alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

Akhirnya, Insentif Guru Honor di Banjarmasin Sudah Cair

BANJARMASIN – Sempat was-was, ribuan guru honorer dan tenaga kependidikan (GTK) Banjarmasin akhirnya bisa bernafas lega. Kepala Dinas Pendidikan kota ini memastikan dana insentif untuk tingkat SD dan SMP sudah dibayarkan.

“Jum’at (27/4) sudah kami cairkan. Totalnya ada sekitar 1.356 guru dan tenaga kependidikan yang menerima insentif,” beber Totok Agus Daryanto, kemarin (1/5).

Nilainya Rp800 ribu untuk guru. Rp650 ribu bagi operator komputer dan tata usaha sekolah. Dan Rp500 ribu untuk petugas kebersihan.

Favehotel Banjarmasin

“Awalnya kami memang pengin mencairkan per bulan. Namun, karena menunggu penyelesaian adminsitrasi jadi sampai tiga bulan menunggu,” ungkap Totok.

Macetnya pencairan terjadi lantaran perubahan regulasi Dana Bantuan Operasional Daerah (BOSDA). “Sekarang dana BOSDA diubah untuk insentif guru honor dan tenaga pendidikan. Perubahan ini perlu proses administrasi lagi,” kata dia.

Jika pun masih ditemukan guru atau tenaga kependidikan honorer yang belum menerima insentif, Totok meyakini hanya terjadi masalah kecil. Misal, karena pembuatan rekening belum rampung. “Mengingat pencairan hanya lewat Bank Kalsel,” jelasnya.

Banjarmasin masih minim pendidik. Hingga saat ini, pemko kekurangan 800 guru berstatus PNS. Paling banyak untuk SD, angkanya 500. Ditambah tahun ini tercatat ada sekitar 120 guru yang bakal pensiun.

Pengamat Pendidikan Uniska MAAB Banjarmasin, Jarkawi mengatakan pencairan insentif guru honorer dan tenaga pendidikan mestinya tepat waktu. Tak boleh telat lagi. Sebab, mandeknya kucuran tak cuma berimbas pada kualitas hidup guru dan tenaga kependidikan.

“Ini juga akan mempengaruhi mutu pendidikan kita. Kalau guru saja masih sibuk memikirkan pencairan insentif, mana bisa mengubah kualitas pendidikan,” sangsinya.

Ditegaskannya, untuk menyegarkan mutu pendidikan, ada dua hal wajib yang harus dibenahi. Sistem dan sumber daya manusia. “Nah, persoalan lambatnya pencairan insentif guru honor berkaitan bagaimana Pemko bisa cepat tanggap membenahi problem sumber daya manusia dalam dunia pendidikan,” tuntasnya. (dom/at/nur)

BANJARMASIN – Sempat was-was, ribuan guru honorer dan tenaga kependidikan (GTK) Banjarmasin akhirnya bisa bernafas lega. Kepala Dinas Pendidikan kota ini memastikan dana insentif untuk tingkat SD dan SMP sudah dibayarkan.

“Jum’at (27/4) sudah kami cairkan. Totalnya ada sekitar 1.356 guru dan tenaga kependidikan yang menerima insentif,” beber Totok Agus Daryanto, kemarin (1/5).

Nilainya Rp800 ribu untuk guru. Rp650 ribu bagi operator komputer dan tata usaha sekolah. Dan Rp500 ribu untuk petugas kebersihan.

Favehotel Banjarmasin

“Awalnya kami memang pengin mencairkan per bulan. Namun, karena menunggu penyelesaian adminsitrasi jadi sampai tiga bulan menunggu,” ungkap Totok.

Macetnya pencairan terjadi lantaran perubahan regulasi Dana Bantuan Operasional Daerah (BOSDA). “Sekarang dana BOSDA diubah untuk insentif guru honor dan tenaga pendidikan. Perubahan ini perlu proses administrasi lagi,” kata dia.

Jika pun masih ditemukan guru atau tenaga kependidikan honorer yang belum menerima insentif, Totok meyakini hanya terjadi masalah kecil. Misal, karena pembuatan rekening belum rampung. “Mengingat pencairan hanya lewat Bank Kalsel,” jelasnya.

Banjarmasin masih minim pendidik. Hingga saat ini, pemko kekurangan 800 guru berstatus PNS. Paling banyak untuk SD, angkanya 500. Ditambah tahun ini tercatat ada sekitar 120 guru yang bakal pensiun.

Pengamat Pendidikan Uniska MAAB Banjarmasin, Jarkawi mengatakan pencairan insentif guru honorer dan tenaga pendidikan mestinya tepat waktu. Tak boleh telat lagi. Sebab, mandeknya kucuran tak cuma berimbas pada kualitas hidup guru dan tenaga kependidikan.

“Ini juga akan mempengaruhi mutu pendidikan kita. Kalau guru saja masih sibuk memikirkan pencairan insentif, mana bisa mengubah kualitas pendidikan,” sangsinya.

Ditegaskannya, untuk menyegarkan mutu pendidikan, ada dua hal wajib yang harus dibenahi. Sistem dan sumber daya manusia. “Nah, persoalan lambatnya pencairan insentif guru honor berkaitan bagaimana Pemko bisa cepat tanggap membenahi problem sumber daya manusia dalam dunia pendidikan,” tuntasnya. (dom/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/