alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Warga Jalan PHM Noor Tabalong Hadiahkan Karung Berisi Debu ke DPRD

Jalan rusak membuat Warga jalan debu PHM Noor Kabupaten Tabalong punya masalah baru. Debu menebal di rumah -rumah mereka.   Belum ada solusi dari pemerintah setempat.

Ibnu Dwi Wahyudi, Tabalong

Hampir sepanjang satu kilometer Jalan PHM Noor di Kelurahan Mabuun, Tabalong,   hingga Kompleks Guru Danau rusak berat. Kondisinya bergelombang dengan banyak kubangan besar menganga di tengah badan jalan.  Pengendara yang melintasinya harus ekstra hati-hati. Karena jalan berlubang cukup dalam dan lebar.

Favehotel Banjarmasin

Wartawan yang mengunjungi salah satu rumah warga pinggiran jalan tersebut, ternyata menemukan penderitaan yang lain.  Yaitu masalah debu.
“Ini kami kumpulkan debunya, sudah tiga karung cuma beberapa hari saja,” kata Upik, warga RT 3 Kelurahan Mabuun. Dia menunjukkan tiga karung yang, jika dilihat dari tulisannya,  akan dihadiahkan untuk anggota DPRD setempat.
 
Kekesalan ini memang wajar. Pasalnya,  terlalu lama warga bersabar dengan janji perbaikan jalan. Sudah setahun lamanya tidak juga jalan trans Kalimantan penghubung Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur itu  diperbaiki.

“Apalagi masalah debu. Apa kami harus makan debu tiap hari,” ujarnya, sembari mengatakan selalu melakukan penyiraman air ke jalan ketika saat terik panas melanda di sana.

Dia mengatakan rela menjadi sopir mobil tangki milik pemerintah, asalkan bahan bakarnya terisi untuk menyirami jalanan yang berdebu.

Keluhan warga akan debu memang sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, dari rumah warga yang dikunjungi wartawan,  debu menebal dan sudah sangat sulit dibersihkan.Melekat di lantai dan dinding rumah, serta perabot rumah lainnya.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kartika Sari, yang juga bersebelahan dengan jalan rusak ini ternyata juga menyimpan derita. Para siswa tidak diperkenankan main di luar karena tebalnya debu. “Takutnya kalau batuk pak,” kata Susi, salah seorang guru.

Ia bercerita, lebih parah lagi debu yang beterbangan dari jalan sering kali masuk ke ruang kelas. Sehingga, sangat mengganggu suasana belajar dan mengajar.

“Kalau debu masuk, kami wajib pakai kipas angin. Kalau pas mati lampu, terpaksa anak-anak kami pulangkan,” imbuhnya.

Para guru di sana sangat berharap kepada pemerintah untuk mencarikan solusinya. Memang diakuinya, jalan yang rusak bukan tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi pemerintah daerah harusnya punya solusi untuk kenyamanan warganya.

“Kalau tidak dibersihkan di sekolah kami mungkin debunya bisa dua centimeter,” jelas Kepala SDN Mabuun, Hj Maryatun ketika diwawancarai di sekolahnya.

Ia mengatakan masalah ini sudah pernah disampaikan ke lurah setempat untuk dicarikan solusi.  Tapi, nyatanya tak pernah ada aksi dari kelurahan.  

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahaan Mabuun, Rifani Fadli  membenarkan  masalah warga tersebut.
“Kami sudah pernah membicarakan masalahnya. Sudah kami hubungi juga dinas terkait untuk dilakukan penyiraman. Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) juga memberi penjelasan tahun ini akan dikerjakan,” jelasnya.

Dinas PUPR bahkan belum lama tadi memasang spanduk pemberitahuan akan ada perbaikan jalan tersebut.  

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Tabalong Sigit  mengatakan memang akan segera memperbaiki, tetapi bukan dari pihaknya.   “Nanti yang memperbaiki bukan Dinas PUPR, tapi balai jalan di Banjarmasin sebagai perwakilan pemerintah pusat,” katanya.

Tahapan perbaikan sendiri memang tidak bisa segera dilakukan, karena masih memasuki proses lelang online. “Namun, tahun ini juga akan segera dikerjakan,” pungkasnya. (ibn/ay/ran)

Jalan rusak membuat Warga jalan debu PHM Noor Kabupaten Tabalong punya masalah baru. Debu menebal di rumah -rumah mereka.   Belum ada solusi dari pemerintah setempat.

Ibnu Dwi Wahyudi, Tabalong

Hampir sepanjang satu kilometer Jalan PHM Noor di Kelurahan Mabuun, Tabalong,   hingga Kompleks Guru Danau rusak berat. Kondisinya bergelombang dengan banyak kubangan besar menganga di tengah badan jalan.  Pengendara yang melintasinya harus ekstra hati-hati. Karena jalan berlubang cukup dalam dan lebar.

Favehotel Banjarmasin

Wartawan yang mengunjungi salah satu rumah warga pinggiran jalan tersebut, ternyata menemukan penderitaan yang lain.  Yaitu masalah debu.
“Ini kami kumpulkan debunya, sudah tiga karung cuma beberapa hari saja,” kata Upik, warga RT 3 Kelurahan Mabuun. Dia menunjukkan tiga karung yang, jika dilihat dari tulisannya,  akan dihadiahkan untuk anggota DPRD setempat.
 
Kekesalan ini memang wajar. Pasalnya,  terlalu lama warga bersabar dengan janji perbaikan jalan. Sudah setahun lamanya tidak juga jalan trans Kalimantan penghubung Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur itu  diperbaiki.

“Apalagi masalah debu. Apa kami harus makan debu tiap hari,” ujarnya, sembari mengatakan selalu melakukan penyiraman air ke jalan ketika saat terik panas melanda di sana.

Dia mengatakan rela menjadi sopir mobil tangki milik pemerintah, asalkan bahan bakarnya terisi untuk menyirami jalanan yang berdebu.

Keluhan warga akan debu memang sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, dari rumah warga yang dikunjungi wartawan,  debu menebal dan sudah sangat sulit dibersihkan.Melekat di lantai dan dinding rumah, serta perabot rumah lainnya.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kartika Sari, yang juga bersebelahan dengan jalan rusak ini ternyata juga menyimpan derita. Para siswa tidak diperkenankan main di luar karena tebalnya debu. “Takutnya kalau batuk pak,” kata Susi, salah seorang guru.

Ia bercerita, lebih parah lagi debu yang beterbangan dari jalan sering kali masuk ke ruang kelas. Sehingga, sangat mengganggu suasana belajar dan mengajar.

“Kalau debu masuk, kami wajib pakai kipas angin. Kalau pas mati lampu, terpaksa anak-anak kami pulangkan,” imbuhnya.

Para guru di sana sangat berharap kepada pemerintah untuk mencarikan solusinya. Memang diakuinya, jalan yang rusak bukan tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi pemerintah daerah harusnya punya solusi untuk kenyamanan warganya.

“Kalau tidak dibersihkan di sekolah kami mungkin debunya bisa dua centimeter,” jelas Kepala SDN Mabuun, Hj Maryatun ketika diwawancarai di sekolahnya.

Ia mengatakan masalah ini sudah pernah disampaikan ke lurah setempat untuk dicarikan solusi.  Tapi, nyatanya tak pernah ada aksi dari kelurahan.  

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahaan Mabuun, Rifani Fadli  membenarkan  masalah warga tersebut.
“Kami sudah pernah membicarakan masalahnya. Sudah kami hubungi juga dinas terkait untuk dilakukan penyiraman. Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) juga memberi penjelasan tahun ini akan dikerjakan,” jelasnya.

Dinas PUPR bahkan belum lama tadi memasang spanduk pemberitahuan akan ada perbaikan jalan tersebut.  

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Tabalong Sigit  mengatakan memang akan segera memperbaiki, tetapi bukan dari pihaknya.   “Nanti yang memperbaiki bukan Dinas PUPR, tapi balai jalan di Banjarmasin sebagai perwakilan pemerintah pusat,” katanya.

Tahapan perbaikan sendiri memang tidak bisa segera dilakukan, karena masih memasuki proses lelang online. “Namun, tahun ini juga akan segera dikerjakan,” pungkasnya. (ibn/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/