alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 9 August 2022

Diblacklist, Ratih Laporkan Maybank ke Polisi

BANJARMASIN – Ratih Nomar melaporkan Maybank ke Polresta Banjarmasin. Kasusnya serius. Perempuan 29 tahun itu menduga datanya telah dicatut bank berlogo kepala harimau tersebut.

Merasa dirugikan, Ratih memutuskan melapor ke polisi. Laporan diwakili oleh pengacaranya, Budi Setiawan dan Yusuf. “Dilaporkan karena dugaan pencatutan data yang dilakukan Maybank terhadap klien kami,” kata Budi yang ditemui saat melapor ke Satreskrim, kemarin (23/3).

Ratih tinggal di Jalan 9 Oktober Gang Sei Pahalau RT 11 Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan. Dia merasa dirugikan karena namanya masuk dalam Ideb Informasi Debitur/BI Cheking sebagai nasabah Maybank. Dengan kualitas kredit kolektibilitas 5 atau macet sejak 26 April 2009.

Menurut Budi, kliennya disebut telah meminjam dana sebesar Rp1.332.829.100 kepada Maybank. Padahal, jangankan melakukan pinjaman, menjadi nasabah saja tidak pernah.

Hal itu baru diketahui setelah Ratih beberapa kali ingin mengajukan pinjaman ke bank lain, tetapi selalu berujung penolakan.

Terakhir kali, dia hendak mengajukan KPR (Kredit Perumahan Rakyat) ke bank, tapi lagi-lagi permohonan kreditnya ditolak mentah-mentah. Alasan pihak bank, Ratih memiliki kredit macet dengan Maybank. “Bagaimana bisa, meminjam ke Maybank saja tidak pernah,” ujarnya.

Budi merasa janggal dengan kejadian yang menimpa kliennya. Kredit macet yang ditujukan pada kliennya tidak masuk akal. Mundur ke belakang, tepatnya sembilan tahun lalu sejak catatan kredit macet itu muncul, kliennya masih cukup muda dan baru tamat sekolah.

“Bagaimana bank bisa memberikan pinjaman, apalagi nilainya miliaran rupiah. Setahu saya kalau sistem pinjaman itu pasti memerlukan agunan. Dana yang dipinjam digunakan untuk apa. Ini jadi pertanyaan besar dan harus diungkap,” tukasnya.

Pihak Kantor Cabang Induk (KCI) Maybank Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat, ketika coba dikonfirmasi Radar Banjarmasin tidak berani memberikan komentar apa-apa mengenai hal ini. Alasannya ditangani oleh pusat.

“Kita di KCI Banjarmasin tidak ada wewenang (untuk mengkonfirmasi). Yang punya wewenang adalah pusat,” kata Service Manager, Elly.

Begitu pula ketika ditanya apakah mengetahui mengenai persoalan ini, Elly enggan berkomentar. “Saya no comment,” ujarnya singkat. (gmp)

BANJARMASIN – Ratih Nomar melaporkan Maybank ke Polresta Banjarmasin. Kasusnya serius. Perempuan 29 tahun itu menduga datanya telah dicatut bank berlogo kepala harimau tersebut.

Merasa dirugikan, Ratih memutuskan melapor ke polisi. Laporan diwakili oleh pengacaranya, Budi Setiawan dan Yusuf. “Dilaporkan karena dugaan pencatutan data yang dilakukan Maybank terhadap klien kami,” kata Budi yang ditemui saat melapor ke Satreskrim, kemarin (23/3).

Ratih tinggal di Jalan 9 Oktober Gang Sei Pahalau RT 11 Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan. Dia merasa dirugikan karena namanya masuk dalam Ideb Informasi Debitur/BI Cheking sebagai nasabah Maybank. Dengan kualitas kredit kolektibilitas 5 atau macet sejak 26 April 2009.

Menurut Budi, kliennya disebut telah meminjam dana sebesar Rp1.332.829.100 kepada Maybank. Padahal, jangankan melakukan pinjaman, menjadi nasabah saja tidak pernah.

Hal itu baru diketahui setelah Ratih beberapa kali ingin mengajukan pinjaman ke bank lain, tetapi selalu berujung penolakan.

Terakhir kali, dia hendak mengajukan KPR (Kredit Perumahan Rakyat) ke bank, tapi lagi-lagi permohonan kreditnya ditolak mentah-mentah. Alasan pihak bank, Ratih memiliki kredit macet dengan Maybank. “Bagaimana bisa, meminjam ke Maybank saja tidak pernah,” ujarnya.

Budi merasa janggal dengan kejadian yang menimpa kliennya. Kredit macet yang ditujukan pada kliennya tidak masuk akal. Mundur ke belakang, tepatnya sembilan tahun lalu sejak catatan kredit macet itu muncul, kliennya masih cukup muda dan baru tamat sekolah.

“Bagaimana bank bisa memberikan pinjaman, apalagi nilainya miliaran rupiah. Setahu saya kalau sistem pinjaman itu pasti memerlukan agunan. Dana yang dipinjam digunakan untuk apa. Ini jadi pertanyaan besar dan harus diungkap,” tukasnya.

Pihak Kantor Cabang Induk (KCI) Maybank Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat, ketika coba dikonfirmasi Radar Banjarmasin tidak berani memberikan komentar apa-apa mengenai hal ini. Alasannya ditangani oleh pusat.

“Kita di KCI Banjarmasin tidak ada wewenang (untuk mengkonfirmasi). Yang punya wewenang adalah pusat,” kata Service Manager, Elly.

Begitu pula ketika ditanya apakah mengetahui mengenai persoalan ini, Elly enggan berkomentar. “Saya no comment,” ujarnya singkat. (gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/