alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

WADUH..! Mau Demo Presiden, Lima Mahasiswa ini Malah Ditahan

BANJARMASIN – Maksud hati ingin melakukan aksi menyuarakan tuntutan kepada Presiden Joko Widodo, lima aktivis yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalsel terpaksa harus bermalam di kantor polisi.

Majelis Permusyawaratan Wilayah KAMMI Kalsel, Laifvan Shuffy Irwani menceritakan kronologi kejadian yang menimpa lima rekannya. Awalnya, mereka berencana mengunjungi Haul Guru Sekumpul ke 13. Rombongan dari Banjarmasin berangkat sekitar pukul 12.00 Wita.

Mereka sebelumnya berkumpul di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Mereka tiba di bundaran Bandara Syamsuddin Noor sekitar pukul 14.00 Wita. Jalanan macet, perjalanan mereka pun terhambat hingga pukul 15.30 Wita. “Karena sudah masuk salat Asar, rombongan dari Banjarmasin singgah untuk salat di Masjid Nurul Yaqin Liang Anggang, Banjarbaru. Selesai salat itulah lima anggota KAMMI Kalsel digiring polisi ke Brimob,” kata Laifvan, Selasa (27/3).

Kelima anggota KAMMI Kalsel yang dibawa adalah Saini, Sigit, Abdan, Nurul, dan Fatma. Setengah jam berada di sana, mereka dipindahkan ke Polres Banjarbaru sekitar pukul 17.00 sore. Tapi, sekitar pukul 23.00 Wita kembali diserahkan ke Polda Kalsel. Usai menjalani proses pemeriksaan selama 1×24 jam, lima aktivis KAMMI Kalsel ini akhirnya dibebaskan Polda Kalsel pada Senin (26/3).

Laifvan pun menyayangkan sikap yang dilakukan oleh kepolisian terhadap lima rekannya. Padahal aksi yang hendak dilakukan hanya untuk menyampaikan aspirasi. Tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Bahkan sebelum hendak melakukan aksi, mereka juga sudah membuat surat pemberitahuan ke Polda Kalsel. “Kami ini cuma menyampaikan aspirasi, tidak ada yang lain. Malah rencana menghadiri haul pun batal,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mochamad Rifai ketika dikonfirmasi mengatakan kelima anggota KAMMI Kalsel itu bukan diamankan oleh petugas. “Cuma dihalau,” ucapnya.

Menurutnya, mereka dianggap dapat mengganggu ketertiban selama proses pelaksanaan haul Guru Sekumpul yang juga dihadiri Presiden Jokowi. “Setelah diberikan pembinaan oleh petugas, keesokan hari mereka sudah dibolehkan pulang,” jelasnya.(gmp/az/dye)

BANJARMASIN – Maksud hati ingin melakukan aksi menyuarakan tuntutan kepada Presiden Joko Widodo, lima aktivis yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalsel terpaksa harus bermalam di kantor polisi.

Majelis Permusyawaratan Wilayah KAMMI Kalsel, Laifvan Shuffy Irwani menceritakan kronologi kejadian yang menimpa lima rekannya. Awalnya, mereka berencana mengunjungi Haul Guru Sekumpul ke 13. Rombongan dari Banjarmasin berangkat sekitar pukul 12.00 Wita.

Mereka sebelumnya berkumpul di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Mereka tiba di bundaran Bandara Syamsuddin Noor sekitar pukul 14.00 Wita. Jalanan macet, perjalanan mereka pun terhambat hingga pukul 15.30 Wita. “Karena sudah masuk salat Asar, rombongan dari Banjarmasin singgah untuk salat di Masjid Nurul Yaqin Liang Anggang, Banjarbaru. Selesai salat itulah lima anggota KAMMI Kalsel digiring polisi ke Brimob,” kata Laifvan, Selasa (27/3).

Kelima anggota KAMMI Kalsel yang dibawa adalah Saini, Sigit, Abdan, Nurul, dan Fatma. Setengah jam berada di sana, mereka dipindahkan ke Polres Banjarbaru sekitar pukul 17.00 sore. Tapi, sekitar pukul 23.00 Wita kembali diserahkan ke Polda Kalsel. Usai menjalani proses pemeriksaan selama 1×24 jam, lima aktivis KAMMI Kalsel ini akhirnya dibebaskan Polda Kalsel pada Senin (26/3).

Laifvan pun menyayangkan sikap yang dilakukan oleh kepolisian terhadap lima rekannya. Padahal aksi yang hendak dilakukan hanya untuk menyampaikan aspirasi. Tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Bahkan sebelum hendak melakukan aksi, mereka juga sudah membuat surat pemberitahuan ke Polda Kalsel. “Kami ini cuma menyampaikan aspirasi, tidak ada yang lain. Malah rencana menghadiri haul pun batal,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mochamad Rifai ketika dikonfirmasi mengatakan kelima anggota KAMMI Kalsel itu bukan diamankan oleh petugas. “Cuma dihalau,” ucapnya.

Menurutnya, mereka dianggap dapat mengganggu ketertiban selama proses pelaksanaan haul Guru Sekumpul yang juga dihadiri Presiden Jokowi. “Setelah diberikan pembinaan oleh petugas, keesokan hari mereka sudah dibolehkan pulang,” jelasnya.(gmp/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/