alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Kasus Suap PDAM, Iwan dan Andi Disidang 6 Februari

BANJARMASIN – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Asri, Jumat (26/1) kemarin mendatangi Pengadilan Negeri Banjarmasin. Asri mengambil penetapan jadwal sidang  perdana terdakwa kasus suap PDAM Bandarmasih, Iwan Rusmali (Mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin) dan Ketua Pansus Penyertaaan Modal PDAM Andi Effendi.

Dipastikan, sidang dua terdakwa ini akan digelar pada 6 Februari mendatang atau usai vonis tersangka, Muslih dan Trensis. Kepada awak media Asri mengungkapkan, dua terdakwa nantinya akan berhadapan dengan empat orang jaksa.

Sementara, disinggung pasal yang didakwakan kepada Iwan dan Andi, Asri mengungkapkan, mereka akan dijerat pasal 12 huruf a UU Tipikor. “Dua terdakwa ini penerima. Berbeda dengan dua terdakwa sebelumnya, mereka dijerat pasal 12 huruf b,” kata Asri.

Favehotel Banjarmasin

Asri menyakini, sidang perdana dua terdakwa ini akan ramai dikunjungi masyarakat. Untuk kelancaran sidang, pihaknya sudah meminta bantuan keamanan kepada aparat kepolisan. “Mereka kan mantan politisi, pasti banyak para simpatisan yang akan datang melihat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Panitera Muda Pengadilan Tipikor Banjarmasin Mulyadi mengungkapkan, jadwal persidangan Iwan dan Andi sudah diagendakan pada 6 Februari mendatang usai vonis Muslih dan Trensis pada 30 Januari mendatang. “Sudah dijadwalkan pada 6 Februari nanti,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, jika berkas perkara Iwan dan Andi diterima pihaknya pada Kamis (25/1) lalu. Dan oleh Ketua PN Banjarmasin telah ditetapkan penahanannya sejak berkas diterima hingga 30 hari ke depan. “Penetapan penahanan oleh Ketua PN untuk 30 hari ke depan. Keduanya dititipkan di LP Banjarbaru,” terangnya.

Sementara itu, majelis hakim pada sidang nanti diketuai Sihar Hamonangan Purba dengan anggota Affandi dan Dana Hanura. “Majelis hakim juga sudah disiapkan, tinggal disidangkan saja lagi,” imbuhnya.

Mengingatkan, empat tersangka diamankan pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada September 2017 lalu. mereka ditangkap karena diduga telah melakukan suap-menyuap senilai Rp 100 juta untuk pemulusan Raperda Penyertaan Modal Pemko Banjarmasin untuk PDAM Bandarmasin sebesar Rp 50,7 miliar. (mof/tof)

BANJARMASIN – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Asri, Jumat (26/1) kemarin mendatangi Pengadilan Negeri Banjarmasin. Asri mengambil penetapan jadwal sidang  perdana terdakwa kasus suap PDAM Bandarmasih, Iwan Rusmali (Mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin) dan Ketua Pansus Penyertaaan Modal PDAM Andi Effendi.

Dipastikan, sidang dua terdakwa ini akan digelar pada 6 Februari mendatang atau usai vonis tersangka, Muslih dan Trensis. Kepada awak media Asri mengungkapkan, dua terdakwa nantinya akan berhadapan dengan empat orang jaksa.

Sementara, disinggung pasal yang didakwakan kepada Iwan dan Andi, Asri mengungkapkan, mereka akan dijerat pasal 12 huruf a UU Tipikor. “Dua terdakwa ini penerima. Berbeda dengan dua terdakwa sebelumnya, mereka dijerat pasal 12 huruf b,” kata Asri.

Favehotel Banjarmasin

Asri menyakini, sidang perdana dua terdakwa ini akan ramai dikunjungi masyarakat. Untuk kelancaran sidang, pihaknya sudah meminta bantuan keamanan kepada aparat kepolisan. “Mereka kan mantan politisi, pasti banyak para simpatisan yang akan datang melihat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Panitera Muda Pengadilan Tipikor Banjarmasin Mulyadi mengungkapkan, jadwal persidangan Iwan dan Andi sudah diagendakan pada 6 Februari mendatang usai vonis Muslih dan Trensis pada 30 Januari mendatang. “Sudah dijadwalkan pada 6 Februari nanti,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, jika berkas perkara Iwan dan Andi diterima pihaknya pada Kamis (25/1) lalu. Dan oleh Ketua PN Banjarmasin telah ditetapkan penahanannya sejak berkas diterima hingga 30 hari ke depan. “Penetapan penahanan oleh Ketua PN untuk 30 hari ke depan. Keduanya dititipkan di LP Banjarbaru,” terangnya.

Sementara itu, majelis hakim pada sidang nanti diketuai Sihar Hamonangan Purba dengan anggota Affandi dan Dana Hanura. “Majelis hakim juga sudah disiapkan, tinggal disidangkan saja lagi,” imbuhnya.

Mengingatkan, empat tersangka diamankan pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada September 2017 lalu. mereka ditangkap karena diduga telah melakukan suap-menyuap senilai Rp 100 juta untuk pemulusan Raperda Penyertaan Modal Pemko Banjarmasin untuk PDAM Bandarmasin sebesar Rp 50,7 miliar. (mof/tof)

Most Read

Artikel Terbaru

Dua Dibekuk, Satu DPO

Karyawati Gelapkan Uang Perusahaan

Jasad Itu Ternyata Masinis Kapal

Giliran Anak Wahid Jadi Saksi

/