alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Nomor Pelat Mobil di Kalsel Berubah

BANJARMASIN – Perubahan nomor kendaraan bermotor, khususnya mobil berlaku di wilayah Kalsel. Sebelumnya diawali angka 7, menjadi 1.

Aturan ini sudah dijalankan dari 2016. “Sudah setahun lalu kita jalankan. Dasarnya setelah terbit Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak,” kata Kasubdit Regident Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Polisi Dedy, Kamis (14/3).

Proses penggantian berjalan bertahap sesuai dengan masa tiba membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) setiap tahun. Penggantian ini tidak hanya pelat nomor kendaraan yang akan berganti, juga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), tanda nomor kendaraan bermotor, dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). “Perubahan setelah melakukan pembayaran pajak kendaraan setiap tahun sekaligus pergantian nomor pelat,” katanya.

Caranya mudah, pemilik kendaraan cukup membawa persyaratan sebelumnya seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) asli, fotokopi  Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan cek fisik yang sudah dilakukan ketika melakukan perpanjangan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat di wilayahnya tinggal. “Kalau persyaratannya sudah lengkap semua, bawa saja ke Kantor BPKB Polda Kalsel,” ujar Dedy yang didampingi anggotanya bernama Ipda Kartika.

Kenapa pengurusan nomor ini harus dilakukan di Polda Kalsel? Dedy menjelaskan seluruh data kendaraan yang ada di Kalsel sudah ada di sistem Elektronik Registration Identification (ERI) yang ada di Polda Kalsel. “Semua data tersimpan terpusat di Polda Kalsel,” ungkapnya.

Dia menjelaskan proses alur pergantian nopol ini dilakukan ketika melakukan perpanjangan STNK di Kantor Samsat yang ada di wilayahnya. Setelah melakukan cek fisik kendaraan, akan diarahkan untuk melengkapi kartu induk ke Kantor PJR yang juga menjadi Gedung Arsip kendaraan di Kalsel. Berkas BPKB itu selanjutnya dibawa ke Kantor BPKB yang ada di Polda Kalsel. “Petugas di Kantor BPKB akan memberikan resi pengambilan BPKB untuk selanjutnya pemilik kendaraan dapat melakukan pembayaran pajak di Samsat. Setelah itu datang lagi untuk mengambil BPKB di sini,” katanya.

Pengurusan di Kantor BPKB harus dilakukan oleh pemilik sendiri. Menurut Dedy, itu menyangkut surat menyurat kendaraan bermotor. “BPKB itu surat menyurat berharga. Untuk menghindari hal tidak diinginkan harus yang bersangkutan mengurus,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang masih kurang jelas atau mau bertanya mengenai persyaratan dan pelayanan BPKB dapat menghubungi customer service melalui telepon, SMS, atau WhatsApp. “Bisa juga lewat email bpkbditlantaskalsel2018@gmail.com,” ujarnya.(gmp/at/dye)

BANJARMASIN – Perubahan nomor kendaraan bermotor, khususnya mobil berlaku di wilayah Kalsel. Sebelumnya diawali angka 7, menjadi 1.

Aturan ini sudah dijalankan dari 2016. “Sudah setahun lalu kita jalankan. Dasarnya setelah terbit Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak,” kata Kasubdit Regident Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Polisi Dedy, Kamis (14/3).

Proses penggantian berjalan bertahap sesuai dengan masa tiba membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) setiap tahun. Penggantian ini tidak hanya pelat nomor kendaraan yang akan berganti, juga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), tanda nomor kendaraan bermotor, dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). “Perubahan setelah melakukan pembayaran pajak kendaraan setiap tahun sekaligus pergantian nomor pelat,” katanya.

Caranya mudah, pemilik kendaraan cukup membawa persyaratan sebelumnya seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) asli, fotokopi  Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan cek fisik yang sudah dilakukan ketika melakukan perpanjangan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat di wilayahnya tinggal. “Kalau persyaratannya sudah lengkap semua, bawa saja ke Kantor BPKB Polda Kalsel,” ujar Dedy yang didampingi anggotanya bernama Ipda Kartika.

Kenapa pengurusan nomor ini harus dilakukan di Polda Kalsel? Dedy menjelaskan seluruh data kendaraan yang ada di Kalsel sudah ada di sistem Elektronik Registration Identification (ERI) yang ada di Polda Kalsel. “Semua data tersimpan terpusat di Polda Kalsel,” ungkapnya.

Dia menjelaskan proses alur pergantian nopol ini dilakukan ketika melakukan perpanjangan STNK di Kantor Samsat yang ada di wilayahnya. Setelah melakukan cek fisik kendaraan, akan diarahkan untuk melengkapi kartu induk ke Kantor PJR yang juga menjadi Gedung Arsip kendaraan di Kalsel. Berkas BPKB itu selanjutnya dibawa ke Kantor BPKB yang ada di Polda Kalsel. “Petugas di Kantor BPKB akan memberikan resi pengambilan BPKB untuk selanjutnya pemilik kendaraan dapat melakukan pembayaran pajak di Samsat. Setelah itu datang lagi untuk mengambil BPKB di sini,” katanya.

Pengurusan di Kantor BPKB harus dilakukan oleh pemilik sendiri. Menurut Dedy, itu menyangkut surat menyurat kendaraan bermotor. “BPKB itu surat menyurat berharga. Untuk menghindari hal tidak diinginkan harus yang bersangkutan mengurus,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang masih kurang jelas atau mau bertanya mengenai persyaratan dan pelayanan BPKB dapat menghubungi customer service melalui telepon, SMS, atau WhatsApp. “Bisa juga lewat email bpkbditlantaskalsel2018@gmail.com,” ujarnya.(gmp/at/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/