alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Apes Dah..!! Tak Bawa SIM dan STNK, Motor Pelajar ini Diamankan

BANJARMASIN – Dhea Ananda Putri (16) dibuat panik. Motor siswa salah satu SMA di Banjarmasin Utara itu diberhentikan petugas Satlantas Polresta Banjarmasin. Warga Handil Bakti, Barito Kuala itu terjaring razia Operasi Patuh Intan 2018 di Jalan Hasan Basry, kemarin (2/5) pagi.

Wajah Dhea mendadak memucat. Dia gugup. Apalagi ketika petugas mulai mempertanyakan legalitasnya berkendara di jalan raya. Maklum, statusnya masih di bawah umur.

Dhea mencoba membela diri. Dia berdalih, tak mengetahui adanya larangan tersebut. “Belum pernah ada sosialisasi ke sekolah saya terkait anak di bawah umur atau yang masih pelajar dilarang mengendarai motor,” tuturnya.

Favehotel Banjarmasin

Selain belum punya Surat Izin Mengemudi (SIM), gadis ini juga tak membawa STNK. Mau tak mau polisi harus menahan sepeda motornya sebagai barang bukti tilang.

“STNK-nya ada pak. Tapi di rumah keluarga saya jauh. Bagaimana ini saya mau pulang kalau motor diamankan,” ucapnya ngeyel saat diproses petugas lantas.

Bertemu remaja yang ngeyel, polisi tetap sabar. Berupaya menjelaskan agar si anak mau mengerti kesalahannya.

“Setiap hari saya naik motor sekolah. Siapa yang antar saya sekolah. Saya diizinkan saja sekolah naik motor oleh kedua orang tua saya,” ungkapnya.

Kala itu, Dhea mengaku sedang buru-buru. Dia harus segera menuju sebuah hotel untuk melaksanakan gladi bersih perpisahan kelulusan.

Akhir cerita, apapun alasan Dhea, polisi tetap menilangnya. Dan motor kesayangannya disita.

Kasat lantas Polresta Banjarmasin, Kompol Wibowo melalui KBO Satlantas Polresta Banjarmasin Ipda Sunaryanto, mengungkap razia diterapkan dengan sistem hunting. Artinya, Operasi Patuh Intan bisa digelar di mana saja. “Satu atau dua jam operasi kami pindah lagi ke lokasi yang lain. Yang dianggap rawan dengan banyaknya pelanggaran,” sebutnya.

“Bisa lihat sendiri tadi di sini banyak ditemukan beberapa orang pelajar yang kami jaring. Patutnya orang tua jangan membiarkan anak mereka mengendarai motor,” tambah Sunaryanto.

Operasi Patuh Intan kali ini menyasar beberapa potensi pelanggaran. Pengendara di bawah umur, angkutan yang melebihi muatan, tak mengenakan sabuk pengaman, sepeda motor yang dipasang knalpot variasi dan rotator tak standar.

“Ada kawasan yang dianggap rawan pelanggaran. Seperti Hasan Basry, Sultan Adam, Sutoyo S dan Lingkar Selatan serta Pramuka. Kami melaksanakan operasi tak mengenal tempat dan waktu,” pungkasnya. (lan/at/nur)

BANJARMASIN – Dhea Ananda Putri (16) dibuat panik. Motor siswa salah satu SMA di Banjarmasin Utara itu diberhentikan petugas Satlantas Polresta Banjarmasin. Warga Handil Bakti, Barito Kuala itu terjaring razia Operasi Patuh Intan 2018 di Jalan Hasan Basry, kemarin (2/5) pagi.

Wajah Dhea mendadak memucat. Dia gugup. Apalagi ketika petugas mulai mempertanyakan legalitasnya berkendara di jalan raya. Maklum, statusnya masih di bawah umur.

Dhea mencoba membela diri. Dia berdalih, tak mengetahui adanya larangan tersebut. “Belum pernah ada sosialisasi ke sekolah saya terkait anak di bawah umur atau yang masih pelajar dilarang mengendarai motor,” tuturnya.

Favehotel Banjarmasin

Selain belum punya Surat Izin Mengemudi (SIM), gadis ini juga tak membawa STNK. Mau tak mau polisi harus menahan sepeda motornya sebagai barang bukti tilang.

“STNK-nya ada pak. Tapi di rumah keluarga saya jauh. Bagaimana ini saya mau pulang kalau motor diamankan,” ucapnya ngeyel saat diproses petugas lantas.

Bertemu remaja yang ngeyel, polisi tetap sabar. Berupaya menjelaskan agar si anak mau mengerti kesalahannya.

“Setiap hari saya naik motor sekolah. Siapa yang antar saya sekolah. Saya diizinkan saja sekolah naik motor oleh kedua orang tua saya,” ungkapnya.

Kala itu, Dhea mengaku sedang buru-buru. Dia harus segera menuju sebuah hotel untuk melaksanakan gladi bersih perpisahan kelulusan.

Akhir cerita, apapun alasan Dhea, polisi tetap menilangnya. Dan motor kesayangannya disita.

Kasat lantas Polresta Banjarmasin, Kompol Wibowo melalui KBO Satlantas Polresta Banjarmasin Ipda Sunaryanto, mengungkap razia diterapkan dengan sistem hunting. Artinya, Operasi Patuh Intan bisa digelar di mana saja. “Satu atau dua jam operasi kami pindah lagi ke lokasi yang lain. Yang dianggap rawan dengan banyaknya pelanggaran,” sebutnya.

“Bisa lihat sendiri tadi di sini banyak ditemukan beberapa orang pelajar yang kami jaring. Patutnya orang tua jangan membiarkan anak mereka mengendarai motor,” tambah Sunaryanto.

Operasi Patuh Intan kali ini menyasar beberapa potensi pelanggaran. Pengendara di bawah umur, angkutan yang melebihi muatan, tak mengenakan sabuk pengaman, sepeda motor yang dipasang knalpot variasi dan rotator tak standar.

“Ada kawasan yang dianggap rawan pelanggaran. Seperti Hasan Basry, Sultan Adam, Sutoyo S dan Lingkar Selatan serta Pramuka. Kami melaksanakan operasi tak mengenal tempat dan waktu,” pungkasnya. (lan/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/