alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Warga Keluhkan Debu Angkutan Galian C

BANJARBARU – Sudah setahun terakhir, Ria, harus menutup rapat-rapat jendela rumahnya. Agar debu hasil dari aktivitas angkutan galian C yang masuk ke tempat tinggalnya dapat diminimalisir.

Warga yang bermukim di sepanjang Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Sungai Ulin ini pun mulai jenuh dengan hilir mudik truk pengangkut tanah yang melintas di depan rumahnya. “Saya setiap hari harus membersihkan rumah, lantaran penuh debu. Saya harap pemerintah dapat menertibkan truk-truk yang ada di sini,” keluhnya.

Dia mengungkapkan, pengelola tambang galian C seharusnya lebih intens melakukan penyiraman. Agar debu yang beterbangan akibat aktivitas truk dapat dikurangi. “Menyiram seadanya saja. Sebentar, jalan kering lagi,” ungkapnya.

Favehotel Banjarmasin

Hal senada diutarakan warga lainnya, Husniatun. Dia menuturkan, pengelola galian C selama tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. “Harusnya aparat datang ke sini, melihat bagaimana kondisi kami di sini,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua RT 24, Kelurahan Sungai Ulin, Wardana mengaku seringkali menerima keluhan dari masyarakat terkait debu yang dihasilkan truk pengangkut galian C. “Memang sangat berdebu, karena penyiraman kurang maksimal,” tuturnya.

Dia sendiri sudah berusaha untuk menindaklanjuti keluhan dari warganya. Namun, hingga saat ini dirinya belum bisa menemui pengelola tambang galian C yang ada di sana. “Saya sudah menghadap Lurah Sungai Ulin, meminta agar kami dipertemukan dengan pihak tambang. Tapi sampai sekarang belum dipertemukan juga,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, total ada lima RT yang terdampak oleh aktivitas angkutan tanah. Yaitu, RT 24, 27, 26, 29 dan 25. “Kalau tetap begini terus, warga di lima RT ini akan mendatangi dewan menceritakan tentang keluhan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Lurah Sungai Ulin Fauzi mengaku belum bisa memberikan jawaban. Sebab, dirinya masih sibuk. “Panjang ceritanya. Saya sekarang sedang menghadiri hearing dengan DPRD Banjarbaru,” singkatnya. (ris/by/bin)

BANJARBARU – Sudah setahun terakhir, Ria, harus menutup rapat-rapat jendela rumahnya. Agar debu hasil dari aktivitas angkutan galian C yang masuk ke tempat tinggalnya dapat diminimalisir.

Warga yang bermukim di sepanjang Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Sungai Ulin ini pun mulai jenuh dengan hilir mudik truk pengangkut tanah yang melintas di depan rumahnya. “Saya setiap hari harus membersihkan rumah, lantaran penuh debu. Saya harap pemerintah dapat menertibkan truk-truk yang ada di sini,” keluhnya.

Dia mengungkapkan, pengelola tambang galian C seharusnya lebih intens melakukan penyiraman. Agar debu yang beterbangan akibat aktivitas truk dapat dikurangi. “Menyiram seadanya saja. Sebentar, jalan kering lagi,” ungkapnya.

Favehotel Banjarmasin

Hal senada diutarakan warga lainnya, Husniatun. Dia menuturkan, pengelola galian C selama tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. “Harusnya aparat datang ke sini, melihat bagaimana kondisi kami di sini,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua RT 24, Kelurahan Sungai Ulin, Wardana mengaku seringkali menerima keluhan dari masyarakat terkait debu yang dihasilkan truk pengangkut galian C. “Memang sangat berdebu, karena penyiraman kurang maksimal,” tuturnya.

Dia sendiri sudah berusaha untuk menindaklanjuti keluhan dari warganya. Namun, hingga saat ini dirinya belum bisa menemui pengelola tambang galian C yang ada di sana. “Saya sudah menghadap Lurah Sungai Ulin, meminta agar kami dipertemukan dengan pihak tambang. Tapi sampai sekarang belum dipertemukan juga,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, total ada lima RT yang terdampak oleh aktivitas angkutan tanah. Yaitu, RT 24, 27, 26, 29 dan 25. “Kalau tetap begini terus, warga di lima RT ini akan mendatangi dewan menceritakan tentang keluhan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Lurah Sungai Ulin Fauzi mengaku belum bisa memberikan jawaban. Sebab, dirinya masih sibuk. “Panjang ceritanya. Saya sekarang sedang menghadiri hearing dengan DPRD Banjarbaru,” singkatnya. (ris/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/