alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Dikemas Merek Baru, Polda Kalsel Sita 492 Karung Gula Rafinasi

BANJARMASIN – Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel menangkap Fahrul Razi. Dia terbukti mengemas ulang gula rafinasi dengan merek baru.

Perbuatan nakal Fahrul terbongkar Jumat (27/4) tadi. Kala itu polisi curiga dengan aktivitas bongkar muat di sebuah gudang di kompleks Pergudangan 88, Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan.

Ketika dihampiri, polisi menemukan pemandangan yang tak biasa di dalamnya. Gudang tersebut ternyata bukan hanya dijadikan tempat penyimpanan gula. Tapi juga untuk mengemas ulang dengan kemasan baru.

Favehotel Banjarmasin

Gula-gula rafinasi yang semula berlabel PT Berkah Manis Makmur (BMM) diganti menjadi merek Raja Gula, milik Fahrul.

Sebagian ada juga yang dikemas dalam karung putih polos. Gula-gula tersebut diketahui diedarkan di seluruh wilayah Kalsel.

“Jumlahnya ratusan karung. Per karung beratnya 50 Kg. Semuanya sudah kami amankan,” kata Direktur Krimsus, Komisaris Besar Polisi Rizal Irawan, kemarin (30/4) siang.

Dihitung, total ada 492 karung berisi gula rafinasi yang disita dari gudang milik Fahrul. Rinciannya; 10 karung isi 50 kg gula rafinasi berlabel PT BMM, 388 karung 50 kg merek Raja Gula dan 94 karung 50 kg karung putih polos.

Dugaan sementara, kenakalan pelaku sudah berlangsung cukup lama. Karena dari hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti yang digunakan. Tiga unit mesin jahit karung, lima rol benang jahit karung, satu buku agenda keluar masuk barang, satu bundel nota, 75 ikat karung isi 25 lembar bekas kemasan gula rafinasi merek PT BMM dan 2.000 lembar karung polos.

Rizal mengatakan seharusnya para pengusaha jangan melakukan hal demikian. Sebab yang dirugikan adalah masyarakat. Terlebih menjelang bulan Ramadan ini. “Jangan malah memanfaatkan momen tersebut untuk mencari keuntungan. Karena sanksi hukum yang dapat mendera pelaku tidak main-main,” katanya.

Karena perbuatannya, Fahrul diancam dengan UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. Pasal 139 jo Pasal 84 Ayat 1 atau Pasal 143 jo 99. Hukumannya, penjara 5 tahun dan denda Rp10 miliar.

Tak cuma itu, pelaku juga bisa dijerat dengan UU RI No 8 tentang Perlindungan Konsumen. “Ancaman hukumannya juga 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar,” tegasnya. (gmp/at/nur)

BANJARMASIN – Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel menangkap Fahrul Razi. Dia terbukti mengemas ulang gula rafinasi dengan merek baru.

Perbuatan nakal Fahrul terbongkar Jumat (27/4) tadi. Kala itu polisi curiga dengan aktivitas bongkar muat di sebuah gudang di kompleks Pergudangan 88, Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan.

Ketika dihampiri, polisi menemukan pemandangan yang tak biasa di dalamnya. Gudang tersebut ternyata bukan hanya dijadikan tempat penyimpanan gula. Tapi juga untuk mengemas ulang dengan kemasan baru.

Favehotel Banjarmasin

Gula-gula rafinasi yang semula berlabel PT Berkah Manis Makmur (BMM) diganti menjadi merek Raja Gula, milik Fahrul.

Sebagian ada juga yang dikemas dalam karung putih polos. Gula-gula tersebut diketahui diedarkan di seluruh wilayah Kalsel.

“Jumlahnya ratusan karung. Per karung beratnya 50 Kg. Semuanya sudah kami amankan,” kata Direktur Krimsus, Komisaris Besar Polisi Rizal Irawan, kemarin (30/4) siang.

Dihitung, total ada 492 karung berisi gula rafinasi yang disita dari gudang milik Fahrul. Rinciannya; 10 karung isi 50 kg gula rafinasi berlabel PT BMM, 388 karung 50 kg merek Raja Gula dan 94 karung 50 kg karung putih polos.

Dugaan sementara, kenakalan pelaku sudah berlangsung cukup lama. Karena dari hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti yang digunakan. Tiga unit mesin jahit karung, lima rol benang jahit karung, satu buku agenda keluar masuk barang, satu bundel nota, 75 ikat karung isi 25 lembar bekas kemasan gula rafinasi merek PT BMM dan 2.000 lembar karung polos.

Rizal mengatakan seharusnya para pengusaha jangan melakukan hal demikian. Sebab yang dirugikan adalah masyarakat. Terlebih menjelang bulan Ramadan ini. “Jangan malah memanfaatkan momen tersebut untuk mencari keuntungan. Karena sanksi hukum yang dapat mendera pelaku tidak main-main,” katanya.

Karena perbuatannya, Fahrul diancam dengan UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. Pasal 139 jo Pasal 84 Ayat 1 atau Pasal 143 jo 99. Hukumannya, penjara 5 tahun dan denda Rp10 miliar.

Tak cuma itu, pelaku juga bisa dijerat dengan UU RI No 8 tentang Perlindungan Konsumen. “Ancaman hukumannya juga 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar,” tegasnya. (gmp/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/