alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Kenali Watak Seorang Psikopat, ini Ciri-cirinya

PSIKOPAT kerap didefinisikan sebagai gangguan kepribadian yang ditandai dengan beberapa ciri.

Mulai dari perilaku anti sosial, tidak memiliki empati, tindakan berani sampai tak terkendali, serta tiadanya rasa sesal jika melakukan kesalahan termasuk melakukan tindakan kriminal.

Psikopat, pandai berpura-pura. Dan tindakannya, bisa merugikan orang lain. Yang membedakan psikopat dengan manusia normal adalah unsur hati nurani.

Favehotel Banjarmasin

Psikopat dikenal sebagai orang yang tidak memiliki hati nurani sehingga tindakan yang dilakukan biasanya merugikan orang lain.

Ada pun beberapa gejala dan tanda yang mungkin dimiliki oleh psikopat antara lain yakni pengabaian konsep benar atau salah.

Tindakan mereka cenderung bermusuhan, mudah marah, mudah menyerang orang lain, tidak mudah mengikuti aturan atau sering protes, bahkan sampai melakukan kekerasan. Kurang empati dan minim rasa sesal atas tindakan mereka yang merugikan orang lain, sehingga mereka sering gagal belajar dari pengalaman.

Tak hanya itu, psikopat juga memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi orang lain dengan penipuan atau kebohongan yang konsisten. Dalam memanipulasi orang lain, psikopat biasanya memakai pesona atau kecerdasan mereka. Psikopat juga sangat rentan terjerat masalah hukum karena tindakan manipulasinya.

Gejala lainnya yang mungkin dimiliki oleh psikopat adalah sikap egois yang tinggi. Mereka berulang kali melanggar hak orang lain, mengintimidasi, tidak jujur, dan kerap salah mengartikan kejadian sekitarnya.

Psikopat juga bertindak dengan spontan tanpa memikirkan perasaan pihak yang dirugikan dan memiliki rasa superioritas alias merasa paling unggul dan memamerkan keunggulannya tersebut secara berlebihan.

Meski penyebab pasti psikopat tidak bisa diidentifikasi secara pasti, menurut penelitian gangguan ini diprediksi timbul karena kombinasi genetik dan traumatis masa kecil. Disimpulkan demikian karena psikopat biasanya tumbuh dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis.

Ketidakharmonisan tersebut bisa dalam bentuk adanya pelecehan dan penelantaran anak, orang tua yang kecanduan alkohol dan perkelahian orang tua. Psikopat sendiri lebih sering muncul pada kaum pria dibandingkan perempuan.

Lantas, bagaimana menentukan seseorang adalah psikopat? Psikolog di Banjarmasin, Irawan Rudi, menjelaskan bahwa perlu serangkaian pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang benar-benar mengidap gangguan perilaku tersebut.

Pertama, yakni melakukan pemeriksaan fisik untuk membantu mengeliminasi masalah lain yang mungkin bisa menjadi penyebab munculnya gejala. Selain itu, pemeriksaan ini dibutuhkan untuk menyingkirkan setiap komplikasi yang mungkin terkait.

Kedua, yakni tes laboratorium. Tes dilakukan untuk memeriksa darah dan kelenjar tiroid. Pemeriksaan laboratorium juga diperlukan untuk menentukan apakah seseorang mengonsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu.

Ketiga, pemeriksaan yang dilakukan yakni dengan melakukan evaluasi psikologis untuk memeriksa dengan seksama pikiran, perasaan, pola perilaku, dan sejarah keluarga.

“Pemeriksaan dilakukan karena dalam kehidupan sehari-hari, psikopat bisa saja tampil normal dan tak menonjol,” tuntasnya. (war)

PSIKOPAT kerap didefinisikan sebagai gangguan kepribadian yang ditandai dengan beberapa ciri.

Mulai dari perilaku anti sosial, tidak memiliki empati, tindakan berani sampai tak terkendali, serta tiadanya rasa sesal jika melakukan kesalahan termasuk melakukan tindakan kriminal.

Psikopat, pandai berpura-pura. Dan tindakannya, bisa merugikan orang lain. Yang membedakan psikopat dengan manusia normal adalah unsur hati nurani.

Favehotel Banjarmasin

Psikopat dikenal sebagai orang yang tidak memiliki hati nurani sehingga tindakan yang dilakukan biasanya merugikan orang lain.

Ada pun beberapa gejala dan tanda yang mungkin dimiliki oleh psikopat antara lain yakni pengabaian konsep benar atau salah.

Tindakan mereka cenderung bermusuhan, mudah marah, mudah menyerang orang lain, tidak mudah mengikuti aturan atau sering protes, bahkan sampai melakukan kekerasan. Kurang empati dan minim rasa sesal atas tindakan mereka yang merugikan orang lain, sehingga mereka sering gagal belajar dari pengalaman.

Tak hanya itu, psikopat juga memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi orang lain dengan penipuan atau kebohongan yang konsisten. Dalam memanipulasi orang lain, psikopat biasanya memakai pesona atau kecerdasan mereka. Psikopat juga sangat rentan terjerat masalah hukum karena tindakan manipulasinya.

Gejala lainnya yang mungkin dimiliki oleh psikopat adalah sikap egois yang tinggi. Mereka berulang kali melanggar hak orang lain, mengintimidasi, tidak jujur, dan kerap salah mengartikan kejadian sekitarnya.

Psikopat juga bertindak dengan spontan tanpa memikirkan perasaan pihak yang dirugikan dan memiliki rasa superioritas alias merasa paling unggul dan memamerkan keunggulannya tersebut secara berlebihan.

Meski penyebab pasti psikopat tidak bisa diidentifikasi secara pasti, menurut penelitian gangguan ini diprediksi timbul karena kombinasi genetik dan traumatis masa kecil. Disimpulkan demikian karena psikopat biasanya tumbuh dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis.

Ketidakharmonisan tersebut bisa dalam bentuk adanya pelecehan dan penelantaran anak, orang tua yang kecanduan alkohol dan perkelahian orang tua. Psikopat sendiri lebih sering muncul pada kaum pria dibandingkan perempuan.

Lantas, bagaimana menentukan seseorang adalah psikopat? Psikolog di Banjarmasin, Irawan Rudi, menjelaskan bahwa perlu serangkaian pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang benar-benar mengidap gangguan perilaku tersebut.

Pertama, yakni melakukan pemeriksaan fisik untuk membantu mengeliminasi masalah lain yang mungkin bisa menjadi penyebab munculnya gejala. Selain itu, pemeriksaan ini dibutuhkan untuk menyingkirkan setiap komplikasi yang mungkin terkait.

Kedua, yakni tes laboratorium. Tes dilakukan untuk memeriksa darah dan kelenjar tiroid. Pemeriksaan laboratorium juga diperlukan untuk menentukan apakah seseorang mengonsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu.

Ketiga, pemeriksaan yang dilakukan yakni dengan melakukan evaluasi psikologis untuk memeriksa dengan seksama pikiran, perasaan, pola perilaku, dan sejarah keluarga.

“Pemeriksaan dilakukan karena dalam kehidupan sehari-hari, psikopat bisa saja tampil normal dan tak menonjol,” tuntasnya. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/