alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

ASTAGA! Pasar AMD Kini Beralihfungsi Menjadi Sarang Maksiat

Bertahun-tahun tak beroperasi, fungsi bangunan eks Pasar AMD tak kunjung jelas. Lantas, seperti apa wajahnya sekarang?

Eks Pasar AMD berlokasi di Kompleks Abdi Persada, Kelurahan Alalak Tengah. Tampilan fisiknya tampak muram. Sampah bertebaran di mana-mana. Coretan dinding bertuliskan kalimat-kalimat vulgar makin menegaskan konstruksi pasar tak terurus.

Masuk menuju bangunan pasar, kondisinya semakin parah. Bekas kaleng lem fox, bungkus zenith, dan botol gaduk berceceran. Bau pesing juga menyergap hidung. Dibangun sejak tahun 2007, bangunan ini tak beroperasi dan beralihfungsi menjadi sarang maksiat.

Favehotel Banjarmasin

Warga Kompleks Abdi Persada, Heriyadi mengatakan terbengkalainya pasar AMD membuat wagra risih. Remaja dan anak-anak sering bolak-balik tempat tersebut. Nongkrong sambil mengisap lem, mengonsumsi gaduk (Gajah Duduk), bahkan berbuat mesum.

Bangunan tambah ramai apabila sudah bertepatan dengan momen pasar malam. Digelar tiap hari Rabu dan Sabtu. “Mereka datang dari mana-mana. Tak cuma dari Alalak, tapi dari daerah luar,” ceritanya, kemarin (6/5).

Rumah Heriyadi bersebelahan dengan bangunan pasar. Dirinya mengaku tiap pekan harus menegur mereka lantaran tak enak hati. Melihat kondisi pasar yang sudah beralihfungsi. “Mau tidak mau harus ditegur. Saya kecipratan dosanya nanti,” keluhnya.

Diceritakannya, lahan pasar ini milik Pemprov Kalsel. Bangunannya kemudian disewa oleh pihak ketiga. “Nah, pihak ketiganya ini kabur. Jadi pasar tidak beroperasi lagi. Selain itu, kondisi pasar yang sempit juga membuat banyak yang enggan berjualan di sana,” tutur Heri.

Ia berharap bangunan pasar ini dibongkar saja. Untuk diubah fungsi menjadi taman atau arena olahraga. Jika dibiarkan, Heri sangsi perilaku maksiat bisa diredam begitu saja.

Sementara itu, Bhabinkamtibas Kelurahan Alalak Tengah, Joko Susilo sudah bolak-balik ke bangunan itu. Untuk menindak mereka yang melanggar. “Namun, mereka itu bebal. Hilang satu, ada lagi yang datang. Rata-rata bukan dari Alalak. Jadi susah menindaknya,” tuturnya.

Joko juga sepakat dengan Heriyadi. Bangunan itu harus dibongkar. “Tinggal kemauan pemprov atau pemko saja. Kalau kami selalu mengawasi. Satpol PP Kota Banjarmasin juga begitu,” tepisnya.

Warga di sekitar bangunan eks pasar itu sudah mengadu ke pemprov. Perwakilan Ketua RT, Lurah Alalak Tengah, serta Camat Banjarmasin sepakat untuk menolak terbengkalainya pasar AMD. Namun, Joko mengatakan hingga kini masih belum ada tindakan nyata untuk merubah wajah pasar. (dom/ma/nur)

Bertahun-tahun tak beroperasi, fungsi bangunan eks Pasar AMD tak kunjung jelas. Lantas, seperti apa wajahnya sekarang?

Eks Pasar AMD berlokasi di Kompleks Abdi Persada, Kelurahan Alalak Tengah. Tampilan fisiknya tampak muram. Sampah bertebaran di mana-mana. Coretan dinding bertuliskan kalimat-kalimat vulgar makin menegaskan konstruksi pasar tak terurus.

Masuk menuju bangunan pasar, kondisinya semakin parah. Bekas kaleng lem fox, bungkus zenith, dan botol gaduk berceceran. Bau pesing juga menyergap hidung. Dibangun sejak tahun 2007, bangunan ini tak beroperasi dan beralihfungsi menjadi sarang maksiat.

Favehotel Banjarmasin

Warga Kompleks Abdi Persada, Heriyadi mengatakan terbengkalainya pasar AMD membuat wagra risih. Remaja dan anak-anak sering bolak-balik tempat tersebut. Nongkrong sambil mengisap lem, mengonsumsi gaduk (Gajah Duduk), bahkan berbuat mesum.

Bangunan tambah ramai apabila sudah bertepatan dengan momen pasar malam. Digelar tiap hari Rabu dan Sabtu. “Mereka datang dari mana-mana. Tak cuma dari Alalak, tapi dari daerah luar,” ceritanya, kemarin (6/5).

Rumah Heriyadi bersebelahan dengan bangunan pasar. Dirinya mengaku tiap pekan harus menegur mereka lantaran tak enak hati. Melihat kondisi pasar yang sudah beralihfungsi. “Mau tidak mau harus ditegur. Saya kecipratan dosanya nanti,” keluhnya.

Diceritakannya, lahan pasar ini milik Pemprov Kalsel. Bangunannya kemudian disewa oleh pihak ketiga. “Nah, pihak ketiganya ini kabur. Jadi pasar tidak beroperasi lagi. Selain itu, kondisi pasar yang sempit juga membuat banyak yang enggan berjualan di sana,” tutur Heri.

Ia berharap bangunan pasar ini dibongkar saja. Untuk diubah fungsi menjadi taman atau arena olahraga. Jika dibiarkan, Heri sangsi perilaku maksiat bisa diredam begitu saja.

Sementara itu, Bhabinkamtibas Kelurahan Alalak Tengah, Joko Susilo sudah bolak-balik ke bangunan itu. Untuk menindak mereka yang melanggar. “Namun, mereka itu bebal. Hilang satu, ada lagi yang datang. Rata-rata bukan dari Alalak. Jadi susah menindaknya,” tuturnya.

Joko juga sepakat dengan Heriyadi. Bangunan itu harus dibongkar. “Tinggal kemauan pemprov atau pemko saja. Kalau kami selalu mengawasi. Satpol PP Kota Banjarmasin juga begitu,” tepisnya.

Warga di sekitar bangunan eks pasar itu sudah mengadu ke pemprov. Perwakilan Ketua RT, Lurah Alalak Tengah, serta Camat Banjarmasin sepakat untuk menolak terbengkalainya pasar AMD. Namun, Joko mengatakan hingga kini masih belum ada tindakan nyata untuk merubah wajah pasar. (dom/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/