alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Sepasang Kekasih Lagi Mabuk Diamankan Warga S Parman

BANJARMASIN – Warga di Jalan S Parman RT 3 Gang Nusa Indah, Banjarmasin Barat, memanas. Itu menyusul seorang lelaki yang tengah mabuk berat bersama teman perempuannya menantang warga di sana.

Keributan itu terjadi Minggu (14/1) malam sekira pukul 21.30 Wita. Awalnya pria berinisial HI yang menantang warga itu dipergoki mantan ketua RT setempat,  Suriansyah. Mereka saat itu rebahan berdua dengan seorang perempuan berinisial LN, di pelatar rumahnya.

Mereka kemudian menjauh dari rumah tersebut dan menuju rumah kontrakan LN yang tidak jauh dari rumah mantan ketua RT. Tidak berapa lama Suriansyah, lalu mengabarkan kepada warga bahwa ada pasangan yang diduga hendak berbuat hal tak pantas.

Favehotel Banjarmasin

Sejumlah warga mencari mereka berdua dan mendapati mereka tengah berjalan dengan kondisi sempoyongan,  tidak jauh rumah kontrakan LN. Sang perempuan adalah warga pendatang yang sudah delapan bulan mengontrak rumah milik Muhtar,  warga di sana.

“Keduanya kami temukan dalam kondisi mabuk berat. Menghindari hal terjadi yang tidak diinginkan kami berusaha membawa mereka ke ketua RT. Nah saat hendak digiring, si pria melawan dan berkata-kata yang memunculkan kemarahan warga,” cerita salah seorang warga yang enggan namanya dikorankan.

HI dan salah satu warga beradu mulut hingga akhirnya warga geram dan sempat terjadi main hakim sendiri.  “Mereka bukan tertangkap mesum, tapi karena mabuk lalu kami amankan ke rumah ketua RT. Tapi belum sempat ke rumah pak RT, dia melawan  dan berontak. Ya memang sempat terjadi main hakim,” ujarnya warga.

Menurut sejumlah warga di sana, LN sering membawa pria masuk ke rumah kontrakannya dan beberapa kali sudah ditegur warga bahkan ketua RT.

Ketua RT 3 Gang Nusa Indah, Ufi membenarkan  peristiwa itu. Namun dia mengaku tak mengetahui jelas permasalahannya. Dia menyebut kalau teman perempuan HI itu status janda dan sudah 8 bulan mengontrak rumah.

“Tadi malam kami mintai keterangan. Mereka mengaku hanya teman, tapi karena ada perkataan HI yang menyulut amarah warga sehingga terjadi keributan itu,” katanya.

Malam itu juga semua pihak dikumpulkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. “Warga meminta perempuan itu jangan tinggal di RT kami lagi, semua disepakati disaksikan aparat,” pungkasnya.(lan)

BANJARMASIN – Warga di Jalan S Parman RT 3 Gang Nusa Indah, Banjarmasin Barat, memanas. Itu menyusul seorang lelaki yang tengah mabuk berat bersama teman perempuannya menantang warga di sana.

Keributan itu terjadi Minggu (14/1) malam sekira pukul 21.30 Wita. Awalnya pria berinisial HI yang menantang warga itu dipergoki mantan ketua RT setempat,  Suriansyah. Mereka saat itu rebahan berdua dengan seorang perempuan berinisial LN, di pelatar rumahnya.

Mereka kemudian menjauh dari rumah tersebut dan menuju rumah kontrakan LN yang tidak jauh dari rumah mantan ketua RT. Tidak berapa lama Suriansyah, lalu mengabarkan kepada warga bahwa ada pasangan yang diduga hendak berbuat hal tak pantas.

Favehotel Banjarmasin

Sejumlah warga mencari mereka berdua dan mendapati mereka tengah berjalan dengan kondisi sempoyongan,  tidak jauh rumah kontrakan LN. Sang perempuan adalah warga pendatang yang sudah delapan bulan mengontrak rumah milik Muhtar,  warga di sana.

“Keduanya kami temukan dalam kondisi mabuk berat. Menghindari hal terjadi yang tidak diinginkan kami berusaha membawa mereka ke ketua RT. Nah saat hendak digiring, si pria melawan dan berkata-kata yang memunculkan kemarahan warga,” cerita salah seorang warga yang enggan namanya dikorankan.

HI dan salah satu warga beradu mulut hingga akhirnya warga geram dan sempat terjadi main hakim sendiri.  “Mereka bukan tertangkap mesum, tapi karena mabuk lalu kami amankan ke rumah ketua RT. Tapi belum sempat ke rumah pak RT, dia melawan  dan berontak. Ya memang sempat terjadi main hakim,” ujarnya warga.

Menurut sejumlah warga di sana, LN sering membawa pria masuk ke rumah kontrakannya dan beberapa kali sudah ditegur warga bahkan ketua RT.

Ketua RT 3 Gang Nusa Indah, Ufi membenarkan  peristiwa itu. Namun dia mengaku tak mengetahui jelas permasalahannya. Dia menyebut kalau teman perempuan HI itu status janda dan sudah 8 bulan mengontrak rumah.

“Tadi malam kami mintai keterangan. Mereka mengaku hanya teman, tapi karena ada perkataan HI yang menyulut amarah warga sehingga terjadi keributan itu,” katanya.

Malam itu juga semua pihak dikumpulkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. “Warga meminta perempuan itu jangan tinggal di RT kami lagi, semua disepakati disaksikan aparat,” pungkasnya.(lan)

Most Read

Artikel Terbaru

/