alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Saturday, 25 June 2022

Hujan Lebat Sabtu Malam, Gambut Kebanjiran

MARTAPURA – Banjir menggenangi rumah warga di Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, sejak Sabtu (6/1) malam, akibat hujan lebat.

Dari pantauan sementara, terdapat 2 titik banjir. Yaitu RT 22A  merendam 18 rumah, sedangkan di RT 22B sebanyak 23 tempat tinggal penduduk. Ketinggian air masuk ke dalam rumah bervariasi, antara 10 sampai dengan 12 sentimeter.
Seluruh korban banjir telah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka mengangkut barang berharga dan pindah sementara ke rumah warga atau keluarga terdekat. Harta benda yang tertinggal di rumah diangkat lebih tinggi seperti kasur dan alat elektronik.

Sejak kemarin (7/1) siang, bantuan sembako mulai disebar kepada keluarga korban yang tidak bisa memasak di dapur.
Babinsa Koramil 1006-08 Gambut Serda Warsito yang berada di lokasi banjir menerangkan, hujan Sabtu sore sangat lebat dengan intensitas yang cukup lama. Padahal sebelumnya ketinggian air sungai di sekitar mengalami pasang, sehingga meluap dan membanjiri rumah warga dua RT tersebut.

Favehotel Banjarmasin

“Bagi warga, ketinggian air sekitar 10 sentimeter masih dianggap aman. Korban gelisah kalau malam kembali turun hujan. Bakal lama banjir baru surut,” kata Warsito.

Senada diungkapkan oleh Samsul, Ketua RT 22A  Kelurahan Gambut. Awalnya warga ragu-ragu meninggalkan rumah karena air sangat lambat naik. Setelah para relawan terus mendatangi lokasi banjir, serta mengajak warga cepat meninggalkan rumah, mereka akhirnya mau.

Luapan air sungai itu pertama masuk menyelinap dari belakang dapur, lama-lama ke ruang tamu dan masuk ke dalam kamar tidur. “Sebelumnya, sudah kami perintahkan cepat megangkat barang berharga supaya tidak kebanjiran,” ucapnya.

Ditambahkan Udin dari Jalan Irigasi Gambut, rumah warga di sekitar tempat tinggalnya juga ikut kebanjiran. Tercatat 7 unit dan semua telah hengkang meninggalkan rumah setelah menyaksikan air memasuki ruang tamu.
”Lokasi banjir menyebar dan terpencar-pencar karena tidak semua rumah kebanjiran, tapi jalan masuk menuju tempat tinggal yang calap,” pungkasnya. (mam)

MARTAPURA – Banjir menggenangi rumah warga di Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, sejak Sabtu (6/1) malam, akibat hujan lebat.

Dari pantauan sementara, terdapat 2 titik banjir. Yaitu RT 22A  merendam 18 rumah, sedangkan di RT 22B sebanyak 23 tempat tinggal penduduk. Ketinggian air masuk ke dalam rumah bervariasi, antara 10 sampai dengan 12 sentimeter.
Seluruh korban banjir telah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka mengangkut barang berharga dan pindah sementara ke rumah warga atau keluarga terdekat. Harta benda yang tertinggal di rumah diangkat lebih tinggi seperti kasur dan alat elektronik.

Sejak kemarin (7/1) siang, bantuan sembako mulai disebar kepada keluarga korban yang tidak bisa memasak di dapur.
Babinsa Koramil 1006-08 Gambut Serda Warsito yang berada di lokasi banjir menerangkan, hujan Sabtu sore sangat lebat dengan intensitas yang cukup lama. Padahal sebelumnya ketinggian air sungai di sekitar mengalami pasang, sehingga meluap dan membanjiri rumah warga dua RT tersebut.

Favehotel Banjarmasin

“Bagi warga, ketinggian air sekitar 10 sentimeter masih dianggap aman. Korban gelisah kalau malam kembali turun hujan. Bakal lama banjir baru surut,” kata Warsito.

Senada diungkapkan oleh Samsul, Ketua RT 22A  Kelurahan Gambut. Awalnya warga ragu-ragu meninggalkan rumah karena air sangat lambat naik. Setelah para relawan terus mendatangi lokasi banjir, serta mengajak warga cepat meninggalkan rumah, mereka akhirnya mau.

Luapan air sungai itu pertama masuk menyelinap dari belakang dapur, lama-lama ke ruang tamu dan masuk ke dalam kamar tidur. “Sebelumnya, sudah kami perintahkan cepat megangkat barang berharga supaya tidak kebanjiran,” ucapnya.

Ditambahkan Udin dari Jalan Irigasi Gambut, rumah warga di sekitar tempat tinggalnya juga ikut kebanjiran. Tercatat 7 unit dan semua telah hengkang meninggalkan rumah setelah menyaksikan air memasuki ruang tamu.
”Lokasi banjir menyebar dan terpencar-pencar karena tidak semua rumah kebanjiran, tapi jalan masuk menuju tempat tinggal yang calap,” pungkasnya. (mam)

Most Read

Artikel Terbaru

/