alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Satpol PP dan Damkar Tanbu Amankan Puluhan Liter Tuak

BATULICIN – Satpol-PP dan Damkar Tanbu menyita puluhan liter tuak dari pemilik berinisial RW (53) yang tinggal di Jalan Serongga Kecamatan Simpang Empat, Senin (7/5) siang sekitar pukul 13.30 Wita.

Dari rumah pria asal Medan ini, Satpol-PP dan Damkar menyita 40 liter tuak yang merupakan salah satu jenis minuman memabukkan.

Pemilik minuman hasil permentasi tumbuhan yang memabukkan  itu tak berkutik saat personel Satpol-PP dan Damkar melakukan penyitaan.

Favehotel Banjarmasin

“Kami gerebek saat RW melayani pembeli di rumahnya sendiri,” ujar Danru Satpol-PP dan Damkar Tanbu,  Supiansyah, kemarin.

Tuak tersebut dijual dengan harga Rp40 ribu perteko. Dia membuat tuak tersebut sudah sejak 10 tahun lalu sampai sekarang.

Menurut Supiansyah, RW melanggar Perda Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 27 Tahun 2005 tentang Peredaran Larangan Minuman Beralkohol.

“Setelah proses BAP dan penyitaan barang bukti itu, RW akhirnya bersedia menanda tangani dan berjanji untuk tidak menjual tuak lagi. Tapi apabila mengulangi perbuatannya, dia bersedia bertangung jawab secara hukum di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batulicin,” katanya.

Dia berharap, warga menjauhi konsumsi tuak ini karena dapat memabukkan dan bisa menimbulkan niat jahat dari peminumnya.

“Bagi warga yang ingin coba-coba berjualan minuman ini, kami akan menindak tegas,” pungkasnya. (kry)

BATULICIN – Satpol-PP dan Damkar Tanbu menyita puluhan liter tuak dari pemilik berinisial RW (53) yang tinggal di Jalan Serongga Kecamatan Simpang Empat, Senin (7/5) siang sekitar pukul 13.30 Wita.

Dari rumah pria asal Medan ini, Satpol-PP dan Damkar menyita 40 liter tuak yang merupakan salah satu jenis minuman memabukkan.

Pemilik minuman hasil permentasi tumbuhan yang memabukkan  itu tak berkutik saat personel Satpol-PP dan Damkar melakukan penyitaan.

Favehotel Banjarmasin

“Kami gerebek saat RW melayani pembeli di rumahnya sendiri,” ujar Danru Satpol-PP dan Damkar Tanbu,  Supiansyah, kemarin.

Tuak tersebut dijual dengan harga Rp40 ribu perteko. Dia membuat tuak tersebut sudah sejak 10 tahun lalu sampai sekarang.

Menurut Supiansyah, RW melanggar Perda Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 27 Tahun 2005 tentang Peredaran Larangan Minuman Beralkohol.

“Setelah proses BAP dan penyitaan barang bukti itu, RW akhirnya bersedia menanda tangani dan berjanji untuk tidak menjual tuak lagi. Tapi apabila mengulangi perbuatannya, dia bersedia bertangung jawab secara hukum di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batulicin,” katanya.

Dia berharap, warga menjauhi konsumsi tuak ini karena dapat memabukkan dan bisa menimbulkan niat jahat dari peminumnya.

“Bagi warga yang ingin coba-coba berjualan minuman ini, kami akan menindak tegas,” pungkasnya. (kry)

Most Read

Artikel Terbaru

/