alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

SEPI, Pengunduh Aplikasi Banjarmasin Smart City Baru Seratus

BANJARMASIN – Sejak Banjarmasin Smart City diluncurkan, pengunduh aplikasinya terbilang sepi. Sebut saja aplikasi Ayoke Banjarmasin dan Good Banjarmasin. Dari pemberitahuan Playstore, yang mengunduh hanya sekitar 100 pengguna.

Ayoke Banjarmasin menyediakan informasi bagi wisatawan. Seperti jadwal event budaya dan kesenian. Di mana saja tempat-tempat favorit untuk nongkrong di Banjarmasin. Hingga pengecekan rute wisata susur sungai, sekaligus layanan penyewaan kelotok.

Sedangkan aplikasi Good Banjarmasin, sama saja untuk kepentingan wisata, tapi lebih umum. Mencakup informasi tentang landmark kota, kuliner, tempat menginap, dan sejarah singkat kota.

Favehotel Banjarmasin

Senada halnya dengan jumlah pengunduh. Untuk rating kedua aplikasi ini, komentar penggunanya juga tak lebih dari 10.

“Saya kira wajar. Namanya juga baru diluncurkan Februari lalu. Kan belum sampai sebulan. Jangan buru-buru aplikasinya disebut tidak laku atau malah jelek,” pinta Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Banjarmasin, Hermansyah, kemarin (26/3).

Dinasnya adalah penanggungjawab Banjarmasin Command Center. Dari sinilah aplikasi-aplikasi berbasis Android itu dikendalikan. “Betul! Intinya adalah promosi. Harus lebih gencar dan jitu,” imbuhnya.

Hermansyah mengatakan, pemko sedang menjajaki kerjasama dengan salah satu operator seluler ternama di Indonesia. Agar setiap pengguna ponsel yang mendarat di Bandara Syamsudin Noor, mendapat kiriman SMS (pesan pendek).

Isinya, berupa informasi tentang aplikasi. Incaran pengguna aplikasi ini memang bukan warga Banjarmasin. Melainkan wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Banjarmasin. Baik dari dalam maupun luar negeri yang belum tahu banyak tentang kota ini.

“Lewat SMS Gateway, siapa saja yang terdeteksi memasuki wilayah Kalsel akan menerima pesan promosi aplikasi,” terangnya. Ditanya kapan terwujud, dia belum berani memastikan.

Sebab, masih perlu serangkaian negosiasi. Namanya juga menggunakan jasa perusahaan operator, tentu tak gratis. “Masih negosiasi. Berapa pemko membayarnya,” pungkasnya. (fud/at/nur)

BANJARMASIN – Sejak Banjarmasin Smart City diluncurkan, pengunduh aplikasinya terbilang sepi. Sebut saja aplikasi Ayoke Banjarmasin dan Good Banjarmasin. Dari pemberitahuan Playstore, yang mengunduh hanya sekitar 100 pengguna.

Ayoke Banjarmasin menyediakan informasi bagi wisatawan. Seperti jadwal event budaya dan kesenian. Di mana saja tempat-tempat favorit untuk nongkrong di Banjarmasin. Hingga pengecekan rute wisata susur sungai, sekaligus layanan penyewaan kelotok.

Sedangkan aplikasi Good Banjarmasin, sama saja untuk kepentingan wisata, tapi lebih umum. Mencakup informasi tentang landmark kota, kuliner, tempat menginap, dan sejarah singkat kota.

Favehotel Banjarmasin

Senada halnya dengan jumlah pengunduh. Untuk rating kedua aplikasi ini, komentar penggunanya juga tak lebih dari 10.

“Saya kira wajar. Namanya juga baru diluncurkan Februari lalu. Kan belum sampai sebulan. Jangan buru-buru aplikasinya disebut tidak laku atau malah jelek,” pinta Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Banjarmasin, Hermansyah, kemarin (26/3).

Dinasnya adalah penanggungjawab Banjarmasin Command Center. Dari sinilah aplikasi-aplikasi berbasis Android itu dikendalikan. “Betul! Intinya adalah promosi. Harus lebih gencar dan jitu,” imbuhnya.

Hermansyah mengatakan, pemko sedang menjajaki kerjasama dengan salah satu operator seluler ternama di Indonesia. Agar setiap pengguna ponsel yang mendarat di Bandara Syamsudin Noor, mendapat kiriman SMS (pesan pendek).

Isinya, berupa informasi tentang aplikasi. Incaran pengguna aplikasi ini memang bukan warga Banjarmasin. Melainkan wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Banjarmasin. Baik dari dalam maupun luar negeri yang belum tahu banyak tentang kota ini.

“Lewat SMS Gateway, siapa saja yang terdeteksi memasuki wilayah Kalsel akan menerima pesan promosi aplikasi,” terangnya. Ditanya kapan terwujud, dia belum berani memastikan.

Sebab, masih perlu serangkaian negosiasi. Namanya juga menggunakan jasa perusahaan operator, tentu tak gratis. “Masih negosiasi. Berapa pemko membayarnya,” pungkasnya. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/