alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Lelang Dirut PDAM Bandarmasih Masuki Babak Akhir, Siapa "Pemenangnya"?

BANJARMASIN – Persaingan perebutan kursi Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih memasuki babak akhir. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjanjikan “pemenang” lelang jabatan itu bakal diumumkan, Senin (7/5) depan.

“Sebenarnya saya belum menjatuhkan pilihan tetap. Saya masih perlu menjaring masukan dari banyak pihak. Siapa kira-kira yang terbaik dari ketiga kandidat ini,” kata Ibnu, kemarin (2/5).

Setelah serangkaian seleksi yang melelahkan, dari 19 pelamar, empat dinyatakan gugur pada tahap seleksi administrasi. Panitia Seleksi (Pansel) kemudian mengerucutkan 14 nama itu hingga tersisa tiga. Dengan inisial Y, F dan S.

Favehotel Banjarmasin

Y tak lain Yudha Ahmadi. Direktur Teknik PDAM Bandarmasih yang juga merangkap sebagai Pjs (Pejabat Sementara) dirut. Sementara F adalah Farida Ariati, Direktur Umum PDAM Bandarmasih. Sedangkan S adalah Sopian. Manajer SDM (Sumber Daya Manusia) PDAM Bandarmasih.

Praktis, daftar nominasi hanya diisi nama-nama internal PDAM. Dari level direksi sampai manajerial. Tak ada satu pun pelamar dari kalangan eksternal yang lolos.

Tiga kandidat ini kemudian diserahkan Pansel pada wali kota. Sebagai pemilik BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), dia punya hak prerogatif untuk menjatuhkan pilihan. “Mudah-mudahan pada Senin (7/5) depan sudah bisa saya umumkan. Siapa yang layak untuk direkomendasikan menjadi dirut yang baru,” imbuhnya.

Setelah pengumuman, menyusul pelantikan. Dijadwalkan berlangsung pekan pertama Mei ini. Siapa yang bakal terpilih, Ibnu tak sedikit pun memberi petunjuk. Dia hanya tersenyum ketika diminta memberi bocoran. “Tunggu saja, sesuai jadwal kan harus diumumkan 7 Mei,” pungkasnya.

Lelang jabatan ini mengacu pada PP No 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Selain dari Dewan Pengawas PDAM, Pansel juga diisi akademisi dari ULM (Universitas Lambung Mangkurat).

Kekosongan pucuk jabatan perusahaan pelat merah itu menyusul operasi tangkap tangan yang digelar KPK pada September 2017 lalu. Di mana dirut terdahulu, yakni Muslih dan mantan Ketua DPRD Banjarmasin, Iwan Rusmali akhirnya dibui. Akibat kasus suap untuk pemulusan pengesahan perda penyertaan modal PDAM. (fud/at/nur)

BANJARMASIN – Persaingan perebutan kursi Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih memasuki babak akhir. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjanjikan “pemenang” lelang jabatan itu bakal diumumkan, Senin (7/5) depan.

“Sebenarnya saya belum menjatuhkan pilihan tetap. Saya masih perlu menjaring masukan dari banyak pihak. Siapa kira-kira yang terbaik dari ketiga kandidat ini,” kata Ibnu, kemarin (2/5).

Setelah serangkaian seleksi yang melelahkan, dari 19 pelamar, empat dinyatakan gugur pada tahap seleksi administrasi. Panitia Seleksi (Pansel) kemudian mengerucutkan 14 nama itu hingga tersisa tiga. Dengan inisial Y, F dan S.

Favehotel Banjarmasin

Y tak lain Yudha Ahmadi. Direktur Teknik PDAM Bandarmasih yang juga merangkap sebagai Pjs (Pejabat Sementara) dirut. Sementara F adalah Farida Ariati, Direktur Umum PDAM Bandarmasih. Sedangkan S adalah Sopian. Manajer SDM (Sumber Daya Manusia) PDAM Bandarmasih.

Praktis, daftar nominasi hanya diisi nama-nama internal PDAM. Dari level direksi sampai manajerial. Tak ada satu pun pelamar dari kalangan eksternal yang lolos.

Tiga kandidat ini kemudian diserahkan Pansel pada wali kota. Sebagai pemilik BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), dia punya hak prerogatif untuk menjatuhkan pilihan. “Mudah-mudahan pada Senin (7/5) depan sudah bisa saya umumkan. Siapa yang layak untuk direkomendasikan menjadi dirut yang baru,” imbuhnya.

Setelah pengumuman, menyusul pelantikan. Dijadwalkan berlangsung pekan pertama Mei ini. Siapa yang bakal terpilih, Ibnu tak sedikit pun memberi petunjuk. Dia hanya tersenyum ketika diminta memberi bocoran. “Tunggu saja, sesuai jadwal kan harus diumumkan 7 Mei,” pungkasnya.

Lelang jabatan ini mengacu pada PP No 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Selain dari Dewan Pengawas PDAM, Pansel juga diisi akademisi dari ULM (Universitas Lambung Mangkurat).

Kekosongan pucuk jabatan perusahaan pelat merah itu menyusul operasi tangkap tangan yang digelar KPK pada September 2017 lalu. Di mana dirut terdahulu, yakni Muslih dan mantan Ketua DPRD Banjarmasin, Iwan Rusmali akhirnya dibui. Akibat kasus suap untuk pemulusan pengesahan perda penyertaan modal PDAM. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/