alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Pemkab Tanbu Semakin Gencar Tertibkan Prostitusi

BATULICIN – Pembongkaran demi pembongkaran bangunan yang menyalahi aturan terus dilakukan Pemkab Tanbu melalui personel Satpol-PP dan Damkar. Setelah lokalisasi Kapis Baru dan Kapis Lama Desa Batu Ampar Kecamatan Simpang Empat, kemarin giliran tempat tinggal dan warung di Jalan Transmigrasi KM 8 Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat.

Beberapa pekan lalu, pembongkaran juga dilakukan terhadap bangunan di lokalisasi Sompul, Kecamatan Satui. “Tempat tinggal dan warung yang kami bongkar melanggar Perda Tanah Bumbu Nomor 21 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Prostitusi,” jelas Kabid Penegakan Perundang-Undangan Dinas Satpol PP dan Damkar, M Jaelani yang memimpin langsung jalannya pembongkaran.

Personel dari Dansubpom Polisi Militer, Dinas Sosial Tanbu, unsur Muspika Kecamatan Simpang Empat, dan Sekdes Sarigadung juga dilibatkan. “Tempat tinggal dan warung yang dibongkar digunakan sebagai tempat praktik prostitusi. Pada saat pembongkaran, juga ditemukan bungkus kondom dan obat kuat yang berserakan. Saat pembongkaran tidak ada perlawanan dari pemilik warung,” terang Jaelani.

Favehotel Banjarmasin

Sebelumnya, pemilik warung SH sudah diberikan kesempatan selama 6 hari untuk melakukan pembongkaran sendiri, terhitung dari tanggal 20-26 Maret 2018. “Tapi sampai batas waktu yang kami berikan, pemilik rumah enggan membongkar sendiri,” katanya.

Menurut Jaelani, pembongkaran ini merupakan tindak lanjut dari hasil Putusan Pengadilan Negeri Batulicin Kelas II yang mengadili SN dan MS. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana yang melanggar Perda Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 21 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Prostitusi yang terjadi di tempat tinggal dan warung kopi milik SH yang beralamat di Jalan Transmigrasi KM 8 Desa Sarigadung.

“Sesuai perintah Bupati Tanbu Mardani H Maming wilayahnya harus bersih dari praktik prostitusi. Mereka yang ketahuan melanggar perda akan kami tindak tegas,” janji Jaelani.(kry/az/dye)

BATULICIN – Pembongkaran demi pembongkaran bangunan yang menyalahi aturan terus dilakukan Pemkab Tanbu melalui personel Satpol-PP dan Damkar. Setelah lokalisasi Kapis Baru dan Kapis Lama Desa Batu Ampar Kecamatan Simpang Empat, kemarin giliran tempat tinggal dan warung di Jalan Transmigrasi KM 8 Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat.

Beberapa pekan lalu, pembongkaran juga dilakukan terhadap bangunan di lokalisasi Sompul, Kecamatan Satui. “Tempat tinggal dan warung yang kami bongkar melanggar Perda Tanah Bumbu Nomor 21 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Prostitusi,” jelas Kabid Penegakan Perundang-Undangan Dinas Satpol PP dan Damkar, M Jaelani yang memimpin langsung jalannya pembongkaran.

Personel dari Dansubpom Polisi Militer, Dinas Sosial Tanbu, unsur Muspika Kecamatan Simpang Empat, dan Sekdes Sarigadung juga dilibatkan. “Tempat tinggal dan warung yang dibongkar digunakan sebagai tempat praktik prostitusi. Pada saat pembongkaran, juga ditemukan bungkus kondom dan obat kuat yang berserakan. Saat pembongkaran tidak ada perlawanan dari pemilik warung,” terang Jaelani.

Favehotel Banjarmasin

Sebelumnya, pemilik warung SH sudah diberikan kesempatan selama 6 hari untuk melakukan pembongkaran sendiri, terhitung dari tanggal 20-26 Maret 2018. “Tapi sampai batas waktu yang kami berikan, pemilik rumah enggan membongkar sendiri,” katanya.

Menurut Jaelani, pembongkaran ini merupakan tindak lanjut dari hasil Putusan Pengadilan Negeri Batulicin Kelas II yang mengadili SN dan MS. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana yang melanggar Perda Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 21 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Prostitusi yang terjadi di tempat tinggal dan warung kopi milik SH yang beralamat di Jalan Transmigrasi KM 8 Desa Sarigadung.

“Sesuai perintah Bupati Tanbu Mardani H Maming wilayahnya harus bersih dari praktik prostitusi. Mereka yang ketahuan melanggar perda akan kami tindak tegas,” janji Jaelani.(kry/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/