alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Penjual Kosmetik Ilegal di Banjarmasin Ditangkap Ditrekrimsus Polda Kalsel

BANJARMASIN – Sudah tahu dilarang, masih saja nekat jual kosmetik ilegal. Akhirnya seperti dialami Syaifullah warga Jalan Pramuka Kompleks Kenanga II No 17 RT 7, Banjarmasin Timur. Dia dicokok anggota Subdit I Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Pria berusia sekitar 30 tahun ini tidak berkutik ketika petugas menemukan barang bukti sebanyak 50 jenis kosmetik yang akan dijual di wilayah Kalsel.

Kapolda Kalsel Brigadir Jenderal Polisi Rachmat Mulyana membeberkan bagaimana modus bisnis kosmetik ilegal bisa sampai masuk dan dipasarkan di Kalsel. Pelaku memesan barang dari seseorang di Jakarta. Supaya tidak terendus petugas, pengiriman tidak dialamatkan ke rumah. Melainkan diambil sendiri ke jasa pengiriman. “Pelaku sudah diberi nomor resi, dan dia ambil sendiri,” beber Rachmat dalam gelar perkara, Kamis (7/3).

Favehotel Banjarmasin

Namun, petugas Subdit I Ditreskrimsus Polda Kalsel terus mengikutinya hingga ke rumah, dan meringkus pelaku Rabu (7/3) sekitar pukul 11.10 Wita. Dari hasil penangkapan itu petugas menemukan barang bukti puluhan jenis kosmetik ilegal tanpa izin edar, dan tanpa ada label dari toko. “Jenis kosmetiknya puluhan macam, dan sudah kami amankan semua. Termasuk satu unit mobil,” katanya.

Jenderal bintang satu di pundak ini menegaskan, perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) UU RI No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. “Ancaman hukuman 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar UU Kesehatan, serta 5 tahun dan denda Rp2 miliar UU PK,” sebutnya.

Rachmat mengimbau kepada masyarakat di Kalsel yang ingin membeli kosmetik jangan terpengaruh dengan harga murah. Teliti dulu sebelum membeli. Jika kosmetik tidak memiliki izin edar dari BPOM dikhawatirkan dapat membahayakan penggunanya. “Hati-hati kalau membeli kosmestik melihat dari harganya saja. Kalau bahannya ada mengandung merkuri malah bisa membahayakan penggunanya,” imbaunya.

Syaifullah yang dihadirkan dalam gelar perkara di Polda Kalsel selalu menutupi wajahnya dengan topi dan masker. Awak media kesulitan mengambil gambar wajah pelaku. Begitu pula ketika ditanya ke mana saja menjual dan berapa kali pengiriman setiap bulan yang masuk ke Kalsel, dia enggan menjawab secara detail. “Sudah mengerjakan bisnis ini 2 tahun. Keuntungannya setiap bulan sekitar Rp10 juta,” katanya.(gmp/at/dye)

BANJARMASIN – Sudah tahu dilarang, masih saja nekat jual kosmetik ilegal. Akhirnya seperti dialami Syaifullah warga Jalan Pramuka Kompleks Kenanga II No 17 RT 7, Banjarmasin Timur. Dia dicokok anggota Subdit I Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Pria berusia sekitar 30 tahun ini tidak berkutik ketika petugas menemukan barang bukti sebanyak 50 jenis kosmetik yang akan dijual di wilayah Kalsel.

Kapolda Kalsel Brigadir Jenderal Polisi Rachmat Mulyana membeberkan bagaimana modus bisnis kosmetik ilegal bisa sampai masuk dan dipasarkan di Kalsel. Pelaku memesan barang dari seseorang di Jakarta. Supaya tidak terendus petugas, pengiriman tidak dialamatkan ke rumah. Melainkan diambil sendiri ke jasa pengiriman. “Pelaku sudah diberi nomor resi, dan dia ambil sendiri,” beber Rachmat dalam gelar perkara, Kamis (7/3).

Favehotel Banjarmasin

Namun, petugas Subdit I Ditreskrimsus Polda Kalsel terus mengikutinya hingga ke rumah, dan meringkus pelaku Rabu (7/3) sekitar pukul 11.10 Wita. Dari hasil penangkapan itu petugas menemukan barang bukti puluhan jenis kosmetik ilegal tanpa izin edar, dan tanpa ada label dari toko. “Jenis kosmetiknya puluhan macam, dan sudah kami amankan semua. Termasuk satu unit mobil,” katanya.

Jenderal bintang satu di pundak ini menegaskan, perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) UU RI No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. “Ancaman hukuman 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar UU Kesehatan, serta 5 tahun dan denda Rp2 miliar UU PK,” sebutnya.

Rachmat mengimbau kepada masyarakat di Kalsel yang ingin membeli kosmetik jangan terpengaruh dengan harga murah. Teliti dulu sebelum membeli. Jika kosmetik tidak memiliki izin edar dari BPOM dikhawatirkan dapat membahayakan penggunanya. “Hati-hati kalau membeli kosmestik melihat dari harganya saja. Kalau bahannya ada mengandung merkuri malah bisa membahayakan penggunanya,” imbaunya.

Syaifullah yang dihadirkan dalam gelar perkara di Polda Kalsel selalu menutupi wajahnya dengan topi dan masker. Awak media kesulitan mengambil gambar wajah pelaku. Begitu pula ketika ditanya ke mana saja menjual dan berapa kali pengiriman setiap bulan yang masuk ke Kalsel, dia enggan menjawab secara detail. “Sudah mengerjakan bisnis ini 2 tahun. Keuntungannya setiap bulan sekitar Rp10 juta,” katanya.(gmp/at/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/