alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Telur Ayam di Banjarbaru Mulai Naik

BANJARBARU – Harga telur ayam ras di Martapura mulai mengalami kenaikan cukup signifikan. Seiring tingginya kebutuhan masyarakat mendekati bulan suci Ramadan yang akan masuk dalam beberapa hari lagi.

Rahman, salah seorang pedagang di Pasar Martapura mengatakan, kini harga telur ayam ras mencapai Rp26 ribu per kilogram. Naik Rp3 ribu, dibandingkan dengan bulan lalu. “Sekarang Rp26 ribu per kilogram, padahal bulan lalu hanya Rp23 ribu,” katanya, kemarin.

Dia mengaku tidak tahu, apa penyebab naiknya harga telur ayam ras. “Saya tidak tahu, karena dari Bati-Bati, Pelaihari harganya sudah naik,” ujarnya.

Favehotel Banjarmasin

Secara terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Banjar Ferryansyah menduga harga telur ayam mengalami kenaikan lantaran stoknya yang mulai menipis. “Sesuai dengan hukum dagang, semakin sedikit stok suatu barang. Harganya akan semakin mahal,” ungkapnya.

Dia berjanji akan menekan kenaikan harga bahan pokok di bulan Ramadan, dengan menjalankan beberapa program. Seperti menggelar operasi pasar dan melakukan sidak untuk mengantisipasi lonjakan harga. “Operasi pasar nanti akan menyebar di 13 titik di Kabupaten Banjar,” bebernya.

Untuk sidak pasar, pihaknya bakal bekerja sama dengan Satgas Pangan serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan beberapa instansi terkait. “Sidak yang nantinya kami laksanakan dua kali dalam sepekan,” ujar Ferry.

Meski begitu, menurutnya kenaikan harga bahan pokok tidak bisa dihindari saat menjelang hingga berakhirnya bulan Ramadan. “Setiap tahun kenaikan harga pasti terjadi. Tapi, kami akan tetap mencoba menekannya,” pungkasnya. (ris/ij/ram)

BANJARBARU – Harga telur ayam ras di Martapura mulai mengalami kenaikan cukup signifikan. Seiring tingginya kebutuhan masyarakat mendekati bulan suci Ramadan yang akan masuk dalam beberapa hari lagi.

Rahman, salah seorang pedagang di Pasar Martapura mengatakan, kini harga telur ayam ras mencapai Rp26 ribu per kilogram. Naik Rp3 ribu, dibandingkan dengan bulan lalu. “Sekarang Rp26 ribu per kilogram, padahal bulan lalu hanya Rp23 ribu,” katanya, kemarin.

Dia mengaku tidak tahu, apa penyebab naiknya harga telur ayam ras. “Saya tidak tahu, karena dari Bati-Bati, Pelaihari harganya sudah naik,” ujarnya.

Favehotel Banjarmasin

Secara terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Banjar Ferryansyah menduga harga telur ayam mengalami kenaikan lantaran stoknya yang mulai menipis. “Sesuai dengan hukum dagang, semakin sedikit stok suatu barang. Harganya akan semakin mahal,” ungkapnya.

Dia berjanji akan menekan kenaikan harga bahan pokok di bulan Ramadan, dengan menjalankan beberapa program. Seperti menggelar operasi pasar dan melakukan sidak untuk mengantisipasi lonjakan harga. “Operasi pasar nanti akan menyebar di 13 titik di Kabupaten Banjar,” bebernya.

Untuk sidak pasar, pihaknya bakal bekerja sama dengan Satgas Pangan serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan beberapa instansi terkait. “Sidak yang nantinya kami laksanakan dua kali dalam sepekan,” ujar Ferry.

Meski begitu, menurutnya kenaikan harga bahan pokok tidak bisa dihindari saat menjelang hingga berakhirnya bulan Ramadan. “Setiap tahun kenaikan harga pasti terjadi. Tapi, kami akan tetap mencoba menekannya,” pungkasnya. (ris/ij/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/