alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

INGAT..! Razia Besar-besaran Bakal Digelar Lagi, Catat Waktunya

BANJARMASIN – Perhatian bagi para pengendara di Kota Banjarmasin. Polda Kalsel bakal menggelar Operasi Intan 2018. Durasinya tiga pekan. Dimulai Senin ini (5/3) dan berakhir 25 Maret mendatang.

Tak main-main, dalam operasi kali ini Polda menurunkan 504 personel. “Sasarannya pengendara roda dua,”  kata Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana, kemarin (1/3) pagi.

Ada beberapa jenis pelanggaran yang menjadi fokus kepolisian. Di antaranya, melawan arus, tak memakai helm, menggunakan handphone saat berkendara serta pengendara belum cukup umur hingga. Termasuk juga berboncengan lebih dari satu orang. “Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunkan tingkat kecelakaan,” tuturnya.

Dari data Ditlantas Polda Kalsel pada operasi serupa tahun 2017, ada sebanyak 95.989 teguran. Sedangkan jumlah tilang mencapai 104.479. Angkanya jauh meningkat dibandingkan tahun 2016. Teguran 28.046 dan tilang 72.552.

Operasi bakal dilakukan pada semua ruas jalan yang menjadi tanggung jawab dan fungsi lalu lintas. Jadi di mana saja bisa.

“Operasi ini mengedepankan dikmas lantas atau pendidikan masyarakat tentang lalu lintas. 80 persen dikmas lantas, 20 persen penindakan,” sebut kapolda. Kegiatan ini memang memperioritaskan soal edukasi. Untuk menumbuhkan simpatik masyarakat terhadap Polantas. Mendukung kebijakan menuju profesional, modern dan terpercaya (Promoter).

Bandi, warga Jalan Veteran, Banjarmasin Timur, sepakat dengan operasi tersebut. Karena, menurutnya masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Sebut saja menggunakan handphone. “Karena konsentrasi pengendara buyar saat memainkan handphone. Kalau celaka sendiri mungkin tidak apa-apa, bagaimana jika menabrak orang lain, pasti merugikan pengendara lain juga,” tuturnya. (gmp/at/nur)

BANJARMASIN – Perhatian bagi para pengendara di Kota Banjarmasin. Polda Kalsel bakal menggelar Operasi Intan 2018. Durasinya tiga pekan. Dimulai Senin ini (5/3) dan berakhir 25 Maret mendatang.

Tak main-main, dalam operasi kali ini Polda menurunkan 504 personel. “Sasarannya pengendara roda dua,”  kata Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana, kemarin (1/3) pagi.

Ada beberapa jenis pelanggaran yang menjadi fokus kepolisian. Di antaranya, melawan arus, tak memakai helm, menggunakan handphone saat berkendara serta pengendara belum cukup umur hingga. Termasuk juga berboncengan lebih dari satu orang. “Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunkan tingkat kecelakaan,” tuturnya.

Dari data Ditlantas Polda Kalsel pada operasi serupa tahun 2017, ada sebanyak 95.989 teguran. Sedangkan jumlah tilang mencapai 104.479. Angkanya jauh meningkat dibandingkan tahun 2016. Teguran 28.046 dan tilang 72.552.

Operasi bakal dilakukan pada semua ruas jalan yang menjadi tanggung jawab dan fungsi lalu lintas. Jadi di mana saja bisa.

“Operasi ini mengedepankan dikmas lantas atau pendidikan masyarakat tentang lalu lintas. 80 persen dikmas lantas, 20 persen penindakan,” sebut kapolda. Kegiatan ini memang memperioritaskan soal edukasi. Untuk menumbuhkan simpatik masyarakat terhadap Polantas. Mendukung kebijakan menuju profesional, modern dan terpercaya (Promoter).

Bandi, warga Jalan Veteran, Banjarmasin Timur, sepakat dengan operasi tersebut. Karena, menurutnya masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Sebut saja menggunakan handphone. “Karena konsentrasi pengendara buyar saat memainkan handphone. Kalau celaka sendiri mungkin tidak apa-apa, bagaimana jika menabrak orang lain, pasti merugikan pengendara lain juga,” tuturnya. (gmp/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/