alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Wawali Ancam Polisikan Pemblokade Kompleks Sari Mekar

BANJARMASIN – Kasus Sari Mekar menyita perhatian Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah. Dirinya marah dengan adanya aksi blokade yang menutup jalan permukiman. Dia bahkan menuntut kecamatan tak ragu melaporkan pelaku pemblokadean ke kantor polisi.

“Di republik ini, tidak ada warga, apalagi preman yang bisa menutup jalan umum. Pemerintah tidak boleh kalah dengan preman. Saya sudah instruksikan pada kecamatan. Kalau masih ditutup juga, polisikan saja si pemblokadenya,” ujarnya, kemarin (19/3).

Kasus ini menimpa warga Kompleks Sari Mekar di Alalak Utara. Selama dua pekan, jalan kompleks dipasangi pagar seng. Hingga Kamis (15/3) tadi, pagar itu digembok. Warga pun menjadi korban. Anak-anak telat berangkat sekolah. Ibu-ibu kesulitan belanja ke pasar.

Favehotel Banjarmasin

Pangkal masalah, ahli waris menuntut hak atas jalan tersebut. Yang dulunya berdiri bangunan dan dibeli pengembang perumahan. Sengketa berlanjut hingga ke pengadilan. Puncak kekesalan si ahli waris, jalan diblokade.

Warga pun kebingungan. Sebagian dari mereka sudah melunasi cicilan kredit rumah pada pengembang. Jika belakangan muncul masalah seperti ini, sebagian mengaku tak tahu dan kebingungan. Versi lain menyebutkan, ahli waris dan warga sudah sepakat terkait ganti rugi.

Hermansyah meminta agar masalah ini diselesaikan di meja pengadilan. “Antar pihak yang berkonflik, silakan selesaikan di persidangan. Jangan melebar hingga penduduk ikut-ikutan menjadi korban,” imbuhnya.

Saking kesalnya, dia bahkan berkali-kali menyebut pemblokadean jalan sebagai aksi preman. “Ini tindakan pidana. Akibat sengketa satu-dua orang, mengorbankan kepentingan masyarakat,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Banjarmasin Utara, Apiluddin Noor mengatakan, kecamatan sudah coba menengahi kedua pihak yang bersengketa. Pertemuan sudah digelar, tepatnya dua hari sebelum jalan diblokade.

Ditanya kondisi terakhir, diceritakan Apiluddin, kunci gembok sudah dibuka. “Ada pagar yang sudah dibongkar, ada yang belum. Terutama yang menuju musala yang masih ditutup,” pungkasnya. (fud/at/nur)

BANJARMASIN – Kasus Sari Mekar menyita perhatian Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah. Dirinya marah dengan adanya aksi blokade yang menutup jalan permukiman. Dia bahkan menuntut kecamatan tak ragu melaporkan pelaku pemblokadean ke kantor polisi.

“Di republik ini, tidak ada warga, apalagi preman yang bisa menutup jalan umum. Pemerintah tidak boleh kalah dengan preman. Saya sudah instruksikan pada kecamatan. Kalau masih ditutup juga, polisikan saja si pemblokadenya,” ujarnya, kemarin (19/3).

Kasus ini menimpa warga Kompleks Sari Mekar di Alalak Utara. Selama dua pekan, jalan kompleks dipasangi pagar seng. Hingga Kamis (15/3) tadi, pagar itu digembok. Warga pun menjadi korban. Anak-anak telat berangkat sekolah. Ibu-ibu kesulitan belanja ke pasar.

Favehotel Banjarmasin

Pangkal masalah, ahli waris menuntut hak atas jalan tersebut. Yang dulunya berdiri bangunan dan dibeli pengembang perumahan. Sengketa berlanjut hingga ke pengadilan. Puncak kekesalan si ahli waris, jalan diblokade.

Warga pun kebingungan. Sebagian dari mereka sudah melunasi cicilan kredit rumah pada pengembang. Jika belakangan muncul masalah seperti ini, sebagian mengaku tak tahu dan kebingungan. Versi lain menyebutkan, ahli waris dan warga sudah sepakat terkait ganti rugi.

Hermansyah meminta agar masalah ini diselesaikan di meja pengadilan. “Antar pihak yang berkonflik, silakan selesaikan di persidangan. Jangan melebar hingga penduduk ikut-ikutan menjadi korban,” imbuhnya.

Saking kesalnya, dia bahkan berkali-kali menyebut pemblokadean jalan sebagai aksi preman. “Ini tindakan pidana. Akibat sengketa satu-dua orang, mengorbankan kepentingan masyarakat,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Banjarmasin Utara, Apiluddin Noor mengatakan, kecamatan sudah coba menengahi kedua pihak yang bersengketa. Pertemuan sudah digelar, tepatnya dua hari sebelum jalan diblokade.

Ditanya kondisi terakhir, diceritakan Apiluddin, kunci gembok sudah dibuka. “Ada pagar yang sudah dibongkar, ada yang belum. Terutama yang menuju musala yang masih ditutup,” pungkasnya. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/