alexametrics
23.4 C
Banjarmasin
Tuesday, 16 August 2022

RICUH..!! Markas Lanal Diserbu Warga, Motifnya Diduga Masalah Tanah

BANJARMASIN – Sejumlah warga menyerbu markas Lanal Banjarmasin di Jalan A Yani Km 3 Banjarmasin Timur,  Senin (5/3). Mereka berunjuk rasa menuntut penolakan tanah yang mau direbut dan meminta pembubaran Pangkalan TNI AL.

Unjuk rasa itu ternyata tak luput dari hasutan separatis. Massa berjumlah 150 orang tiba menggunakan angkutan mobil. Sejumlah prajuti sudah bersiaga setelah menerima laporan dari staf intelejen.

Aksi unjuk rasa berubah tegang setelah mediasi dengan salah satu perwakilan pengunjuk rasa tidak tercapai. Massa tidak bisa dikontrol, petugas anti huru-hara  terlibat bentrok.

Massa bertindak anarkis. Selain membakar ban dan melempari petugas,  mereka juga merusak fasilitas markas Lanal. Tindakan keras dilakukan, semburan air dari pompa mesin membuat mereka membubarkan diri.

Cerita di atas bukanlah kejadian sebenarnya. Massa dikerahkan untuk mendukung simulasi rangkaian latihan pertahanan yang digelar Pangkalan Lanal Banjarmasin. Hari itu sebenarnya juga dilakukan simulasi terror.

Danlanal Banjarmasin,  Letkol Laut (P) Wijayanto mengungkapkan,  simulasi dilakukan untuk menjaga kedisiplinan dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan prajurit.

“Simulasi ini menyegarkan mereka kembali, bagaimana mengatasi pengunjuk rasa, serangan umum dan teror bom. Prajurit harus selalu sigap,” katanya.  (lan)

BANJARMASIN – Sejumlah warga menyerbu markas Lanal Banjarmasin di Jalan A Yani Km 3 Banjarmasin Timur,  Senin (5/3). Mereka berunjuk rasa menuntut penolakan tanah yang mau direbut dan meminta pembubaran Pangkalan TNI AL.

Unjuk rasa itu ternyata tak luput dari hasutan separatis. Massa berjumlah 150 orang tiba menggunakan angkutan mobil. Sejumlah prajuti sudah bersiaga setelah menerima laporan dari staf intelejen.

Aksi unjuk rasa berubah tegang setelah mediasi dengan salah satu perwakilan pengunjuk rasa tidak tercapai. Massa tidak bisa dikontrol, petugas anti huru-hara  terlibat bentrok.

Massa bertindak anarkis. Selain membakar ban dan melempari petugas,  mereka juga merusak fasilitas markas Lanal. Tindakan keras dilakukan, semburan air dari pompa mesin membuat mereka membubarkan diri.

Cerita di atas bukanlah kejadian sebenarnya. Massa dikerahkan untuk mendukung simulasi rangkaian latihan pertahanan yang digelar Pangkalan Lanal Banjarmasin. Hari itu sebenarnya juga dilakukan simulasi terror.

Danlanal Banjarmasin,  Letkol Laut (P) Wijayanto mengungkapkan,  simulasi dilakukan untuk menjaga kedisiplinan dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan prajurit.

“Simulasi ini menyegarkan mereka kembali, bagaimana mengatasi pengunjuk rasa, serangan umum dan teror bom. Prajurit harus selalu sigap,” katanya.  (lan)

Most Read

Artikel Terbaru

/