langsung botak lagi,” kenang Ustaz Rizali, pengajar di pondok tersebut.

Tapi kesalahan itu dijadikan pembelajaran bagi Idris, sehingga di tahun-tahun berikutnya hampir tidak pernah lagi melakukan kesalahan. Bahkan selalu menjadi yang pertama datang ke masjid di waktu subuh.

Selain itu, kalau ada gotong royong di pondok, Idris pun selalu menjadi yang terdepan dan sangat cekatan. (why)

Sistem poin diterapkan Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Halong, Kabupaten Balangan di bawah binaan KH M Syakhril Khasyi dalam menggembleng kedisiplinan santrinya.

Setiap pelanggaran ada poinnya masing-masing. Misalnya, keluar wilayah pondok tanpa izin maka poin pelanggarannya 2, tidak salat berjamaah di masjid tanpa alasan logis dapat 3 poin dan seterusnya.

Dalam sepekan, semua santri cuma punya jatah 8 poin.. Lebih dari itu, maka botak adalah salah satu wujud untuk memberi pertanggungjawaban yang harus dilakukan santri pelanggar.

Favehotel Banjarmasin

Suatu kali menjelang salat subuh, salah seorang Mu’alim keliling asrama santri untuk membangunkan para santri dari tidur, agar bersiap-siap pergi salat berjamaah ke masjid.

Seperti santri lainnya, Idris juga langsung duduk ketika dibangunkan.

“Ayo yang sudah bangun cuci muka, dan siap-siap pergi ke masjid,” imbuh Mu’alim tersebut.
“Iya Mu’alim,” sahut Idris.

Belum beberapa langkah sang Mu’alim berjalan, Idris lalu berbaring lagi. Saat terbangun, ikamah sudah dikumandangkan.

Ia pun bergegas menjumput sarung di atas lemari dan pergi ke masjid, tapi masbuk. Imam sudah memasuki rakaat kedua.Dia akhirnya dapat 3 poin lantaran terlambat.

Sore harinya, Idris melakukan pelanggaran lainnya, berbelanja keluar pondok tanpa izin dan kembali terlambat ke masjid untuk salat Magrib. Sudah 8 poin dikoleksi Idris, botak tak dapat dihindari.

Beradaptasi untuk bangun subuh tampaknya hal yang sangat susah bagi Idris pada masa-masa awalnya di pondok. Hari-hari berikutnya hampir sepekan penuh ia selalu masbuk saat salat subuh.

“Ia pun berhutang botak beberapa kali, jadi selama sekitar setahun tidak pernah punya rambut panjang. Tumbuh rambut seinci, langsung botak lagi,” kenang Ustaz Rizali, pengajar di pondok tersebut.

Tapi kesalahan itu dijadikan pembelajaran bagi Idris, sehingga di tahun-tahun berikutnya hampir tidak pernah lagi melakukan kesalahan. Bahkan selalu menjadi yang pertama datang ke masjid di waktu subuh.

Selain itu, kalau ada gotong royong di pondok, Idris pun selalu menjadi yang terdepan dan sangat cekatan. (why)

Most Read

Artikel Terbaru

/