alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 29 June 2022

Pasar Kupu-Kupu Akan Segera Berganti Menjadi Taman

BANJARMASIN – Deretan gudang dan warung liar di Jalan Bank Rakyat dibongkar habis, kemarin (6/3). Kawasan yang terkenal dengan nama Pasar Kupu-Kupu itu diincar pemko untuk dibangun menjadi taman kota.

Namun, Satpol PP tak perlu berkeringat banyak. Sebab, 10 bangunan liar itu sudah keburu diratakan. Ketimbang hancur diobrak-abrik Satpol PP, para pemilik memilih untuk membongkar sendiri bangunannya. Petugas tinggal mengangkut dan membersihkan sisanya.

Muhammad Saleh Fauzi, 51 tahun, mengaku mulai bergegas membongkar gudangnya sejak Jumat (2/3) tadi. “Cuma gudang, isinya wasi tuha (besi tua). Pemko meminta lahannya dikembalikan, kami manut saja,” ujarnya.

Favehotel Banjarmasin

Saleh mengaku sudah berdagang besi tua di Pasar Kupu-Kupu sejak 20 tahun silam. Tanpa gudang itu, barang dagangan kini ia pindahkan ke rumah. “Rumah saya lumayan jauh, di Jalan Jahri Saleh,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Banjarmasin, Hendra mengungkapkan, surat peringatan pertama sudah dikirimkan sejak dua pekan lalu. “Sebelumnya juga sudah mediasi dengan perwakilan pedagang di DPRD,” ujarnya.

Setelah peringatan ketiga dilayangkan, Satpol PP pun bergerak untuk mengeksekusi. Mengutip data Satpol PP, ada sembilan gudang besi tua dan satu warung kopi yang hinggap di atas tanah di belakang Bank Mandiri tersebut. Rata-rata sudah menetap di situ selama satu dekade.

“Porsi kami hanya eksekusi. Pembongkaran ini permintaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Katanya mau dibuat taman kota,” tukasnya. Pada akhir pembongkaran, Satpol PP mengangkut satu truk penuh kayu, seng dan bekas.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLH Banjarmasin, Mukhyar mengatakan desain ruang terbuka hijau itu masih dalam pengerjaan. Rencananya taman ini punya panjang 100 meter. “Sebagai gambaran, nanti taman ini dilengkapi jalur pejalan kaki,” ujarnya.

Ditanya berapa anggarannya, Mukhyar tak berani memastikan. Sebab, dia meminta bantuan dari CSR (Corporate Social Responsibility) perbankan untuk patungan dengan APBD. “Nominalnya tak penting. Yang penting agar pengusaha juga punya rasa memiliki terhadap kotanya,” imbuhnya.

Alasan lain pembongkaran, Pasar Kupu-Kupu dinilai sudah kumuh. Sementara di situ kawasan wisata kuliner Jalan Pos. Termasuk juga fasilitas tempat ibadah dan pendidikan, seperti masjid dan taman kanak-kanak. “Sayang kan kalau masjidnya sudah dibangun bagus tapi tertutup pasar kumuh,” pungkas Mukhyar. (fud/at/nur)

BANJARMASIN – Deretan gudang dan warung liar di Jalan Bank Rakyat dibongkar habis, kemarin (6/3). Kawasan yang terkenal dengan nama Pasar Kupu-Kupu itu diincar pemko untuk dibangun menjadi taman kota.

Namun, Satpol PP tak perlu berkeringat banyak. Sebab, 10 bangunan liar itu sudah keburu diratakan. Ketimbang hancur diobrak-abrik Satpol PP, para pemilik memilih untuk membongkar sendiri bangunannya. Petugas tinggal mengangkut dan membersihkan sisanya.

Muhammad Saleh Fauzi, 51 tahun, mengaku mulai bergegas membongkar gudangnya sejak Jumat (2/3) tadi. “Cuma gudang, isinya wasi tuha (besi tua). Pemko meminta lahannya dikembalikan, kami manut saja,” ujarnya.

Favehotel Banjarmasin

Saleh mengaku sudah berdagang besi tua di Pasar Kupu-Kupu sejak 20 tahun silam. Tanpa gudang itu, barang dagangan kini ia pindahkan ke rumah. “Rumah saya lumayan jauh, di Jalan Jahri Saleh,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Banjarmasin, Hendra mengungkapkan, surat peringatan pertama sudah dikirimkan sejak dua pekan lalu. “Sebelumnya juga sudah mediasi dengan perwakilan pedagang di DPRD,” ujarnya.

Setelah peringatan ketiga dilayangkan, Satpol PP pun bergerak untuk mengeksekusi. Mengutip data Satpol PP, ada sembilan gudang besi tua dan satu warung kopi yang hinggap di atas tanah di belakang Bank Mandiri tersebut. Rata-rata sudah menetap di situ selama satu dekade.

“Porsi kami hanya eksekusi. Pembongkaran ini permintaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Katanya mau dibuat taman kota,” tukasnya. Pada akhir pembongkaran, Satpol PP mengangkut satu truk penuh kayu, seng dan bekas.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLH Banjarmasin, Mukhyar mengatakan desain ruang terbuka hijau itu masih dalam pengerjaan. Rencananya taman ini punya panjang 100 meter. “Sebagai gambaran, nanti taman ini dilengkapi jalur pejalan kaki,” ujarnya.

Ditanya berapa anggarannya, Mukhyar tak berani memastikan. Sebab, dia meminta bantuan dari CSR (Corporate Social Responsibility) perbankan untuk patungan dengan APBD. “Nominalnya tak penting. Yang penting agar pengusaha juga punya rasa memiliki terhadap kotanya,” imbuhnya.

Alasan lain pembongkaran, Pasar Kupu-Kupu dinilai sudah kumuh. Sementara di situ kawasan wisata kuliner Jalan Pos. Termasuk juga fasilitas tempat ibadah dan pendidikan, seperti masjid dan taman kanak-kanak. “Sayang kan kalau masjidnya sudah dibangun bagus tapi tertutup pasar kumuh,” pungkas Mukhyar. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/