alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Rasa Malas Jadi Motivasi

Irma Ardianti. Perempuan cantik asal Tapin ini layak disebut inspirator. Dia membuka lapangan pekerjaan baru di tanah kelahirannya. Berupa jasa antar makanan berbasis online. Namanya ojek.and.food.

Mirip seperti gojek. Hanya saja sistemnya lebih sederhana. Cuma mengandalkan platform pesan singkat seperti Whatsapp atau melalui medsos.

Perempuan kelahiran 12 Agustus 1994 ini kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Dari sanalah idenya untuk membuka jasa kurir online muncul. Kebetulan dia sering mengandalkan jasa serupa di ibu kota. Kalau boleh di sebut, Irma orangnya memang pemalas. Namun, itulah yang jadi motivasinya.

Favehotel Banjarmasin

“Waktu itu mikirnya, daripada sering nyuruh orang buat beli makanan buat aku doang, mending buat jasa online juga. Menggunakan medsos tanpa harus pakai aplikasi. Sekalian membuka lapangan pekerjaan baru,” tuturnya.

Irma punya alasan kuat membuka jasa kurir online di Tapin. Biar kampung halamannya tak ketinggalan dibandingkan daerah lain. Sebut saja Banjarmasin. “Di daerah kan belum ada,” sebut cewek berusia 23 tahun itu.

Idenya memang sempat diremehkan teman-temannya di Tapin. Karena warga di sana dianggap belum terlalu membutuhkan jasa online. “Mereka bilang 90 persen tidak akan laku,” katanya.

Tapi Irma tetap kukuh. Dia mengabaikan pendapat teman-temannya. Karena tekadnya sudah bulat, dirinya mulai membuat medsos.

Hanya dengan membuat medsos, tentu saja belum cukup. Irma butuh kurir alias driver. Di sinilah kendala yang harus dia hadapi. “Drivernya sambil di tawarin ke teman-teman yang nganggur dan para ojek pangkalan. Tapi nggak ada yang mau. Padahal sudah dibilang nggak ada dipungut biaya,” tuturnya.

Singkat cerita, akhirnya ada yang mau bergabung menjadi driver. Itupun didapat setelah diberikan penjelasan melalui telpon dan chat pribadi melalui medsos. “Juni komunikasi, baru Juli 2017 mau jadi driver. Itupun hanya bertahan sekitar satu minggu. Karena gengsi jadi tukang ojek,” imbuhnya.

Saking susahnya mencari driver, Irma sempat turun tangan mengantarkan pesanan dari jasa yang sudah dia buat. “Tapi alhamudlillah setelah banyak yang tahu jasa kurir online. Sekarang banyak pengin gabung,” bebernya.

Kini jasa kurir online pengantar makanan ala Irma sudah sukses. Bahkan tak cuma ada di Rantau. Tapi juga di Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

Bagi siapapun yang ingin bergabung dengan ojek.and.food, Irma siap mengajarkan ilmunya. “Silakan hubungi saya langsung,” ucap mahasiswi semester akhir semester akhir jurusan manajemen tersebut.

Sekarang, selain menerima jasa kurir online, ojek.and.food juga menerima orang yang ingin promosi berbagai jenis makanan dan minuman. Tarifnya satu promosi Rp10 ribu.

“Uang dari hasil promosi nantinya digunakan untuk keperluan para driver apabila terjadi kecelakaan atau musibah. Atau membantu fakir miskin sampai lansia yang tidak bekerja lagi,” pungkasnya. (shn/ma/nur)

Irma Ardianti. Perempuan cantik asal Tapin ini layak disebut inspirator. Dia membuka lapangan pekerjaan baru di tanah kelahirannya. Berupa jasa antar makanan berbasis online. Namanya ojek.and.food.

Mirip seperti gojek. Hanya saja sistemnya lebih sederhana. Cuma mengandalkan platform pesan singkat seperti Whatsapp atau melalui medsos.

Perempuan kelahiran 12 Agustus 1994 ini kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Dari sanalah idenya untuk membuka jasa kurir online muncul. Kebetulan dia sering mengandalkan jasa serupa di ibu kota. Kalau boleh di sebut, Irma orangnya memang pemalas. Namun, itulah yang jadi motivasinya.

Favehotel Banjarmasin

“Waktu itu mikirnya, daripada sering nyuruh orang buat beli makanan buat aku doang, mending buat jasa online juga. Menggunakan medsos tanpa harus pakai aplikasi. Sekalian membuka lapangan pekerjaan baru,” tuturnya.

Irma punya alasan kuat membuka jasa kurir online di Tapin. Biar kampung halamannya tak ketinggalan dibandingkan daerah lain. Sebut saja Banjarmasin. “Di daerah kan belum ada,” sebut cewek berusia 23 tahun itu.

Idenya memang sempat diremehkan teman-temannya di Tapin. Karena warga di sana dianggap belum terlalu membutuhkan jasa online. “Mereka bilang 90 persen tidak akan laku,” katanya.

Tapi Irma tetap kukuh. Dia mengabaikan pendapat teman-temannya. Karena tekadnya sudah bulat, dirinya mulai membuat medsos.

Hanya dengan membuat medsos, tentu saja belum cukup. Irma butuh kurir alias driver. Di sinilah kendala yang harus dia hadapi. “Drivernya sambil di tawarin ke teman-teman yang nganggur dan para ojek pangkalan. Tapi nggak ada yang mau. Padahal sudah dibilang nggak ada dipungut biaya,” tuturnya.

Singkat cerita, akhirnya ada yang mau bergabung menjadi driver. Itupun didapat setelah diberikan penjelasan melalui telpon dan chat pribadi melalui medsos. “Juni komunikasi, baru Juli 2017 mau jadi driver. Itupun hanya bertahan sekitar satu minggu. Karena gengsi jadi tukang ojek,” imbuhnya.

Saking susahnya mencari driver, Irma sempat turun tangan mengantarkan pesanan dari jasa yang sudah dia buat. “Tapi alhamudlillah setelah banyak yang tahu jasa kurir online. Sekarang banyak pengin gabung,” bebernya.

Kini jasa kurir online pengantar makanan ala Irma sudah sukses. Bahkan tak cuma ada di Rantau. Tapi juga di Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

Bagi siapapun yang ingin bergabung dengan ojek.and.food, Irma siap mengajarkan ilmunya. “Silakan hubungi saya langsung,” ucap mahasiswi semester akhir semester akhir jurusan manajemen tersebut.

Sekarang, selain menerima jasa kurir online, ojek.and.food juga menerima orang yang ingin promosi berbagai jenis makanan dan minuman. Tarifnya satu promosi Rp10 ribu.

“Uang dari hasil promosi nantinya digunakan untuk keperluan para driver apabila terjadi kecelakaan atau musibah. Atau membantu fakir miskin sampai lansia yang tidak bekerja lagi,” pungkasnya. (shn/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/