alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Jalan Tonhar Sudah Tiga Kali Banjir, Proyek Bandara Penyebabnya?

BANJARBARU – Warga Jalan Tonhar kembali mendapat kiriman banjir. Peristiwa ini terjadi kemarin (12/3) saat hujan deras serta angin kencang menerpa Kota Banjarbaru. Air hanya meluap hingga lutut orang dewasa. Masyarakat sekitar hanya meratap kenyataan.

Tokoh Masyarakat Tonhar, Sukadi mengatakan luapan air yang menimpa kawasan pemukiman Tonhar tak biasanya terjadi. Sepanjang bulan Maret, dirinya mengatakan Jalan Tonhar sudah tiga kali mendapat kiriman banjir.

“Banyak warga yang menduga proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor menjadi faktor penyebabnya,” ujarnya. Dalam hipotesisnya, timbunan tanah uruk proyek bandara membuat daerah resapan air sekitar Landasan Ulin jadi tertutup. Ujung-ujungnya, daerah Tonhar dan sekitarnya menjadi korban.

Selain itu, penyempitan Sungai Rimba dan sekitarnya yang sampai saat ini menjadi belum dibenahi Pemko Banjarbaru menjadi faktor pendukung. “Sungai yang berada di samping SPBU Ahmad Yani Kilometer 24 menyempit,”kata dia.

Lantaran mencapai lutut orang dewasa, banjir di Tonhar mengakibatkan rumah warga terendam. Masing-masing mengeluarkan perabotan rumah yang dianggap penting. “Aku kira cuma Jakarta saja yang mengalami banjir. Kalau begini terus tanpa solusi, bisa mampus kami. Pemko harus turun tangan,” keluh warga yang enggan menyebutkan identitasnya.

Kawasan pemukiman yang secara administratif berada di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin ini bukan kali ini saja mengalami kebanjiran. Sebelumnya, Selasa (6/3) air meluap parah. Hingga leher orang dewasa. Luapan air baru surut pukul 12 malam.

Secara terpisah, Pimpinan Pengembangan Proyek Bandara Syamsudin Noor, Taochid P Hadi membantah luapan air yang terjadi belakangan ini terjadi karena pembenahan landasan pacu. “Kalau dibilang tertutup, daerah resapan kita masih terbuka. Masih banyak tanah, belum dibangun apa-apa. Jadi tidak mungkin mengalir ke luar,” jelasnya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan lokasi proyek bandara jauh dari Jalan Tonhar dan Ahmad Yani. “Proyek di mana terus banjirnya juga di mana? Lingkungan sekitar proyek saja tidak ada yang kebanjiran,” tukasnya.  (dom/al/bin)

BANJARBARU – Warga Jalan Tonhar kembali mendapat kiriman banjir. Peristiwa ini terjadi kemarin (12/3) saat hujan deras serta angin kencang menerpa Kota Banjarbaru. Air hanya meluap hingga lutut orang dewasa. Masyarakat sekitar hanya meratap kenyataan.

Tokoh Masyarakat Tonhar, Sukadi mengatakan luapan air yang menimpa kawasan pemukiman Tonhar tak biasanya terjadi. Sepanjang bulan Maret, dirinya mengatakan Jalan Tonhar sudah tiga kali mendapat kiriman banjir.

“Banyak warga yang menduga proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor menjadi faktor penyebabnya,” ujarnya. Dalam hipotesisnya, timbunan tanah uruk proyek bandara membuat daerah resapan air sekitar Landasan Ulin jadi tertutup. Ujung-ujungnya, daerah Tonhar dan sekitarnya menjadi korban.

Selain itu, penyempitan Sungai Rimba dan sekitarnya yang sampai saat ini menjadi belum dibenahi Pemko Banjarbaru menjadi faktor pendukung. “Sungai yang berada di samping SPBU Ahmad Yani Kilometer 24 menyempit,”kata dia.

Lantaran mencapai lutut orang dewasa, banjir di Tonhar mengakibatkan rumah warga terendam. Masing-masing mengeluarkan perabotan rumah yang dianggap penting. “Aku kira cuma Jakarta saja yang mengalami banjir. Kalau begini terus tanpa solusi, bisa mampus kami. Pemko harus turun tangan,” keluh warga yang enggan menyebutkan identitasnya.

Kawasan pemukiman yang secara administratif berada di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin ini bukan kali ini saja mengalami kebanjiran. Sebelumnya, Selasa (6/3) air meluap parah. Hingga leher orang dewasa. Luapan air baru surut pukul 12 malam.

Secara terpisah, Pimpinan Pengembangan Proyek Bandara Syamsudin Noor, Taochid P Hadi membantah luapan air yang terjadi belakangan ini terjadi karena pembenahan landasan pacu. “Kalau dibilang tertutup, daerah resapan kita masih terbuka. Masih banyak tanah, belum dibangun apa-apa. Jadi tidak mungkin mengalir ke luar,” jelasnya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan lokasi proyek bandara jauh dari Jalan Tonhar dan Ahmad Yani. “Proyek di mana terus banjirnya juga di mana? Lingkungan sekitar proyek saja tidak ada yang kebanjiran,” tukasnya.  (dom/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/