alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

FIX..!! Jokowi Akan Duduk Tepat Disebelah Kedua Putra Abah Guru

MARTAPURA – Presiden Joko Widodo telah disediakan tempat untuk duduk dalam Haul Guru Sekumpul ke-13, 25 Maret mendatang. Posisi Jokowi duduk dekat dengan dua putra Guru Sekumpul yaitu Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.

Sinyal tempat duduk kepala negara tersebut disampaikan langsung oleh Imam Musala Ar-Raudah Guru Sa’duddin saat kunjungan Komandan Korem 101 Antasari Kolonel Inf Yudianto Putra Jaya, kemarin malam.

Posisi yang disediakan ini sudah sesuai dengan kesepakatan internal Sekumpul. Presiden duduk tepat di sebelah kiri posisi keduanya, bersandar di dinding musala menghadap ke jemaah.

Favehotel Banjarmasin

Pertemuan kurang lebih satu jam dimulai sekitar pukul 21.00 Wita. Yudianto ingin menyaksikan langsung lingkungan musala secara lengkap dengan jalur perjalanan kepala negara. Utamanya, dia ingin memastikan posisi duduk Presiden Jokowi sewaktu mengikuti ritual haul di Musala Ar Raudah Sekumpul.

Meski telah melalui sejumlah rapat dan persiapan, Yudianto sendiri belum berani memastikan kehadiran kepala negara ke Haul Akbar Abah Guru Sekumpul ke-13. “Paspampres yang datang ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan,” ucapnya.

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) datang kemarin petang setelah Salat Asar. Mereka berseragam safari dan berkeliling saling berkoordinasi dengan pejabat setempat. Jumlahnya tidak diketahui pasti, karena titik pemeriksaan saling berjauhan kendati berpusat di musala.

Kepala Dinas Perhubungan Banjar HM Aidil Basith menegaskan, saat pertemuan di Istana tidak ada pembicaraan tentang kepastian presiden hadir ke Sekumpul. Jadwal kedatangan itu pun dinilainya tidak valid, pasalnya protokoler istana hanya ingin mengetahui situasi Sekumpul dan Martapura secara umum mulai jalur, areal parkir serta konsep acara.

“Mereka sebenarnya kaget karena acara sebesar ini tidak ada panitia, semua hanya menggunakan pola relawan dan tiap petugas memiliki tanggung jawab terpisah. Tugas pemerintah lebih banyak mengamankan tamu sedangkan di Ar Raudah itu kewenangan keluarga Sekumpul,” tegasnya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan akan mengerahkan sebanyak 14.173 petugas gabungan untuk mengamankan Haul ke 13 Guru Sekumpul. Haul yang akan dilaksanakan 25 Maret mendatang ini akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Hal ini disebutkan dalam apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Markas Komando (mako) Brimob Daerah (Brimobda) Kalsel, Kamis (22/3).

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalsel Komisaris Besar Nasri membacakan amanat dari Kepala Kepolisian Daerah Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana.

Nasri merinci, petugas sebanyak itu terdiri dari 2.322 personel polisi, 100 TNI dari Kodim/1006 Martapura, 230 Satpol-PP Kabupaten Banjar, 88 orang Dinas Perhubungan Banjar, 10.850 relawan, dan 583 petugas medis.

Dia menuturkan, pengamanan dimulai pada H-3 sampai H+1 Haul Guru Sekumpul atau tanggal 23-26 Maret 2018. “Petugas harus antisipasi peningkatan kunjungan dan ada potensi kriminalitas yang bisa mengganggu acara tersebut. Maka perlu kesigapan pengamanan acara keagamaan ini,” ujarnya.

Rangkaian haul sendiri dimulai pada Kamis (22/3) kemarin dengan agenda pengajian rutin di Musala Ar Raudah Sekumpul. Agenda pada Jumat (23/3) diisi kegiatan khusus keluarga internal di kediaman mendiang Guru Sekumpul.

Selanjutnya di hari Sabtu (24/3), kegiatan khusus alim ulama, kerabat, dan murid-murid Guru Sekumpul bertempat di kubah atau makam almarhum.

Adapun puncak rangkaian haul dipusatkan di Musala Ar Raudah pada Minggu malam (25/3). “Kemungkinan puncak haul dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo),” kata Nasri.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi Takdir Matanette memaparkan, petugas telah menyiapkan 66 panel atau titik pengaturan lalu lintas di Kota Martapura, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut.

Dia menambahkan, pengaturan lalu lintas menyentuh luar Kota Martapura untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di pusat kota. “Ada 66 panel, kami antisipasi mulai Minggu pagi,” jelasnya, saat tactical floor game selepas gelar pasukan.

Diharapkan, para jemaah dapat mematuhi rute yang sudah diatur oleh petugas. Serta, meletakkan kendaraan di kantong-kantor parkir yang sudah disediakan. “Kalau ada yang parkir di sepanjang Jalan A Yani, Sekumpul. Akan kami derek mobilnya dibawa ke Polres dan ditilang,” ujar Takdir.

Lalu bagaimana dengan rute kedatangan Presiden Joko Widodo ke Sekumpul? Dia belum bisa memastikan, lewat mana orang nomor satu di Indonesia itu masuk ke Musala Ar Raudah. “Kami masih akan rapat dengan pihak kepresidenan. Jadi belum tahu, apakah presiden akan berjalan kaki dari depan atau menggunakan mobil,” pungkasnya.

Diperkirakan hampir satu juta umat muslim dari berbagai penjuru akan menghadiri haul ulama bernama lengkap KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani tersebut. (mam/ris/ran)

MARTAPURA – Presiden Joko Widodo telah disediakan tempat untuk duduk dalam Haul Guru Sekumpul ke-13, 25 Maret mendatang. Posisi Jokowi duduk dekat dengan dua putra Guru Sekumpul yaitu Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.

Sinyal tempat duduk kepala negara tersebut disampaikan langsung oleh Imam Musala Ar-Raudah Guru Sa’duddin saat kunjungan Komandan Korem 101 Antasari Kolonel Inf Yudianto Putra Jaya, kemarin malam.

Posisi yang disediakan ini sudah sesuai dengan kesepakatan internal Sekumpul. Presiden duduk tepat di sebelah kiri posisi keduanya, bersandar di dinding musala menghadap ke jemaah.

Favehotel Banjarmasin

Pertemuan kurang lebih satu jam dimulai sekitar pukul 21.00 Wita. Yudianto ingin menyaksikan langsung lingkungan musala secara lengkap dengan jalur perjalanan kepala negara. Utamanya, dia ingin memastikan posisi duduk Presiden Jokowi sewaktu mengikuti ritual haul di Musala Ar Raudah Sekumpul.

Meski telah melalui sejumlah rapat dan persiapan, Yudianto sendiri belum berani memastikan kehadiran kepala negara ke Haul Akbar Abah Guru Sekumpul ke-13. “Paspampres yang datang ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan,” ucapnya.

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) datang kemarin petang setelah Salat Asar. Mereka berseragam safari dan berkeliling saling berkoordinasi dengan pejabat setempat. Jumlahnya tidak diketahui pasti, karena titik pemeriksaan saling berjauhan kendati berpusat di musala.

Kepala Dinas Perhubungan Banjar HM Aidil Basith menegaskan, saat pertemuan di Istana tidak ada pembicaraan tentang kepastian presiden hadir ke Sekumpul. Jadwal kedatangan itu pun dinilainya tidak valid, pasalnya protokoler istana hanya ingin mengetahui situasi Sekumpul dan Martapura secara umum mulai jalur, areal parkir serta konsep acara.

“Mereka sebenarnya kaget karena acara sebesar ini tidak ada panitia, semua hanya menggunakan pola relawan dan tiap petugas memiliki tanggung jawab terpisah. Tugas pemerintah lebih banyak mengamankan tamu sedangkan di Ar Raudah itu kewenangan keluarga Sekumpul,” tegasnya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan akan mengerahkan sebanyak 14.173 petugas gabungan untuk mengamankan Haul ke 13 Guru Sekumpul. Haul yang akan dilaksanakan 25 Maret mendatang ini akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Hal ini disebutkan dalam apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Markas Komando (mako) Brimob Daerah (Brimobda) Kalsel, Kamis (22/3).

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalsel Komisaris Besar Nasri membacakan amanat dari Kepala Kepolisian Daerah Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana.

Nasri merinci, petugas sebanyak itu terdiri dari 2.322 personel polisi, 100 TNI dari Kodim/1006 Martapura, 230 Satpol-PP Kabupaten Banjar, 88 orang Dinas Perhubungan Banjar, 10.850 relawan, dan 583 petugas medis.

Dia menuturkan, pengamanan dimulai pada H-3 sampai H+1 Haul Guru Sekumpul atau tanggal 23-26 Maret 2018. “Petugas harus antisipasi peningkatan kunjungan dan ada potensi kriminalitas yang bisa mengganggu acara tersebut. Maka perlu kesigapan pengamanan acara keagamaan ini,” ujarnya.

Rangkaian haul sendiri dimulai pada Kamis (22/3) kemarin dengan agenda pengajian rutin di Musala Ar Raudah Sekumpul. Agenda pada Jumat (23/3) diisi kegiatan khusus keluarga internal di kediaman mendiang Guru Sekumpul.

Selanjutnya di hari Sabtu (24/3), kegiatan khusus alim ulama, kerabat, dan murid-murid Guru Sekumpul bertempat di kubah atau makam almarhum.

Adapun puncak rangkaian haul dipusatkan di Musala Ar Raudah pada Minggu malam (25/3). “Kemungkinan puncak haul dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo),” kata Nasri.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi Takdir Matanette memaparkan, petugas telah menyiapkan 66 panel atau titik pengaturan lalu lintas di Kota Martapura, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut.

Dia menambahkan, pengaturan lalu lintas menyentuh luar Kota Martapura untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di pusat kota. “Ada 66 panel, kami antisipasi mulai Minggu pagi,” jelasnya, saat tactical floor game selepas gelar pasukan.

Diharapkan, para jemaah dapat mematuhi rute yang sudah diatur oleh petugas. Serta, meletakkan kendaraan di kantong-kantor parkir yang sudah disediakan. “Kalau ada yang parkir di sepanjang Jalan A Yani, Sekumpul. Akan kami derek mobilnya dibawa ke Polres dan ditilang,” ujar Takdir.

Lalu bagaimana dengan rute kedatangan Presiden Joko Widodo ke Sekumpul? Dia belum bisa memastikan, lewat mana orang nomor satu di Indonesia itu masuk ke Musala Ar Raudah. “Kami masih akan rapat dengan pihak kepresidenan. Jadi belum tahu, apakah presiden akan berjalan kaki dari depan atau menggunakan mobil,” pungkasnya.

Diperkirakan hampir satu juta umat muslim dari berbagai penjuru akan menghadiri haul ulama bernama lengkap KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani tersebut. (mam/ris/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/