alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Lift Macet, Ketua Komisi III DPRD Banjabaru Terperangkap

BANJARBARU – Nasib apes menimpa Politisi PDI-P Kota Banjarbaru, Bambang S. Roni, kemarin (22/1) pagi. Berniat ingin menghadiri rapat panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Banjarbaru di lantai III gedung dewan, dirinya malah terjebak dalam lift.

Suasana di gedung dewan pun heboh, tim gawat darurat dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarbaru berdatangan. Sementara relawan emergency langsung melakukan upaya pencungkilan pintu lift. Untuk memberi celah agar Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru tersebut bisa bernafas dengan leluasa.  

Tapi ternyata, nyatanya penanganan lift bermasalah bukanlah perkara enteng. Proses perbaikannya memerlukan waktu yang tak singkat. 

Favehotel Banjarmasin

Diketahui, Bambang memasuki lift dari basement sekitar pukul 10.30 WITA. Akan tetapi, Ia baru bisa keluar hampir dua jam setelahnya. Untungnya, dirinya keluar dengan kondisi yang stabil.

“Saya terjebak antara lantai dua dengan tiga. Sudah memencet bel lift dua kali. Tapi, kata petugas mohon bersabar. Lagi diupayakan,” celoteh Bambang. Selama terperangkap, ia mengaku hanya bisa bersabar dengan memainkan gawainya. “Saya terpaksa absen rapat atas kejadian ini,” tambah Bambang usai berhasil dievakuasi keluar pada pukul 12.30 Wita.

Ditanya penyebab, ia tak mengetahui secara persis. “Kurang mengetahui secara penuh penyebabnya. Yang jelas, kemungkinan datang dari pengaruh mati listrik saja,” tandasnya. Selama menjadi anggota dewan, Bambang mengaku baru pertama kali terjebak dalam lift.

Sementara itu, Teknisi Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Agus mengklaim perawatan lift untuk gedung dewan sudah dilakukan secara rutin. Setiap satu bulan sekali, bakal ada servis untuk fasilitas penghubung antar lantai tersebut.

“Tidak ada bagian lift yang bermasalah. Hanya saja, tadi memang sempat mati listrik,” tutur Agus.

Dipaparkannya, saat listrik padam, harusnya lift dibiarkan mengisi baterai Automatic Rescue Device (ADR) terlebih dahulu agar bisa beroperasi. Namun, lift keburu dicungkil saat baterai masih terisi lemah. Akhirnya, pengisian baterai terganggu.

“Karena sudah dibuka paksa, pengisian baterai tak bisa terlaksana. Lift jadi macet. Proses penanganan jadinya membutuhkan waktu yang lama,” tandas Agus. (dom)

BANJARBARU – Nasib apes menimpa Politisi PDI-P Kota Banjarbaru, Bambang S. Roni, kemarin (22/1) pagi. Berniat ingin menghadiri rapat panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Banjarbaru di lantai III gedung dewan, dirinya malah terjebak dalam lift.

Suasana di gedung dewan pun heboh, tim gawat darurat dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarbaru berdatangan. Sementara relawan emergency langsung melakukan upaya pencungkilan pintu lift. Untuk memberi celah agar Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru tersebut bisa bernafas dengan leluasa.  

Tapi ternyata, nyatanya penanganan lift bermasalah bukanlah perkara enteng. Proses perbaikannya memerlukan waktu yang tak singkat. 

Favehotel Banjarmasin

Diketahui, Bambang memasuki lift dari basement sekitar pukul 10.30 WITA. Akan tetapi, Ia baru bisa keluar hampir dua jam setelahnya. Untungnya, dirinya keluar dengan kondisi yang stabil.

“Saya terjebak antara lantai dua dengan tiga. Sudah memencet bel lift dua kali. Tapi, kata petugas mohon bersabar. Lagi diupayakan,” celoteh Bambang. Selama terperangkap, ia mengaku hanya bisa bersabar dengan memainkan gawainya. “Saya terpaksa absen rapat atas kejadian ini,” tambah Bambang usai berhasil dievakuasi keluar pada pukul 12.30 Wita.

Ditanya penyebab, ia tak mengetahui secara persis. “Kurang mengetahui secara penuh penyebabnya. Yang jelas, kemungkinan datang dari pengaruh mati listrik saja,” tandasnya. Selama menjadi anggota dewan, Bambang mengaku baru pertama kali terjebak dalam lift.

Sementara itu, Teknisi Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Agus mengklaim perawatan lift untuk gedung dewan sudah dilakukan secara rutin. Setiap satu bulan sekali, bakal ada servis untuk fasilitas penghubung antar lantai tersebut.

“Tidak ada bagian lift yang bermasalah. Hanya saja, tadi memang sempat mati listrik,” tutur Agus.

Dipaparkannya, saat listrik padam, harusnya lift dibiarkan mengisi baterai Automatic Rescue Device (ADR) terlebih dahulu agar bisa beroperasi. Namun, lift keburu dicungkil saat baterai masih terisi lemah. Akhirnya, pengisian baterai terganggu.

“Karena sudah dibuka paksa, pengisian baterai tak bisa terlaksana. Lift jadi macet. Proses penanganan jadinya membutuhkan waktu yang lama,” tandas Agus. (dom)

Most Read

Artikel Terbaru

/