alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Peringatan! Parkir Depan Rumah Bisa Digugat, ini Aturannya

BANJARMASIN – Ini peringatan bagi penghuni perumahan atau kompleks. Yang sering memarkirkan kendaraan pribadi secara serampangan. Jika tetangga sudah kepalang kesal, mereka bisa saja membawanya ke meja hukum. Untuk melakukan gugatan secara perdata.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalsel, Royzani Sjachril mengatakan fenomena parkir sembarangan yang bikin risih ini sudah diatur secara hukum. Tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer).

Dalam pasal 671 KUHPer, disebutkan jalan lorong, setapak, dan jalan besar milik bersama tak bisa digunakan untuk kepentingan lainnya. Apalagi dipindah, atau dirusak. “Jadi silakan saja untuk melaporkan kalau memang risih,” pesannya

Favehotel Banjarmasin

Dasar hukum lainnya: pasal 1365 KUHPer. Isinya, tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu untuk menggantikan kesalahannya.

Namun, ketika melaporkan Anda harus punya bukti otentik dan alasan kuat. Mengapa Anda bisa sampai dirugikan dengan aktivitas tetangga yang memarkir di depan rumah.

Menurut Roy, ini juga menjadi imbauan untuk para pengembang perumahan. Agar menyediakan garasi yang layak dan sesuai dengan segmen pembeli. “Kalau kelas menengah ke atas, lebih baik dibuat sedemikian rupa garasinya,” kata dia.

Ia juga berkomitmen untuk memperketat aturan main lainnya yang ada di perumahan. Untuk disosialisasikan kepada pengembang-pengembang lainnya. (dom/ma/nur)

BANJARMASIN – Ini peringatan bagi penghuni perumahan atau kompleks. Yang sering memarkirkan kendaraan pribadi secara serampangan. Jika tetangga sudah kepalang kesal, mereka bisa saja membawanya ke meja hukum. Untuk melakukan gugatan secara perdata.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalsel, Royzani Sjachril mengatakan fenomena parkir sembarangan yang bikin risih ini sudah diatur secara hukum. Tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer).

Dalam pasal 671 KUHPer, disebutkan jalan lorong, setapak, dan jalan besar milik bersama tak bisa digunakan untuk kepentingan lainnya. Apalagi dipindah, atau dirusak. “Jadi silakan saja untuk melaporkan kalau memang risih,” pesannya

Favehotel Banjarmasin

Dasar hukum lainnya: pasal 1365 KUHPer. Isinya, tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu untuk menggantikan kesalahannya.

Namun, ketika melaporkan Anda harus punya bukti otentik dan alasan kuat. Mengapa Anda bisa sampai dirugikan dengan aktivitas tetangga yang memarkir di depan rumah.

Menurut Roy, ini juga menjadi imbauan untuk para pengembang perumahan. Agar menyediakan garasi yang layak dan sesuai dengan segmen pembeli. “Kalau kelas menengah ke atas, lebih baik dibuat sedemikian rupa garasinya,” kata dia.

Ia juga berkomitmen untuk memperketat aturan main lainnya yang ada di perumahan. Untuk disosialisasikan kepada pengembang-pengembang lainnya. (dom/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/