alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Catat..! Memindahkan Sekolah SDN Basirih 10 Bukan Solusi

Pemindahan lokasi SDN Basirih 10 mengemuka. Sempat mencuat kabar, sekolah ini harusnya dipindah ke darat saja. Agar para guru dan murid tak perlu lagi susah payah menumpang kelotok atau mengayuh sampan.

Kepala SDN Basirih 10, Yuseri mengatakan pemindahan sekolah bisa jadi alternatif. Namun, ini bukan solusi untuk keterjangkauan akses pendidikan bagi warga setempat. “Rata-rata masyarakat Simpang Jelai yang sekolah di sini. Kalau dipindah saya yakin mereka enggan lagi sekolah,” kata dia.

Menurutnya, yang paling efektif dan efisien, tetap bangun akses jalan secepatnya. Atau normalisasi Sungai Jelai. Agar tak lagi bermasalah dan terlihat kumuh.

Favehotel Banjarmasin

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengiyakan bahwa pemindahan SDN Basirih 10 tak bisa dilakukan. “Ini sudah sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Setiap 300 meter harus ada sekolah. Kalau dipindah, masyarakat sekitar susah menyekolahkan,” kata Totok.

Oleh karena itu, ia tetap meminta pembangunan jalan dilanjutkan. “Intinya sudah memenuhi SPM,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra mengatakan, tahun 2018 tak ada anggaran lagi untuk kelanjutan pembangunan Jalan Simpang Jelai menuju SDN Basirih 10. “Tidak dianggarkan untuk tahun ini,” ungkapnya.

Alasannya; keterbatasan dana dan banyaknya ruas jalan di Kota Banjarmasin yang perlu dibangun dan diperbaiki.

Artinya, SDN Basirih 10 mesti lebih bersabar. Apalagi, menurut Chandra tahun ini jatah pembangunan jalan untuk banjarmasin cuma dua. “Pembangunan jalan Melatih Indah menuju Hikmah Banua dan pembangunan jalan tembus MT Haryono menuju kantor Pemko Banjarmasin,” tuntasnya. (dom/ma/nur)

Pemindahan lokasi SDN Basirih 10 mengemuka. Sempat mencuat kabar, sekolah ini harusnya dipindah ke darat saja. Agar para guru dan murid tak perlu lagi susah payah menumpang kelotok atau mengayuh sampan.

Kepala SDN Basirih 10, Yuseri mengatakan pemindahan sekolah bisa jadi alternatif. Namun, ini bukan solusi untuk keterjangkauan akses pendidikan bagi warga setempat. “Rata-rata masyarakat Simpang Jelai yang sekolah di sini. Kalau dipindah saya yakin mereka enggan lagi sekolah,” kata dia.

Menurutnya, yang paling efektif dan efisien, tetap bangun akses jalan secepatnya. Atau normalisasi Sungai Jelai. Agar tak lagi bermasalah dan terlihat kumuh.

Favehotel Banjarmasin

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengiyakan bahwa pemindahan SDN Basirih 10 tak bisa dilakukan. “Ini sudah sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Setiap 300 meter harus ada sekolah. Kalau dipindah, masyarakat sekitar susah menyekolahkan,” kata Totok.

Oleh karena itu, ia tetap meminta pembangunan jalan dilanjutkan. “Intinya sudah memenuhi SPM,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra mengatakan, tahun 2018 tak ada anggaran lagi untuk kelanjutan pembangunan Jalan Simpang Jelai menuju SDN Basirih 10. “Tidak dianggarkan untuk tahun ini,” ungkapnya.

Alasannya; keterbatasan dana dan banyaknya ruas jalan di Kota Banjarmasin yang perlu dibangun dan diperbaiki.

Artinya, SDN Basirih 10 mesti lebih bersabar. Apalagi, menurut Chandra tahun ini jatah pembangunan jalan untuk banjarmasin cuma dua. “Pembangunan jalan Melatih Indah menuju Hikmah Banua dan pembangunan jalan tembus MT Haryono menuju kantor Pemko Banjarmasin,” tuntasnya. (dom/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/