alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

DPRD Banjarbaru Sayangkan Kurangnya Daerah Resapan Air

BANJARBARU – Para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Kota Banjarbaru terus menyayangkan terjadinya luapan air yang melanda beragam titik lokasi belakangan waktu terakhir. Komisi III siap memfasilitasi penggodokan perda yang mengarah upaya pencegahan banjir di Kota Banjarbaru.

Kali ini, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari yang angkat bicara. Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, munculnya genangan air yang tak seperti biasanya akan menjadi bom waktu bagi kota yang masih berusia 18 tahun ini.

“Bisa kita bayangkan kalau banjir itu terjadi pada jam sibuk atau jam kerja? Semua pasti akan merasakan kerugian,” cecarnya. Agar tak terulang, ia meminta pemko segera melakukan inventarisasi permasalahan secara mendetail.

Favehotel Banjarmasin

“Harus diinventarisasi, daerah hulu yang berfungsi sebagai daerah penyerapan air telah disulap untuk berubah menjadi kawasan perumahan maupun kawasan bisnis, itu juga akan membuat banjir ini menjadi bom waktu. Oleh karena itu, jangan sampai pembangunan mengorbankan lingkungan hidup,” tegasnya.

Ia mengimbau pembangunan Kota Banjarbaru tetap harus berwawasan lingkungan hidup. Pemko harus memiliki visi membangun kota tanpa merusak alam. Kawasan-kawasan daerah resapan air harusnya juga sudah mulai dipetakan.

“Jangan sampai banjir yang terjadi meluas ke dalam kota, hingga merugikan kita semua. Oleh karenanya, siapa pun kita mari bersama menjaga lingkungan dan beragam fasilitas umum yang ada khususnya daerah resapan air. Banjarbaru itu rumah ulun, rumah pian, dan rumah kita sabarataan,” pungkasnya. (dom/al/bin)

BANJARBARU – Para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Kota Banjarbaru terus menyayangkan terjadinya luapan air yang melanda beragam titik lokasi belakangan waktu terakhir. Komisi III siap memfasilitasi penggodokan perda yang mengarah upaya pencegahan banjir di Kota Banjarbaru.

Kali ini, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari yang angkat bicara. Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, munculnya genangan air yang tak seperti biasanya akan menjadi bom waktu bagi kota yang masih berusia 18 tahun ini.

“Bisa kita bayangkan kalau banjir itu terjadi pada jam sibuk atau jam kerja? Semua pasti akan merasakan kerugian,” cecarnya. Agar tak terulang, ia meminta pemko segera melakukan inventarisasi permasalahan secara mendetail.

Favehotel Banjarmasin

“Harus diinventarisasi, daerah hulu yang berfungsi sebagai daerah penyerapan air telah disulap untuk berubah menjadi kawasan perumahan maupun kawasan bisnis, itu juga akan membuat banjir ini menjadi bom waktu. Oleh karena itu, jangan sampai pembangunan mengorbankan lingkungan hidup,” tegasnya.

Ia mengimbau pembangunan Kota Banjarbaru tetap harus berwawasan lingkungan hidup. Pemko harus memiliki visi membangun kota tanpa merusak alam. Kawasan-kawasan daerah resapan air harusnya juga sudah mulai dipetakan.

“Jangan sampai banjir yang terjadi meluas ke dalam kota, hingga merugikan kita semua. Oleh karenanya, siapa pun kita mari bersama menjaga lingkungan dan beragam fasilitas umum yang ada khususnya daerah resapan air. Banjarbaru itu rumah ulun, rumah pian, dan rumah kita sabarataan,” pungkasnya. (dom/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/