alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

Operasi Intan Delapan Hari, Angka Kecelakaan di Kalsel Turun 50 Persen

BANJARMASIN – Operasi Keselamatan Intan 2018 sudah berlangsung delapan hari. Hasilnya, Ditlantas Polda Kalsel menilang sebanyak 166 pengendara dan memberi 1.657 teguran. Jumlah tersebut dicatat dari seluruh kota dan kabupaten di provinsi ini.

Ajung Komisaris Besar Polisi Afri Darmawan, menyebut pelanggaran terbanyak dilakukan oleh pengendara motor. Seperti yang tercatat Senin (12/3) tadi.

“Tak memakai helm 39 pelanggaran, sabuk keselamatan 24, menggunakan handphone sambil berkendara 4 orang dan melawan arus 23,”  kata Kepala Sub Bidang Penindakan dan Penegakan Hukum (Kasubid Gakkum) Polda Kalsel tersebut.

Favehotel Banjarmasin

Menurut Afri, tujuan utama operasi ini untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Demi meminimalkan terjadinya kecelakaan. “Sasarannya adalah pelanggaran yang berpotensi dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Sejauh ini Operasi Keselamatan Intan diklaim cukup efektif. Sebagai bukti, Afri menyodorkan data. Selama delapan hari berlangsung, ada penurunan tingkat kecelakaan. Angkanya bahkan mencapai 50 persen. Rinciannya, 6 luka ringan, 3 berat dan 5 orang meninggal dunia.

Sedangkan untuk 2017, dalam operasi dengan durasi serupa jumlahnya jauh lebih banyak. 16 orang luka ringan, 2 luka berat dan 10 korban meninggal dunia.

“Meninggal dunia turun 50 persen dan luka ringan turun 65 persen. Cuma luka berat yang naik 33 persen,” jelasnya.

Dia menambahkan, kecelakaan-kecelakaan selama operasi 2018 ini terjadi di lima daerah. Empat kasus di Tanah Bumbu, masing-masing satu di Banjarmasin, Barito Kuala, Tapin dan Kotabaru.

“Tahun lalu di Balangan 3 kasus, Banjar 2, Hulu Sungai Tengah dan Tabalong masing-masing 1, Kotabaru 2, Tanah Bumbu 5 serta 1 kecelakaan di Tapin,” sebut Afri.

Operasi Keselamatan Intan tahun ini masih berlanjut hingga 25 Maret mendatang. Dalam pelaksanaannya polisi mengedepankan pola simpatik. Agar meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mereka. Upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan profesional, modern dan terpercaya (Promoter) dan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar lantas). (gmp/at/nur)

BANJARMASIN – Operasi Keselamatan Intan 2018 sudah berlangsung delapan hari. Hasilnya, Ditlantas Polda Kalsel menilang sebanyak 166 pengendara dan memberi 1.657 teguran. Jumlah tersebut dicatat dari seluruh kota dan kabupaten di provinsi ini.

Ajung Komisaris Besar Polisi Afri Darmawan, menyebut pelanggaran terbanyak dilakukan oleh pengendara motor. Seperti yang tercatat Senin (12/3) tadi.

“Tak memakai helm 39 pelanggaran, sabuk keselamatan 24, menggunakan handphone sambil berkendara 4 orang dan melawan arus 23,”  kata Kepala Sub Bidang Penindakan dan Penegakan Hukum (Kasubid Gakkum) Polda Kalsel tersebut.

Favehotel Banjarmasin

Menurut Afri, tujuan utama operasi ini untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Demi meminimalkan terjadinya kecelakaan. “Sasarannya adalah pelanggaran yang berpotensi dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Sejauh ini Operasi Keselamatan Intan diklaim cukup efektif. Sebagai bukti, Afri menyodorkan data. Selama delapan hari berlangsung, ada penurunan tingkat kecelakaan. Angkanya bahkan mencapai 50 persen. Rinciannya, 6 luka ringan, 3 berat dan 5 orang meninggal dunia.

Sedangkan untuk 2017, dalam operasi dengan durasi serupa jumlahnya jauh lebih banyak. 16 orang luka ringan, 2 luka berat dan 10 korban meninggal dunia.

“Meninggal dunia turun 50 persen dan luka ringan turun 65 persen. Cuma luka berat yang naik 33 persen,” jelasnya.

Dia menambahkan, kecelakaan-kecelakaan selama operasi 2018 ini terjadi di lima daerah. Empat kasus di Tanah Bumbu, masing-masing satu di Banjarmasin, Barito Kuala, Tapin dan Kotabaru.

“Tahun lalu di Balangan 3 kasus, Banjar 2, Hulu Sungai Tengah dan Tabalong masing-masing 1, Kotabaru 2, Tanah Bumbu 5 serta 1 kecelakaan di Tapin,” sebut Afri.

Operasi Keselamatan Intan tahun ini masih berlanjut hingga 25 Maret mendatang. Dalam pelaksanaannya polisi mengedepankan pola simpatik. Agar meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mereka. Upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan profesional, modern dan terpercaya (Promoter) dan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar lantas). (gmp/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/