alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Terciduk Satpol PP, PSK di Eks Pembatuan ini Menangis dan Meronta

BANJARBARU – Satpol PP Banjarbaru, kembali mengamankan seorang pekerja seks komersial (PSK) saat melakukan penyisiran di eks lokalisasi Pembatuan dan Batubesi, Senin (7/5) tadi.

PSK berinisial SL, 48, itu sempat menolak untuk dibawa. Dia menangis dan meronta agar petugas tak membawa dirinya. “Dia seperti orang stres, menangis teriak-teriak,” kata anggota PPNS Satpol PP Banjarbaru Yanto Hidayat.

Meski begitu, anggota Satpol PP tetap membawa SL ke kantor untuk diperiksa. “Awalnya dia tidak mengaku dan menolak disebut PSK, padahal ada kami temukan 25 bungkus kondom di rumahnya di Batubesi. Tapi akhirnya dia mengaku juga,” tambah Yanto.

Favehotel Banjarmasin

Dia mengungkapkan, saat diperiksa SL mengaku memasang tarif Rp100 ribu untuk sekali kencan. “Dia tak punya pekerjaan dan perlu untuk keperluan hidup, jadi terpaksa jadi PSK,” ungkapnya.

Selasa (8/5) kemarin, SL langsung disidangkan di PN Banjarbaru. Dia melanggar pasal 3 ayat 1 huruf b perda nomor 6 tahun 2002 tentang pemberantasan pelacuran. “Hakim menjatuhkan pidana kurungan satu bulan kepadanya. Dengan ketentuan pidana tersebut tidak dijalani dalam masa waktu percobaan selama tiga bulan,” pungkas Yanto. (ris/al/bin)

BANJARBARU – Satpol PP Banjarbaru, kembali mengamankan seorang pekerja seks komersial (PSK) saat melakukan penyisiran di eks lokalisasi Pembatuan dan Batubesi, Senin (7/5) tadi.

PSK berinisial SL, 48, itu sempat menolak untuk dibawa. Dia menangis dan meronta agar petugas tak membawa dirinya. “Dia seperti orang stres, menangis teriak-teriak,” kata anggota PPNS Satpol PP Banjarbaru Yanto Hidayat.

Meski begitu, anggota Satpol PP tetap membawa SL ke kantor untuk diperiksa. “Awalnya dia tidak mengaku dan menolak disebut PSK, padahal ada kami temukan 25 bungkus kondom di rumahnya di Batubesi. Tapi akhirnya dia mengaku juga,” tambah Yanto.

Favehotel Banjarmasin

Dia mengungkapkan, saat diperiksa SL mengaku memasang tarif Rp100 ribu untuk sekali kencan. “Dia tak punya pekerjaan dan perlu untuk keperluan hidup, jadi terpaksa jadi PSK,” ungkapnya.

Selasa (8/5) kemarin, SL langsung disidangkan di PN Banjarbaru. Dia melanggar pasal 3 ayat 1 huruf b perda nomor 6 tahun 2002 tentang pemberantasan pelacuran. “Hakim menjatuhkan pidana kurungan satu bulan kepadanya. Dengan ketentuan pidana tersebut tidak dijalani dalam masa waktu percobaan selama tiga bulan,” pungkas Yanto. (ris/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/