alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Plafon Stadion 5 Desember Ambruk, Diduga karena Botol Minuman

MARABAHAN – Hujan yang mengguyur Kalimantan Selatan sejak Selasa (13/3) sore, termasuk di Marabahan. Gara-gara fenomena alam itu, plafon tribune baru di Stadion 5 Desember ambruk. Untungnya tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

Konsultan Pengawas Pengerjaan Stadion 5 Desember Marabahan, Surya membeberkan, ambruknya plafon diduga karena adanya botol bekas minuman yang menutup saluran air di atap stadion. Bekas botol tersebut berwarna hijau dan terbuat dari plastik.

Menurutnya, plafon tersebut terbuat dari bahan kedap air. Sehingga jika saluran air tidak lancar, air akan menumpuk dan membuat genangan air. Kemungkinan itulah penyebabnya. 

“Saat hujan malah seperti tandon. Air menumpuk, tak kuat. Jadi ambruk,” ujarnya, Rabu (14/3) kemarin. Ia menduga adanya botol bekas minuman tersebut karena adanya warga yang iseng melempar ke atas.

Sementara itu, Kabid Pemuda dan Olahraga pada Dinas Kepemudaan, Olahraga Budaya dan Pariwisata, Kabupaten Batola, Ahmad Najihun membeberkan,  pengerjaan pembangunan stadion dalam dua tahun anggaran totalnya Rp 5 miliar.

Diceritakannya, jika runtuhnya plafon akibat talang penuh air dan tidak bisa menampung air lagi. Sehingga talang jatuh dan mengakibatkan plafon ikut terjatuh. (eka)

MARABAHAN – Hujan yang mengguyur Kalimantan Selatan sejak Selasa (13/3) sore, termasuk di Marabahan. Gara-gara fenomena alam itu, plafon tribune baru di Stadion 5 Desember ambruk. Untungnya tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

Konsultan Pengawas Pengerjaan Stadion 5 Desember Marabahan, Surya membeberkan, ambruknya plafon diduga karena adanya botol bekas minuman yang menutup saluran air di atap stadion. Bekas botol tersebut berwarna hijau dan terbuat dari plastik.

Menurutnya, plafon tersebut terbuat dari bahan kedap air. Sehingga jika saluran air tidak lancar, air akan menumpuk dan membuat genangan air. Kemungkinan itulah penyebabnya. 

“Saat hujan malah seperti tandon. Air menumpuk, tak kuat. Jadi ambruk,” ujarnya, Rabu (14/3) kemarin. Ia menduga adanya botol bekas minuman tersebut karena adanya warga yang iseng melempar ke atas.

Sementara itu, Kabid Pemuda dan Olahraga pada Dinas Kepemudaan, Olahraga Budaya dan Pariwisata, Kabupaten Batola, Ahmad Najihun membeberkan,  pengerjaan pembangunan stadion dalam dua tahun anggaran totalnya Rp 5 miliar.

Diceritakannya, jika runtuhnya plafon akibat talang penuh air dan tidak bisa menampung air lagi. Sehingga talang jatuh dan mengakibatkan plafon ikut terjatuh. (eka)

Most Read

Artikel Terbaru

/