alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Ketua DPRD Balangan Imbau Sekolah Agar Lebih Waspada

PARINGIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, mengimbau pihak sekolah untuk lebih berhati-hati serta ketat dalam pengawasan terhadap anak didik.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua DPRD Balangan, Abdul Hadi belum lama tadi, mengingat beberapa waktu lalu belasan pelajar di Bumi Sanggam mengalami keracunan minuman oplosan, bahkan dua di antaranya meninggal dunia. Parahnya, bahan cairan untuk campuran oplosan tersebut diambil dari stok laboratorium sekolah.

“Saat ini, kita bukan hanya perang terhadap Narkotika, namun juga Minuman Keras, bahkan penyalahgunaan bahan kimia dan kebutuhan kesehatan yang dioplos menjadi minuman,” ujarnya.

Favehotel Banjarmasin

Pihak sekolah harus berhati-hati dalam menyimpan cairan laboratorium yang rentan disalahgunakan menjadi bahan untuk dikonsumsi, di antaranya alkohol, spiritus, etanol dan lain sebagainya.

“Tentunya sekolah harus memberikan pendidikan dan pengetahuan yang benar terkait hal tersebut. Baik mengenai bahayanya terhadap kerusakan ginjal bahkan bisa mengganggu fungsi jantung, juga manfaat kegunaan cairan tersebut, yang tentu bukan untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Para remaja, khususnya pelajar, tentu tidak memahami efek dari penyalahgunaan obat-obatan serta minuman yang mereka konsumsi, yang mana bisa menyebabkan meninggal dunia.

Mereka harus diberikan pemahaman serius, dan para pelajar yang telah menjadi korban beberapa waktu lalu harus menjadi pelajaran semua pihak, agar meningkatkan penjagaan terhadap anak-anak.

Bahkan peran orang tua dan tokoh agama serta tokoh masyarakat sangatlah penting, untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari Narkotika, Miras, bahkan zat adiktif dan zat kimia lainnya yang disalahgunakan. (why/ema)

PARINGIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, mengimbau pihak sekolah untuk lebih berhati-hati serta ketat dalam pengawasan terhadap anak didik.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua DPRD Balangan, Abdul Hadi belum lama tadi, mengingat beberapa waktu lalu belasan pelajar di Bumi Sanggam mengalami keracunan minuman oplosan, bahkan dua di antaranya meninggal dunia. Parahnya, bahan cairan untuk campuran oplosan tersebut diambil dari stok laboratorium sekolah.

“Saat ini, kita bukan hanya perang terhadap Narkotika, namun juga Minuman Keras, bahkan penyalahgunaan bahan kimia dan kebutuhan kesehatan yang dioplos menjadi minuman,” ujarnya.

Favehotel Banjarmasin

Pihak sekolah harus berhati-hati dalam menyimpan cairan laboratorium yang rentan disalahgunakan menjadi bahan untuk dikonsumsi, di antaranya alkohol, spiritus, etanol dan lain sebagainya.

“Tentunya sekolah harus memberikan pendidikan dan pengetahuan yang benar terkait hal tersebut. Baik mengenai bahayanya terhadap kerusakan ginjal bahkan bisa mengganggu fungsi jantung, juga manfaat kegunaan cairan tersebut, yang tentu bukan untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Para remaja, khususnya pelajar, tentu tidak memahami efek dari penyalahgunaan obat-obatan serta minuman yang mereka konsumsi, yang mana bisa menyebabkan meninggal dunia.

Mereka harus diberikan pemahaman serius, dan para pelajar yang telah menjadi korban beberapa waktu lalu harus menjadi pelajaran semua pihak, agar meningkatkan penjagaan terhadap anak-anak.

Bahkan peran orang tua dan tokoh agama serta tokoh masyarakat sangatlah penting, untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari Narkotika, Miras, bahkan zat adiktif dan zat kimia lainnya yang disalahgunakan. (why/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/