alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Mengenal Klub Motor BRIKC, Melanggar Aturan, Dikeluarkan

Sama-sama suka RX King. Itulah yang mengawali terbentuknya Banjarmasin Riders King Club (BRIKC). Sebuah wadah bagi pencinta motor 2 Tak tersebut.

ENDANG SARIFUDDIN, Banjarmasin.

Senin (29/1), sekitar pukul 10.00 pagi, saya janji ketemu dengan sejumlah anggota BRIKC. Lokasinya di sebuah toko ritel modern Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Favehotel Banjarmasin

Saya datang lebih awal. Sekitar setengah jam menunggu, terdengar suara treng..teng..teng..teng. Yep, itulah rombongan BRIKC. Mereka berdatangan termasuk sang ketua. Namanya Iyan.

Kami sengaja mengambil tempat duduk di pojok. Supaya tidak mengganggu pengunjung toko lainnya.

Iyan mulai bercerita soal BRIKC. Klub ini terbentuk 19 Agustus 2013. Awalnya dibentuk oleh pendahulu mereka Agus Matle, Dwi, Irwan, H Ansor, H Ahim, Abu, H Hendra (alm), Habib Said dan H Hendy.

Setelah anggota BRIKC sudah mencapai 100, sembilan pendiri klub menyerahkan kepengurusan kepada yang lebih muda. “Saya sudah dua kali dipilih kawan-kawan, padahal saya mau menyerahkan kepada yang lain tapi lagi-lagi di pilih. Mau gimana lagi,” kata Iyan.

Menurut Iyan, klub ini dibentuk karena melihat banyaknya pencinta motor RX King, khususnya di Banjarmasin.

“Klub ini bisa saling mengenal dengan sesama pencinta RX King. Bisa tukar pengalaman juga,” tuturnya.

Yang pasti, selain menjalin silaturahmi juga menjadi sarana positif untuk menyalurkan hobi.

Iyan mengakui, tak sedikit masyarakat yang berpandangan miring dengan anggota klub motor. Apalagi pencinta RX King. Citra negatif sering dikait-kaitkan terhadap kelompok ini.

“Karena itu kami ubah pandangan negatif masyarakat. Caranya, dengan sering mengadakan kegiatan yang berbau positif,” sebut Iyan. Misalnya bhakti sosial dengan menggandeng instansi dan lembaga pemerintahan. Sebut saja membersihkan saluran irigasi, membantu korban kebakaran. Mengadakan saur on the road dan memberikan bantuan kepada panti asuhan.

BRIKC biasanya menggelar kopi darat (Kopdar) di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah. “Malam Minggu biasanya kami kumpul. Ngobrol tentang motor dan rencana agenda kegiatan,” tuturnya.

Bagaimana kalau ada yang ingin gabung dengan BRIKC? Mudah saja. Hanya perlu mendatangi tempat tongkrongan mereka. Tepatnya di depan Kantor Bank Kalsel. “Nanti kami jelaskan semuanya,” ucapnya sambil promosi.

Ada satu aturan ketat yang diutamakan BRIKC. Calon anggota tak boleh punya catatan negatif. Atau terjerat kasus kriminal dan pelanggaran hukum lainnya. Sebut saja balapan liar. Dan tentu saja no narkoba.

Begitu juga dengan aturan anggota. Sama dengan calon. Sanksinya, dikeluarkan dari klub.

Mereka serius. Tahun lalu ada dua orang anggota klub yang dikeluarkan karena ikut balapan liar. “Seluruh anggota BRIKC itu dipantau mas, kalau terbukti ada yang melanggar aturan bisa dikeluarkan. Tapi sebelumnya kami beri teguran dan diberi arahan agar jadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Kalau tidak bisa juga baru dikeluarkan,” jelasnya. (at/nur)

Sama-sama suka RX King. Itulah yang mengawali terbentuknya Banjarmasin Riders King Club (BRIKC). Sebuah wadah bagi pencinta motor 2 Tak tersebut.

ENDANG SARIFUDDIN, Banjarmasin.

Senin (29/1), sekitar pukul 10.00 pagi, saya janji ketemu dengan sejumlah anggota BRIKC. Lokasinya di sebuah toko ritel modern Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Favehotel Banjarmasin

Saya datang lebih awal. Sekitar setengah jam menunggu, terdengar suara treng..teng..teng..teng. Yep, itulah rombongan BRIKC. Mereka berdatangan termasuk sang ketua. Namanya Iyan.

Kami sengaja mengambil tempat duduk di pojok. Supaya tidak mengganggu pengunjung toko lainnya.

Iyan mulai bercerita soal BRIKC. Klub ini terbentuk 19 Agustus 2013. Awalnya dibentuk oleh pendahulu mereka Agus Matle, Dwi, Irwan, H Ansor, H Ahim, Abu, H Hendra (alm), Habib Said dan H Hendy.

Setelah anggota BRIKC sudah mencapai 100, sembilan pendiri klub menyerahkan kepengurusan kepada yang lebih muda. “Saya sudah dua kali dipilih kawan-kawan, padahal saya mau menyerahkan kepada yang lain tapi lagi-lagi di pilih. Mau gimana lagi,” kata Iyan.

Menurut Iyan, klub ini dibentuk karena melihat banyaknya pencinta motor RX King, khususnya di Banjarmasin.

“Klub ini bisa saling mengenal dengan sesama pencinta RX King. Bisa tukar pengalaman juga,” tuturnya.

Yang pasti, selain menjalin silaturahmi juga menjadi sarana positif untuk menyalurkan hobi.

Iyan mengakui, tak sedikit masyarakat yang berpandangan miring dengan anggota klub motor. Apalagi pencinta RX King. Citra negatif sering dikait-kaitkan terhadap kelompok ini.

“Karena itu kami ubah pandangan negatif masyarakat. Caranya, dengan sering mengadakan kegiatan yang berbau positif,” sebut Iyan. Misalnya bhakti sosial dengan menggandeng instansi dan lembaga pemerintahan. Sebut saja membersihkan saluran irigasi, membantu korban kebakaran. Mengadakan saur on the road dan memberikan bantuan kepada panti asuhan.

BRIKC biasanya menggelar kopi darat (Kopdar) di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah. “Malam Minggu biasanya kami kumpul. Ngobrol tentang motor dan rencana agenda kegiatan,” tuturnya.

Bagaimana kalau ada yang ingin gabung dengan BRIKC? Mudah saja. Hanya perlu mendatangi tempat tongkrongan mereka. Tepatnya di depan Kantor Bank Kalsel. “Nanti kami jelaskan semuanya,” ucapnya sambil promosi.

Ada satu aturan ketat yang diutamakan BRIKC. Calon anggota tak boleh punya catatan negatif. Atau terjerat kasus kriminal dan pelanggaran hukum lainnya. Sebut saja balapan liar. Dan tentu saja no narkoba.

Begitu juga dengan aturan anggota. Sama dengan calon. Sanksinya, dikeluarkan dari klub.

Mereka serius. Tahun lalu ada dua orang anggota klub yang dikeluarkan karena ikut balapan liar. “Seluruh anggota BRIKC itu dipantau mas, kalau terbukti ada yang melanggar aturan bisa dikeluarkan. Tapi sebelumnya kami beri teguran dan diberi arahan agar jadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Kalau tidak bisa juga baru dikeluarkan,” jelasnya. (at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/