alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Pemko Sediakan Rp20 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jembatan Alalak

BANJARMASIN – Pemko mengalokasikan anggaran Rp20 miliar untuk membebaskan permukiman di bantaran Sungai Alalak. Demi memuluskan pembangunan Jembatan Alalak yang akan dibiayai pemerintah pusat.

Bantaran yang dibebaskan itu berada di sisi kanan Jalan Hasan Basri, seberang Rumah Sakit Ansyari Saleh. Mencakup permukiman di oprit jembatan hingga bantaran sungai.

Sedangkan permukiman di seberang sungai alias kawasan Handil Bakti ditangani pemkab tetangga. Jembatan Alalak merupakan penghubung vital antara Banjarmasin dan Barito Kuala. “Dari APBD disiapkan Rp20 miliar. Kalau dari data yang saya baca, ada 50 lebih bangunan yang harus dibebaskan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Gusti Ridwan Syofyani, Rabu (10/1).

Favehotel Banjarmasin

Ridwan mengakui pemko belum bernegosiasi dengan warga. Jumlah rinci rumah, tanah, dan tempat usaha yang terkena pembebasan juga masih memerlukan pendataan ulang di lapangan.

Namun, ia memastikan pembebasan harus lekas tuntas, tak boleh molor. “Karena proyek jembatannya sebentar lagi dimulai,” tegasnya. Apalagi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin memastikan Komisi Jembatan sudah menyetujui desain jembatan.

Langkah awal, balai sudah mengalokasikan Rp45 miliar. Dari total nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

Jembatan Alalak akan menggunakan model jembatan kabel. Selain klasik, bentangan-bentangan kabel itu juga unggul secara estetika.

Supaya tak mengganggu lalu lintas jalan, jembatan baru akan dibangun di samping jembatan lama. Namun, yang lama tetap dipertahankan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembebasan lahan selalu menjadi momok pembangunan. Negosiasi Pemko dengan warga sering buntu. Tak jarang hingga sampai ke pengadilan. Apalagi kalau bukan karena ketidakcocokan nominal ganti rugi. “Yang menentukan harga ini kan tim appraisal, independen, bukan pemko. Doakan saja semoga negosiasinya lancar,” tegas Ridwan.(fud/at/dye)

BANJARMASIN – Pemko mengalokasikan anggaran Rp20 miliar untuk membebaskan permukiman di bantaran Sungai Alalak. Demi memuluskan pembangunan Jembatan Alalak yang akan dibiayai pemerintah pusat.

Bantaran yang dibebaskan itu berada di sisi kanan Jalan Hasan Basri, seberang Rumah Sakit Ansyari Saleh. Mencakup permukiman di oprit jembatan hingga bantaran sungai.

Sedangkan permukiman di seberang sungai alias kawasan Handil Bakti ditangani pemkab tetangga. Jembatan Alalak merupakan penghubung vital antara Banjarmasin dan Barito Kuala. “Dari APBD disiapkan Rp20 miliar. Kalau dari data yang saya baca, ada 50 lebih bangunan yang harus dibebaskan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Gusti Ridwan Syofyani, Rabu (10/1).

Favehotel Banjarmasin

Ridwan mengakui pemko belum bernegosiasi dengan warga. Jumlah rinci rumah, tanah, dan tempat usaha yang terkena pembebasan juga masih memerlukan pendataan ulang di lapangan.

Namun, ia memastikan pembebasan harus lekas tuntas, tak boleh molor. “Karena proyek jembatannya sebentar lagi dimulai,” tegasnya. Apalagi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin memastikan Komisi Jembatan sudah menyetujui desain jembatan.

Langkah awal, balai sudah mengalokasikan Rp45 miliar. Dari total nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

Jembatan Alalak akan menggunakan model jembatan kabel. Selain klasik, bentangan-bentangan kabel itu juga unggul secara estetika.

Supaya tak mengganggu lalu lintas jalan, jembatan baru akan dibangun di samping jembatan lama. Namun, yang lama tetap dipertahankan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembebasan lahan selalu menjadi momok pembangunan. Negosiasi Pemko dengan warga sering buntu. Tak jarang hingga sampai ke pengadilan. Apalagi kalau bukan karena ketidakcocokan nominal ganti rugi. “Yang menentukan harga ini kan tim appraisal, independen, bukan pemko. Doakan saja semoga negosiasinya lancar,” tegas Ridwan.(fud/at/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/