alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 9 August 2022

Mengaku Dipukuli dan Digores Pisau, Istri Laporkan Suami ke Polisi

BANJARMASIN – Reni Novita (23) datang ke Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Banjarmasin Selatan dengan wajah babak belur. Dia meminta pertolongan kepada aparat setelah dianiaya suaminya,  Jumat (9/3) sore pukul 17.00 Wita.

Pelipisnya bengkak dan tubuhnya dipenuhi luka gores pisau. Saat di kantor polisi,  Reni dengan gemetar menceritakan semua yang dialaminya akibat perbuatan suaminya,  Aditya Rahman (24).

“Saya takut,  mau dibunuh suami. Ini rambut,  habis dipotongnya. Ini luka digores menggunakan pisau. Wajah dipukulnya. Saya dianiaya dari jam dua siang dan ini baru bisa kabur dari rumah,” ceritanya kepada aparat.

Reni sempat pula dikurung suaminya  beberapa jam di rumah mereka, di Jalan Pekauman Gang Jemaah II,  Banjarmasin Selatan. Untungnya ia berhasil kabur dan langsung menuju kantor polisi. Kesempatan itu ia dapatkan setelah sang suami pergi bekerja.

“Tunggu,  setelah saya pulang kerja akan kusakiti lagi kamu,” ucap Reni menirukan perkataan suaminya.

Sebenarnya kejadian seperti itu, lanjutnya,  sudah sering terjadi. Beberapa tahun lalu,  suaminya berhasil dijebloskan ke penjara dan divonis 6 bulan oleh pengadilan.

“Waktu dia dihukum,  putra kami berumur 1 tahun di tempat orang tuanya. Saya sebenarnya tidak mau lagi dengan dia,  tapi karena anak,  saya mau saja kembali,” ungkapnya.

Perlakuan Aditya ternyata semakin menjadi-jadi, hingga putranya berusia 4 tahun. Suaminya sering menggunakan obat-obatan dan narkoba.

“Sepertinya dia mengonsumsi obat-obatan terus, tolong tangkap dia.  Saya tidak tahan lagi. Saya takut kalau dia datang pasti disakiti lagi,” pintanya.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Komisaris Polisi (Kompol)  Nazamuddin mengaku geram dengan ulah pelaku. Ia miris setelah mengetahui kondisi luka yang dialami korban.

Lantas,  dia memerintahkan aparat yang dipimpin Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Iptu Sisworo Zulkarnain untuk mengamankannya. “Cepat cari pelakunya. Tangkap segera, ini tidak bisa dibiarkan, nanti keburu kabur,” perintahnya.

Saat Reni Novita ke kantor polisi, Aditya rupanya mengetahui. Ia dengan santai menunggu di depan Polsek Banjarmasin Selatan. Aparat langsung mendekat, tetapi pelaku berusaha kabur. Sempat dicari-cari, akhirnya suami sadis ini disergap di Jalan Tembus Mantuil.

Kepada polisi, Aditya mengaku telah mengonsumsi sabu. Dia tega menganiaya istrinya karena cemburu. Reni dituduhnya selingkuh. “Saya marah, karena dia selingkuh,” ucapnya berdalih.

Aparat menanyakan bukti-bukti jika istrinya selingkuh, namun Aditnya hanya diam. Dia tak bisa menjawab. (lan)

BANJARMASIN – Reni Novita (23) datang ke Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Banjarmasin Selatan dengan wajah babak belur. Dia meminta pertolongan kepada aparat setelah dianiaya suaminya,  Jumat (9/3) sore pukul 17.00 Wita.

Pelipisnya bengkak dan tubuhnya dipenuhi luka gores pisau. Saat di kantor polisi,  Reni dengan gemetar menceritakan semua yang dialaminya akibat perbuatan suaminya,  Aditya Rahman (24).

“Saya takut,  mau dibunuh suami. Ini rambut,  habis dipotongnya. Ini luka digores menggunakan pisau. Wajah dipukulnya. Saya dianiaya dari jam dua siang dan ini baru bisa kabur dari rumah,” ceritanya kepada aparat.

Reni sempat pula dikurung suaminya  beberapa jam di rumah mereka, di Jalan Pekauman Gang Jemaah II,  Banjarmasin Selatan. Untungnya ia berhasil kabur dan langsung menuju kantor polisi. Kesempatan itu ia dapatkan setelah sang suami pergi bekerja.

“Tunggu,  setelah saya pulang kerja akan kusakiti lagi kamu,” ucap Reni menirukan perkataan suaminya.

Sebenarnya kejadian seperti itu, lanjutnya,  sudah sering terjadi. Beberapa tahun lalu,  suaminya berhasil dijebloskan ke penjara dan divonis 6 bulan oleh pengadilan.

“Waktu dia dihukum,  putra kami berumur 1 tahun di tempat orang tuanya. Saya sebenarnya tidak mau lagi dengan dia,  tapi karena anak,  saya mau saja kembali,” ungkapnya.

Perlakuan Aditya ternyata semakin menjadi-jadi, hingga putranya berusia 4 tahun. Suaminya sering menggunakan obat-obatan dan narkoba.

“Sepertinya dia mengonsumsi obat-obatan terus, tolong tangkap dia.  Saya tidak tahan lagi. Saya takut kalau dia datang pasti disakiti lagi,” pintanya.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Komisaris Polisi (Kompol)  Nazamuddin mengaku geram dengan ulah pelaku. Ia miris setelah mengetahui kondisi luka yang dialami korban.

Lantas,  dia memerintahkan aparat yang dipimpin Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Iptu Sisworo Zulkarnain untuk mengamankannya. “Cepat cari pelakunya. Tangkap segera, ini tidak bisa dibiarkan, nanti keburu kabur,” perintahnya.

Saat Reni Novita ke kantor polisi, Aditya rupanya mengetahui. Ia dengan santai menunggu di depan Polsek Banjarmasin Selatan. Aparat langsung mendekat, tetapi pelaku berusaha kabur. Sempat dicari-cari, akhirnya suami sadis ini disergap di Jalan Tembus Mantuil.

Kepada polisi, Aditya mengaku telah mengonsumsi sabu. Dia tega menganiaya istrinya karena cemburu. Reni dituduhnya selingkuh. “Saya marah, karena dia selingkuh,” ucapnya berdalih.

Aparat menanyakan bukti-bukti jika istrinya selingkuh, namun Aditnya hanya diam. Dia tak bisa menjawab. (lan)

Most Read

Artikel Terbaru

/