alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

DPRD Balangan Tengahi Permasalahan Warga dan Perusahaan Tambang

PARINGIN – Untuk menengahi permasalahan yang terjadi antara warga Desa Padang Batung dan Tawahan Kecamatan Halong dengan PT Balangan Coal dan PT ATA, DPRD Balangan menggelar hearing dialog dan mempertemukan keduabelah pihak, Senin (22/1) di sekretariat DPRD setempat.

Permasalahan bermula karena warga merasa terusik dengan aktivitas perusahaan pertambangan batu bara PT Balangan Coal, dan perusahaan perkebunan sawit PT ATA yang merusak lingkungan sekitar desa.
Kedatangan warga diterima oleh Ketua DPRD Balangan Abdul Hadi, Wakil Ketua I Syabirin beserta beberapa anggota legislatif lainnya. Berhadir juga jajaran manajemen PT Balangan Coal, PT ATA dan Pemda Balangan.

Kepala Desa Sungai Batung, Rinu mengungkapkan, ada beberapa tuntutan yang disampaikan warga di antaranya lokasi jalan baru yang kurang layak karena jalan lama masuk wilayah operasional tambang.

Favehotel Banjarmasin

Kemudian, lanjutnya, air sungai beberapa hari ini keruh sehingga tidak layak untuk digunakan MCK, peralihan penggunaan lahan dari perkebunan sawit ke tambang batu bara, serta minimnya jumlah masyarakat sekitar yang direkrut bekerja di perusahaan tambang tersebut.

“Seharusnya pekerja yang diprioritaskan itu warga daerah, supaya menyejahterakan masyarakat sekitar operasional tambang. Tapi kenyataannya selama ini, sangat susah untuk masuk kerja di sana,” tukasnya.

Sementara itu, Bahar, pimpinan PT Balangan Coal mengungkapkan, untuk masalah jalan pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan sehingga layak untuk dilintasi warga.

Sedangkan terkait sungai yang keruh akibat aktivitas perusahaan, pihaknya akan bertanggung jawab atas hal tersebut, yaitu dengan melakukan pembersihan dan pengerukan pada sungai yang mendangkal, serta berbenah semaksimal mungkin agar tidak menimbulkan dampak serupa terulang kembali.

Terkait tenaga kerja lokal, di jelaskan Bahar, perusahaan memiliki standar keahlian tertentu dalam merekrut tenaga kerja. Sementara, hal itu tidak dimiliki oleh rata-rata warga setempat.
“Dari sana, kami ke depannya punya program mengadakan pelatihan-pelatihan bagi warga lokal, terkait keahlian yang kami perlukan dalam perusahaan, sehingga warga yang sudah punya keahlian secara otomatis akan diberdayakan,” terangnya.

Menutup pertemuan, Ketua DPRD Balangan Abdul Hadi bersyukur bahwa pertemuan yang pihaknya gelar menemukan titik terang terhadap semua permasalahan warga.

“Intinya kami selaku wakil rakyat, akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi warga,” imbuhnya. (why/ema)

PARINGIN – Untuk menengahi permasalahan yang terjadi antara warga Desa Padang Batung dan Tawahan Kecamatan Halong dengan PT Balangan Coal dan PT ATA, DPRD Balangan menggelar hearing dialog dan mempertemukan keduabelah pihak, Senin (22/1) di sekretariat DPRD setempat.

Permasalahan bermula karena warga merasa terusik dengan aktivitas perusahaan pertambangan batu bara PT Balangan Coal, dan perusahaan perkebunan sawit PT ATA yang merusak lingkungan sekitar desa.
Kedatangan warga diterima oleh Ketua DPRD Balangan Abdul Hadi, Wakil Ketua I Syabirin beserta beberapa anggota legislatif lainnya. Berhadir juga jajaran manajemen PT Balangan Coal, PT ATA dan Pemda Balangan.

Kepala Desa Sungai Batung, Rinu mengungkapkan, ada beberapa tuntutan yang disampaikan warga di antaranya lokasi jalan baru yang kurang layak karena jalan lama masuk wilayah operasional tambang.

Favehotel Banjarmasin

Kemudian, lanjutnya, air sungai beberapa hari ini keruh sehingga tidak layak untuk digunakan MCK, peralihan penggunaan lahan dari perkebunan sawit ke tambang batu bara, serta minimnya jumlah masyarakat sekitar yang direkrut bekerja di perusahaan tambang tersebut.

“Seharusnya pekerja yang diprioritaskan itu warga daerah, supaya menyejahterakan masyarakat sekitar operasional tambang. Tapi kenyataannya selama ini, sangat susah untuk masuk kerja di sana,” tukasnya.

Sementara itu, Bahar, pimpinan PT Balangan Coal mengungkapkan, untuk masalah jalan pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan sehingga layak untuk dilintasi warga.

Sedangkan terkait sungai yang keruh akibat aktivitas perusahaan, pihaknya akan bertanggung jawab atas hal tersebut, yaitu dengan melakukan pembersihan dan pengerukan pada sungai yang mendangkal, serta berbenah semaksimal mungkin agar tidak menimbulkan dampak serupa terulang kembali.

Terkait tenaga kerja lokal, di jelaskan Bahar, perusahaan memiliki standar keahlian tertentu dalam merekrut tenaga kerja. Sementara, hal itu tidak dimiliki oleh rata-rata warga setempat.
“Dari sana, kami ke depannya punya program mengadakan pelatihan-pelatihan bagi warga lokal, terkait keahlian yang kami perlukan dalam perusahaan, sehingga warga yang sudah punya keahlian secara otomatis akan diberdayakan,” terangnya.

Menutup pertemuan, Ketua DPRD Balangan Abdul Hadi bersyukur bahwa pertemuan yang pihaknya gelar menemukan titik terang terhadap semua permasalahan warga.

“Intinya kami selaku wakil rakyat, akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi warga,” imbuhnya. (why/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/