alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Elegan dan Sedikit 'Nakal'

BANJARMASIN – Seorang desainer dituntut untuk selalu menyajikan karya yang kreatif. Melalui koleksinya, Salah seorang desainer sekaligus make up artist asal Banua, Egy Harisma Fadilah, seolah berupaya menyodorkan gagasan baru tentang busana melalui desain berupa gaun malam.

Koleksinya kali ini, jauh berbeda dari desain busana Egy yang biasanya lebih banyak mengangkat bahan dasar berupa kain tradisional khas Banjar, yakni kain Sasirangan. Mengangkat tema Power of Flower atau Kekuatan Bunga, Egy mendesain kostum gaun malam berwarna merah dan hitam panjang dengan motif bunga di seluruh bagian kostum.

Proses pembuatannya sendiri tergolong cukup cepat, alias membutuhkan waktu hanya satu minggu. Egy menjelaskan, kali ini ia ingin desain gaunnya tampak lebih ringkas, ringan, elegan tapi juga kekinian.

Favehotel Banjarmasin

“Jadi gaun malam kali ini, tak hanya menimbulkan kesan elegannya saja. Tapi juga menarik minat siapapun yang melihatnya karena sedikit terbawa suasana kekinian,” ujarnya.

Selain itu, dalam menghadirkan suguhan kostum yang ditampilkannya kali ini, bukannya sama sekali tanpa kesulitan. Egy mengungkapkan, ketika menghadirkan sesuatu yang sarat unsur dekoratif tapi bukan sekadar hiasan yakni berupa motif bunga-bunga, cukup menguras tenaga. Pasalnya, bahan yang dipakai sedikit elastis, kalau tak hati-hati bisa membuat dekorasi yang ditampilkan semakin ketat dan rapat.

“Melalui paduan warna serta dekorasi bermotif bunga, aku ingin memberikan sedikit kesan ‘nakal’ di gaun. Jadi meskipun yang memakai adalah anak muda, kesan dewasanya juga bakal tampak,” tuntasnya.

Dan sebagai penunjang, tepat di bagian bawah gaun, Egy menumpuk beberapa kain yaitu kain berwarna hitam sebagai dasar, kemudian penerapan kain berwarna merah sebagai pelapis bagian atasnya, untuk menampilkan kesan sensual. (war)

BANJARMASIN – Seorang desainer dituntut untuk selalu menyajikan karya yang kreatif. Melalui koleksinya, Salah seorang desainer sekaligus make up artist asal Banua, Egy Harisma Fadilah, seolah berupaya menyodorkan gagasan baru tentang busana melalui desain berupa gaun malam.

Koleksinya kali ini, jauh berbeda dari desain busana Egy yang biasanya lebih banyak mengangkat bahan dasar berupa kain tradisional khas Banjar, yakni kain Sasirangan. Mengangkat tema Power of Flower atau Kekuatan Bunga, Egy mendesain kostum gaun malam berwarna merah dan hitam panjang dengan motif bunga di seluruh bagian kostum.

Proses pembuatannya sendiri tergolong cukup cepat, alias membutuhkan waktu hanya satu minggu. Egy menjelaskan, kali ini ia ingin desain gaunnya tampak lebih ringkas, ringan, elegan tapi juga kekinian.

Favehotel Banjarmasin

“Jadi gaun malam kali ini, tak hanya menimbulkan kesan elegannya saja. Tapi juga menarik minat siapapun yang melihatnya karena sedikit terbawa suasana kekinian,” ujarnya.

Selain itu, dalam menghadirkan suguhan kostum yang ditampilkannya kali ini, bukannya sama sekali tanpa kesulitan. Egy mengungkapkan, ketika menghadirkan sesuatu yang sarat unsur dekoratif tapi bukan sekadar hiasan yakni berupa motif bunga-bunga, cukup menguras tenaga. Pasalnya, bahan yang dipakai sedikit elastis, kalau tak hati-hati bisa membuat dekorasi yang ditampilkan semakin ketat dan rapat.

“Melalui paduan warna serta dekorasi bermotif bunga, aku ingin memberikan sedikit kesan ‘nakal’ di gaun. Jadi meskipun yang memakai adalah anak muda, kesan dewasanya juga bakal tampak,” tuntasnya.

Dan sebagai penunjang, tepat di bagian bawah gaun, Egy menumpuk beberapa kain yaitu kain berwarna hitam sebagai dasar, kemudian penerapan kain berwarna merah sebagai pelapis bagian atasnya, untuk menampilkan kesan sensual. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/